Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Jangan Sampai KAHMI Jawa Barat Menjadi Nokia

Perubahan adalah hukum sejarah. Tidak ada organisasi yang mampu bertahan hanya dengan mengandalkan kejayaan masa lalu. Nokia, BlackBerry, dan Yahoo pernah menjadi simbol supremasi dunia, tetapi kehilangan relevansi ketika gagal membaca perubahan.

Hal yang sama dapat terjadi pada organisasi mana pun, apabila berhenti berinovasi dan merasa cukup dengan warisan sejarah.

Bagi KAHMI Jawa Barat, tantangan sesungguhnya bukan mempertahankan nama besar, melainkan menjaga daya hidup intelektualnya. Sebab organisasi alumni hanya akan tetap relevan apabila mampu menjadi produsen gagasan, bukan sekadar ruang silaturahmi.

Filsuf Muslim Aljazair, Malik Bennabi, mengingatkan bahwa kebangkitan peradaban tidak lahir dari kekayaan ataupun kekuasaan, melainkan dari lahirnya ide-ide besar yang mampu menggerakkan manusia.

Menurut Bennabi, peradaban dibangun oleh tiga unsur: manusia, tanah, dan waktu, yang dipersatukan oleh sebuah gagasan. Ketika organisasi kehilangan kemampuan melahirkan gagasan, sesungguhnya ia sedang kehilangan masa depannya.

Berita Lainnya  62 Tahun Golkar, Menguji Kembali Politik Karya di Tengah Krisis Kepercayaan

Senada dengan itu, Ali Shariati memandang bahwa perubahan sosial selalu dimulai dari kesadaran (conscientization). Ia mengkritik kaum intelektual yang hanya menjadi penonton sejarah.

Bagi Shariati, seorang intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk membangunkan masyarakat, mengubah cara berpikir, dan menjadi pelopor transformasi. Organisasi yang hanya sibuk mengurus struktur, tetapi kehilangan misi pencerahan, perlahan akan kehilangan relevansi.

Dalam konteks Indonesia, Kuntowijoyo menawarkan konsep Ilmu Sosial Profetik sebagai arah perubahan sosial. Menurutnya, gerakan sosial Islam harus berpijak pada tiga nilai utama: humanisasi, yakni memanusiakan manusia; liberasi, membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk ketidakadilan; dan transendensi, menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai orientasi perubahan.

Dengan demikian, organisasi tidak hanya mengejar efektivitas, tetapi juga menjaga dimensi moral dan spiritual dalam setiap langkahnya.

Berita Lainnya  62 Tahun Golkar, Menguji Kembali Politik Karya di Tengah Krisis Kepercayaan

Berangkat dari ketiga pemikiran tersebut, Musyawarah Wilayah KAHMI Jawa Barat semestinya tidak dipahami sekadar sebagai agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini harus menjadi momentum reorientasi organisasi, dari budaya administratif menuju budaya intelektual; dari organisasi yang reaktif menjadi organisasi yang visioner; dari kebanggaan terhadap sejarah menjadi keberanian menciptakan sejarah baru.

KAHMI Jawa Barat memiliki modal besar berupa jaringan alumni yang tersebar di dunia akademik, birokrasi, dunia usaha, pesantren, organisasi masyarakat, dan ruang-ruang kebijakan publik. Modal tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila dikonsolidasikan menjadi pusat produksi gagasan, laboratorium kepemimpinan, dan mitra strategis dalam pembangunan Jawa Barat.

Jangan sampai KAHMI Jawa Barat mengalami apa yang dialami Nokia: memiliki nama besar, tetapi kehilangan arah perubahan. Sejarah tidak pernah memberi penghargaan kepada mereka yang sekadar mempertahankan masa lalu. Sejarah selalu berpihak kepada mereka yang berani membaca zaman, membangun gagasan, dan memimpin perubahan.

Berita Lainnya  62 Tahun Golkar, Menguji Kembali Politik Karya di Tengah Krisis Kepercayaan

Musyawarah Wilayah bukanlah garis akhir dari sebuah kepengurusan. Ia adalah titik awal untuk memastikan KAHMI Jawa Barat tetap menjadi rumah besar insan cita yang relevan, berpengaruh, dan mampu menghadirkan solusi bagi umat, bangsa, dan Jawa Barat. Karena pada akhirnya, organisasi tidak dikenang karena usia atau kebesaran namanya, melainkan karena kemampuannya menjawab tantangan zamannya.***

Penulis

Muslim Hafidz, M.Si
Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan