Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Diduga Tak Mau Berikan Data Nasabah, Ada Apa dengan Bank BJB Karawang?

KARAWANG – Keluhan terhadap pelayanan Bank BJB di Kabupaten Karawang – Jawa Barat kembali terjadi. Kali ini, seorang ahli waris nasabah berinisial RE, mengaku mengalami kesulitan dalam proses meminta data dan informasi terkait pinjaman atas nama almarhum ayahnya berinisial ES di bank tersebut.

RE mengaku, permintaan data rincian pinjaman, termasuk sisa kewajiban, bunga, hingga histori pembayaran di Bank BJB tidak mudah diakses. Ia mengaku harus melalui proses berulang, tetapi permintaan tidak segera ditanggapi oleh pihak bank.

Menyikapi persoalan ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH.MH mengaku prihatin atas mencuatnya kasus dugaan pelayanan buruk yang dilakukan oleh Bank BJB Cabang Karawang.

Menurut Askun (sapaan akrab), sebagai bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov Jabar, Pemprov Banten dan kabupaten/kota se-Jabar yang memiliki tagline “Tanda Mata Untuk Negeri” tersebut seharusnya mencerminkan komitmen dan memberikan kontribusi terbaik, pelayanan prima dan nilai berkelanjutan kepada nasabah, masyarakat dan pemerintah di seluruh Indonesia.

Berita Lainnya  Pernyataan 'Menyesatkan', Kantor Hukum Hotman Paris Didemo

“Slogan itu hebat, tapi saya pertanyakan, pelayanan primanya dimana?. Karena faktanta ada keluhan dari ahli waris nasabah ketika meminta informasi data dan informasi atas pinjaman almarhum ayahnya, malah sulit didapatkan,” kata Askun, Senin (27/4/2026) sore.

Askun kembali mempertanyakan mengapa ketika ada permintaan klarifikasi dari wartawan, pihak Bank BJB baru memberikan data informasi perjanjian kredit kepada RE.

“Apakah ketika sudah terendus oleh media, maka pihak Bank BJB baru bereaksi, sama seperti kasus dahulu ada yang setor uang tengah malam atau dinihari ke Bank BJB. Jadi pelayanan primanya untuk siapa?. Jadi kan sudah dipilah dan diskriminatif pelayanannya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Askun kemudian mendesak kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memeriksa Bank BJB, dengan slogan yang dimilikinya, tetapi pada kenyataannya telah merugikan nasabah.

“Kalau dibiarkan seperti ini terus nanti lama-lama masyarakat menarik uang yang disimpannya di Bank BJB untuk dipindahkan ke bank lain, karena pelayanannya sudah tidak prima, tidak punya komitmen sesuai slogan,” ucapnya.

Berita Lainnya  Ramai Video Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Berjalan di Atas Bara Api, Ini Penjelasannya!

Askun melanjutkan, apalagi ada dugaan pihak Bank BJB mau menjual aset almarhum ES tanpa kesepakatan atau persetujuan dari ahli waris, lalu dikaitkan kembali kabar kredit tanpa agunan, tetapi almarhum ES dimintai jaminan agunan.

“Mereka berdalih pakai aturan, pertanyaannya aturan mana yang mereka pakai. Masyarakat mau bayar saja dipersulit setengah mati. Bank BJB ini maunya apa sih?. Mau merugikan nasabah atau mau cari panggung atau sensasi. Wajar bila bila ada nasabah yang meminta bantuan kepada media,” tegasnya.

“Petinggi Bank BJB Cabang Karawang agar diperiksa oleh OJK, kenapa selalu ada permasalahan di bank tersebut. Saya bukan mau mengotori atas kejadian ini, karena kejadian (buruk) ini sudah dua kali dilakukan, dahalu soal terima setoran (titipan) di tengah malam, sekarang ada lagi kasus seperti ini, meminta sebatas data saja dipersulit. Data diberikan baru setelah ada permintaan audiensi dari media, jadi sudah salah kaprah,” timpalnya.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

Masih disampaikan Askun, bila OJK memiliki taring, maka seharusnya Bank BJB diperiksa. Dan kepada para nasabah yang punya simpanan atau mau meminjam di bank tersebut untuk berpikir ulang dengan cermat.

“Kasus dialami nasabah almarhum ES harus dijadikan cermin, cerminnya bukan cermin bagus, tapi cermin tidak bagus,” katanya, sambil mempersilakan kepada pihak Bank BJB untuk menyanggah pendapatnya.

Askun mengingatkan keras kepada Bank BJB, agar bisa melayani nasabah dengan prima sesuai slogannya yang hmanis. Karena jika tidak, maka diprediksi tidak lama lagi bank itu ditinggalkan lari para nasabahnya.

“Saya pikir kepada para pejabat Pemkab Karawang, apakah mau berdiam diri ketika melihat nasabah yang notabenenya masyarakat Karawang diperlakukan seperti itu?. Tarik tuh semua duitnya (Kas APBD) pindahkan ke bank lain,” pungkas Ketua DPC PERADI Karawang ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Warga Depok Geger Penemuan Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi

DEPOK - Mayat tanpa kaki diduga korban mutilasi ditemukan di sebuah lahan kosong, Pancoran Mas, Depok. Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat...

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan