Selasa, April 28, 2026
spot_img

Diduga Tak Mau Berikan Data Nasabah, Ada Apa dengan Bank BJB Karawang?

KARAWANG – Keluhan terhadap pelayanan Bank BJB di Kabupaten Karawang – Jawa Barat kembali terjadi. Kali ini, seorang ahli waris nasabah berinisial RE, mengaku mengalami kesulitan dalam proses meminta data dan informasi terkait pinjaman atas nama almarhum ayahnya berinisial ES di bank tersebut.

RE mengaku, permintaan data rincian pinjaman, termasuk sisa kewajiban, bunga, hingga histori pembayaran di Bank BJB tidak mudah diakses. Ia mengaku harus melalui proses berulang, tetapi permintaan tidak segera ditanggapi oleh pihak bank.

Menyikapi persoalan ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH.MH mengaku prihatin atas mencuatnya kasus dugaan pelayanan buruk yang dilakukan oleh Bank BJB Cabang Karawang.

Menurut Askun (sapaan akrab), sebagai bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov Jabar, Pemprov Banten dan kabupaten/kota se-Jabar yang memiliki tagline “Tanda Mata Untuk Negeri” tersebut seharusnya mencerminkan komitmen dan memberikan kontribusi terbaik, pelayanan prima dan nilai berkelanjutan kepada nasabah, masyarakat dan pemerintah di seluruh Indonesia.

Berita Lainnya  Ghazali Center : Rafiudin Firdaus Sosok Pengusaha Tekun yang Asyik dalam Berinteraksi

“Slogan itu hebat, tapi saya pertanyakan, pelayanan primanya dimana?. Karena faktanta ada keluhan dari ahli waris nasabah ketika meminta informasi data dan informasi atas pinjaman almarhum ayahnya, malah sulit didapatkan,” kata Askun, Senin (27/4/2026) sore.

Askun kembali mempertanyakan mengapa ketika ada permintaan klarifikasi dari wartawan, pihak Bank BJB baru memberikan data informasi perjanjian kredit kepada RE.

“Apakah ketika sudah terendus oleh media, maka pihak Bank BJB baru bereaksi, sama seperti kasus dahulu ada yang setor uang tengah malam atau dinihari ke Bank BJB. Jadi pelayanan primanya untuk siapa?. Jadi kan sudah dipilah dan diskriminatif pelayanannya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Askun kemudian mendesak kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memeriksa Bank BJB, dengan slogan yang dimilikinya, tetapi pada kenyataannya telah merugikan nasabah.

“Kalau dibiarkan seperti ini terus nanti lama-lama masyarakat menarik uang yang disimpannya di Bank BJB untuk dipindahkan ke bank lain, karena pelayanannya sudah tidak prima, tidak punya komitmen sesuai slogan,” ucapnya.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Dinas PUTR Purwakarta, Oknum Pejabat Sodorkan 'Amplop Putih' ke Wartawan

Askun melanjutkan, apalagi ada dugaan pihak Bank BJB mau menjual aset almarhum ES tanpa kesepakatan atau persetujuan dari ahli waris, lalu dikaitkan kembali kabar kredit tanpa agunan, tetapi almarhum ES dimintai jaminan agunan.

“Mereka berdalih pakai aturan, pertanyaannya aturan mana yang mereka pakai. Masyarakat mau bayar saja dipersulit setengah mati. Bank BJB ini maunya apa sih?. Mau merugikan nasabah atau mau cari panggung atau sensasi. Wajar bila bila ada nasabah yang meminta bantuan kepada media,” tegasnya.

“Petinggi Bank BJB Cabang Karawang agar diperiksa oleh OJK, kenapa selalu ada permasalahan di bank tersebut. Saya bukan mau mengotori atas kejadian ini, karena kejadian (buruk) ini sudah dua kali dilakukan, dahalu soal terima setoran (titipan) di tengah malam, sekarang ada lagi kasus seperti ini, meminta sebatas data saja dipersulit. Data diberikan baru setelah ada permintaan audiensi dari media, jadi sudah salah kaprah,” timpalnya.

Berita Lainnya  DLH Bekasi Pastikan Operasional TPA Burangkeng Kembali Berjalan Normal

Masih disampaikan Askun, bila OJK memiliki taring, maka seharusnya Bank BJB diperiksa. Dan kepada para nasabah yang punya simpanan atau mau meminjam di bank tersebut untuk berpikir ulang dengan cermat.

“Kasus dialami nasabah almarhum ES harus dijadikan cermin, cerminnya bukan cermin bagus, tapi cermin tidak bagus,” katanya, sambil mempersilakan kepada pihak Bank BJB untuk menyanggah pendapatnya.

Askun mengingatkan keras kepada Bank BJB, agar bisa melayani nasabah dengan prima sesuai slogannya yang hmanis. Karena jika tidak, maka diprediksi tidak lama lagi bank itu ditinggalkan lari para nasabahnya.

“Saya pikir kepada para pejabat Pemkab Karawang, apakah mau berdiam diri ketika melihat nasabah yang notabenenya masyarakat Karawang diperlakukan seperti itu?. Tarik tuh semua duitnya (Kas APBD) pindahkan ke bank lain,” pungkas Ketua DPC PERADI Karawang ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Soal Dana Koperasi, Puluhan Eks Karyawan PT. Pindo Deli ‘Ngadu’ ke Tim Jabar Istimewa

KARAWANG - Puluhan mantan karyawan PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills akhirnya buka suara, soal dugaan pengelolaan dana koperasi yang disebut belum sepenuhnya...

Jelang May Day, Kapolres Karawang: Awas! Provokasi di Medsos

KARAWANG - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang, Polres Karawang mulai memperketat pengamanan. Selain kesiapan fisik di lapangan,...

Oknum Ustaz Diduga Cabuli Santriwati hingga Hamil, Warga Demo Pondok Pesantren

KARAWANG - Puluhan warga Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menggelar aksi protes terhadap salah satu yayasan pondok pesantren (ponpes), Senin (27/4/2026) malam. Aksi...

Update KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, 14 Orang Tewas dan 84 Luka-luka

KOTA BEKASI - Korban tewas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang. Selain itu, ada 84...

Dasco, Raffi Ahmad, Kapolda Metro Jaya hingga Walkot Bekasi Pantau Jalannya Evakuasi Korban

KOTA BEKASI - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad malam ini tiba di lokasi kecelakaan tabrakan KRL dengan Kereta Api Argo Bromo, tepatnya di...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan