Kamis, Agustus 20, 2026
spot_img

Jangan Sampai KAHMI Jawa Barat Menjadi Nokia

Perubahan adalah hukum sejarah. Tidak ada organisasi yang mampu bertahan hanya dengan mengandalkan kejayaan masa lalu. Nokia, BlackBerry, dan Yahoo pernah menjadi simbol supremasi dunia, tetapi kehilangan relevansi ketika gagal membaca perubahan.

Hal yang sama dapat terjadi pada organisasi mana pun, apabila berhenti berinovasi dan merasa cukup dengan warisan sejarah.

Bagi KAHMI Jawa Barat, tantangan sesungguhnya bukan mempertahankan nama besar, melainkan menjaga daya hidup intelektualnya. Sebab organisasi alumni hanya akan tetap relevan apabila mampu menjadi produsen gagasan, bukan sekadar ruang silaturahmi.

Filsuf Muslim Aljazair, Malik Bennabi, mengingatkan bahwa kebangkitan peradaban tidak lahir dari kekayaan ataupun kekuasaan, melainkan dari lahirnya ide-ide besar yang mampu menggerakkan manusia.

Menurut Bennabi, peradaban dibangun oleh tiga unsur: manusia, tanah, dan waktu, yang dipersatukan oleh sebuah gagasan. Ketika organisasi kehilangan kemampuan melahirkan gagasan, sesungguhnya ia sedang kehilangan masa depannya.

Berita Lainnya  Meluruskan Narasi Sejarah, Karawang Adalah Pusat Peradaban Bukan Sekadar Rintasan Kerajaan Mataram

Senada dengan itu, Ali Shariati memandang bahwa perubahan sosial selalu dimulai dari kesadaran (conscientization). Ia mengkritik kaum intelektual yang hanya menjadi penonton sejarah.

Bagi Shariati, seorang intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk membangunkan masyarakat, mengubah cara berpikir, dan menjadi pelopor transformasi. Organisasi yang hanya sibuk mengurus struktur, tetapi kehilangan misi pencerahan, perlahan akan kehilangan relevansi.

Dalam konteks Indonesia, Kuntowijoyo menawarkan konsep Ilmu Sosial Profetik sebagai arah perubahan sosial. Menurutnya, gerakan sosial Islam harus berpijak pada tiga nilai utama: humanisasi, yakni memanusiakan manusia; liberasi, membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk ketidakadilan; dan transendensi, menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai orientasi perubahan.

Dengan demikian, organisasi tidak hanya mengejar efektivitas, tetapi juga menjaga dimensi moral dan spiritual dalam setiap langkahnya.

Berita Lainnya  Bukan Pengupas Bawang, Tetapi Penjahit

Berangkat dari ketiga pemikiran tersebut, Musyawarah Wilayah KAHMI Jawa Barat semestinya tidak dipahami sekadar sebagai agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini harus menjadi momentum reorientasi organisasi, dari budaya administratif menuju budaya intelektual; dari organisasi yang reaktif menjadi organisasi yang visioner; dari kebanggaan terhadap sejarah menjadi keberanian menciptakan sejarah baru.

KAHMI Jawa Barat memiliki modal besar berupa jaringan alumni yang tersebar di dunia akademik, birokrasi, dunia usaha, pesantren, organisasi masyarakat, dan ruang-ruang kebijakan publik. Modal tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila dikonsolidasikan menjadi pusat produksi gagasan, laboratorium kepemimpinan, dan mitra strategis dalam pembangunan Jawa Barat.

Jangan sampai KAHMI Jawa Barat mengalami apa yang dialami Nokia: memiliki nama besar, tetapi kehilangan arah perubahan. Sejarah tidak pernah memberi penghargaan kepada mereka yang sekadar mempertahankan masa lalu. Sejarah selalu berpihak kepada mereka yang berani membaca zaman, membangun gagasan, dan memimpin perubahan.

Berita Lainnya  Mulasara Lembur, Ngahudangkeun Jati Diri Sunda, Sangkan Lembur Resik, Bebas Tina Runtah

Musyawarah Wilayah bukanlah garis akhir dari sebuah kepengurusan. Ia adalah titik awal untuk memastikan KAHMI Jawa Barat tetap menjadi rumah besar insan cita yang relevan, berpengaruh, dan mampu menghadirkan solusi bagi umat, bangsa, dan Jawa Barat. Karena pada akhirnya, organisasi tidak dikenang karena usia atau kebesaran namanya, melainkan karena kemampuannya menjawab tantangan zamannya.***

Penulis

Muslim Hafidz, M.Si
Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

BOGOR - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur di Desa...

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA - Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan...

Praperadilan Febrie Ardiansyah Minta Hakim Batalkan Status Tersangka dan Kembalikan Barang Sitaan

JAKARTA - Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah melalui kuasa hukumnya, Muhammad Farizi, meminta Hakim Tunggal Richard Edwin mengabulkan seluruh permohonan praperadilan yang diajukannya. Dalam permohonan yang...

Karnaval Agustusan di Cicalengka Berujung Ricuh dan Adu Jotos

BANDUNG - Karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Jalan Raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Senin (17/8/2026) berujung ricuh akibat sekelompok orang yang diduga mabuk...

Hukum

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan