Senin, Agustus 10, 2026
spot_img

Kondisi 11 Warga Bekasi Korban Kecelakaan KRL Mulai Membaik

BEKASI – Sebanyak 11 warga Kabupaten Bekasi yang menjadi korban kecelakaan KRL Commuter Line Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif di RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).

Dari jumlah tersebut, satu pasien masih menjalani operasi, sementara lainnya dilaporkan dalam kondisi membaik.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang datang langsung menjenguk para korban menyampaikan bahwa kondisi pasien secara umum menunjukkan perkembangan positif.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

“Dari yang kami lihat hari ini, ada 11 pasien yang masih dirawat. Satu orang sedang dalam tindakan operasi, sementara yang lain kondisinya relatif baik dan terus dalam pemantauan,” ujarnya usai membesuk 11 warganya.

Ia menjelaskan, pasien yang telah pulih nantinya diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemeriksaan lanjutan di RSUD Kabupaten Bekasi. Koordinasi antar rumah sakit pun akan terus dilakukan untuk memastikan kesinambungan perawatan korban.

“Jika sudah sembuh, pasien bisa kembali ke rumah. Untuk kontrol lanjutan, bisa dilakukan di RSUD Kabupaten Bekasi. Nanti akan ada komunikasi lanjutan antar rumah sakit,” tambahnya.

Berita Lainnya  Menakar Nilai Ekologi Sunda Kuno, Refleksi Historis untuk Mengurai Sengkarut Tata Ruang Karawang

Dalam kunjungan tersebut, Asep juga menyempatkan diri menyapa para korban secara langsung dari kamar ke kamar.

Ia memberikan dukungan moril kepada warga Kabupaten Bekasi yang masih menjalani perawatan pascakecelakaan.

Selain memastikan kondisi pasien, Plt Bupati juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Bekasi dalam membantu penanganan korban, khususnya dalam pelayanan medis di RSUD Chasbullah Abdul Majid.

“Terima kasih kepada Pemkot Bekasi yang telah membantu masyarakat Kabupaten Bekasi. Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik dalam situasi darurat seperti ini,” katanya.***

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik Persalinan, Klinik Zhafira Zarifa Karawang Disomasi Kuasa Hukum Pasien

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan