Jumat, Juli 31, 2026
spot_img

Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

KARAWANG – Kasus dugaan malapraktik yang menimpa Ika Noviyanti di Klinik Zhafira Zarifa Karawang, Jawa Barat, berakhir dengan kesepakatan damai.

Direktur Klinik Zhafira Zarifa, Lastriati D.A., SKM., S.Keb., BDN., N.Keb, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban dan keluarga sebagai bentuk empati, tanggung jawab moral, sekaligus komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah terjalin komunikasi antara pihak klinik dan keluarga korban. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, saling memaafkan, serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar tidak terulang di masa mendatang.

Lastriati menegaskan, bahwa pihak manajemen menghormati seluruh proses yang telah berlangsung, serta berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan medis.

“Kami atas nama manajemen Klinik Zhafira Zarifa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ika Noviyanti dan keluarga atas peristiwa yang terjadi. Kami memahami duka dan kekecewaan yang dirasakan keluarga. Kami berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, memperkuat pengawasan internal, serta meningkatkan standar keselamatan pasien agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Lastriati, Kamis (30/7/2026).

Berita Lainnya  Babak Baru Penataan Cikampek, 154 Bangli dan PKL Dibongkar

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran klinik untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Manajemen juga memastikan seluruh tenaga kesehatan menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta memperkuat budaya keselamatan pasien.

Lastriati menambahkan, Klinik Zhafira Zarifa akan bersikap terbuka dan kooperatif dalam setiap mekanisme penyelesaian yang telah disepakati bersama.

Sebagai bentuk tanggung jawab institusi, manajemen Klinik Zhafira Zarifa menegaskan akan melakukan berbagai langkah perbaikan internal. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem pelayanan medis, mulai dari pengawasan, penerapan SOP, hingga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis.

Pihak klinik menilai setiap masukan dan kritik dari masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan. Karena itu, evaluasi yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan secara menyeluruh.

Komitmen tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan Klinik Zhafira Zarifa dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan sesuai standar yang berlaku.

Berita Lainnya  Respons Warning KPK, Ghazali Center Dorong PUPR Perkuat Tata Kelola Pokir

Kuasa Hukum Ika Noviyanti Apresiasi Permintaan Maaf

Sementara itu, kuasa hukum Ika Noviyanti, Sony Adiputra, SH, mengapresiasi sikap terbuka yang ditunjukkan Direktur Klinik Zhafira Zarifa melalui penyampaian permohonan maaf kepada kliennya.

Menurut Sony, langkah tersebut memiliki nilai kemanusiaan yang patut dihargai karena menunjukkan empati terhadap korban dan keluarganya.

“Kami menghargai itikad baik Ibu Lastriati selaku Direktur Klinik Zhafira Zarifa yang telah menyampaikan permohonan maaf kepada klien kami. Permintaan maaf tersebut memiliki nilai kemanusiaan dan menjadi bentuk empati kepada korban beserta keluarganya,” ujar Sony.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang terjalin antara kedua belah pihak akhirnya menghasilkan kesepakatan damai.

“Kami sepakat untuk mengakhiri segala perselisihan yang ada. Kami saling memaafkan segala kesalahan masing-masing pihak dan memilih melupakan segala hal yang telah terjadi,” katanya.

Sony menilai keputusan tersebut merupakan bentuk kedewasaan kedua belah pihak dalam menyelesaikan persoalan tanpa memperpanjang konflik.

Sony Adiputra mengatakan penyelesaian damai ini menjadi bentuk rekonsiliasi yang mengedepankan nilai kemanusiaan tanpa menghilangkan pelajaran penting dari peristiwa yang telah terjadi.

Berita Lainnya  Viral! Bayi ini Diberi Nama Muhammad MBG Subianto

Menurutnya, kejadian yang dialami Ika Noviyanti diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus meningkatkan mutu layanan serta mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis.

“Tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Kami memilih untuk tidak lagi berdiam dalam rasa sakit, melainkan berdamai dengan keadaan dan saling mengulurkan tangan maaf. Semoga keikhlasan ini menjadi awal kedamaian yang abadi di hati kedua belah pihak,” ujarnya.

Sony berharap perdamaian yang telah dicapai dapat menjadi awal hubungan yang lebih baik antara kedua belah pihak sekaligus menjadi momentum bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat menutup seluruh perselisihan dengan semangat saling menghormati, saling memaafkan, serta menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di masa mendatang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sempat Buntu di Babak Pertama, Timnas Indonesia Akhirnya Taklukan Timor Leste 3 : 0

JAKARTA - Timnas Indonesia berhasil unggul 3-0 atas Timor Leste pada babak kedua pertandingan Grup A Piala AFF 2026, Jumat (31/7). Gol pembuka Indonesia...

Pria ini Nekat Selundupkan Tahu Bulat Berisi Sabu ke Sel Tahanan Mako Polres Bima

BIMA - Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam sel tahanan Mako Polres Bima Kota berhasil digagalkan petugas jaga. Seorang pemuda berinisial AR (21),...

Ditertawakan, Wali Kota Bandung ‘Ngamuk’ Saat Tinjau Lokasi Penebangan Pohon

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, ngamuk saat meninjau lokasi penebangan pohon tanpa izin di kawasan Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau Kota...

Sebut Sarang Narkoba, Sejumlah Orang Kepung Rumah Kontrakan di Perumahan CKM, Ini Penjelasan Kapolresta Karawang

KARAWANG - Sebuah video memperlihatkan sejumlah orang mengepung sebuah rumah kontrakan di wilayah Perumahan CKM - Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dinarasikan milik...

Dugaan Kriminalisasi Aktivis Lingkungan, BM PAN Ancam Demo Polda Jabar

KARAWANG - Organisasi Kepemudaan (OKP) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) melayangkan kritik keras dan sorotan tajam terkait kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan hidup...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan