Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Stasiun KA Bekasi Timur Dibanjiri Buket Bunga, ‘Selamat Jalan bagi Mereka yang Telah Tiada’

KOTA BEKASI – Suasana berbeda tampak di Stasiun Bekasi Timur beberapa hari setelah tragedi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta–Cikarang pada Senin (27/4/2026) malam.

Sejumlah buket bunga membanjiri beberapa sudut stasiun sebagai bentuk ucapan bela sungkawa dari warga yang sehari-harinya sudah terbiasa beraktivitas di Stasiun KA Bekasi Timur.

Di sudut-sudut peron, deretan buket bunga memenuhi area stasiun, disertai secarik kertas berisi pesan duka dan doa bagi para korban.

Aroma bunga yang semerbak bercampur dengan kesibukan penumpang yang tetap berlalu-lalang, menciptakan suasana haru yang tak biasa.

Di tengah aktivitas stasiun yang kembali berjalan, jejak empati dari masyarakat terasa begitu kuat.

Sabrina (24), salah satu penumpang KRL, tampak meletakkan karangan bunga yang dibawanya di area stasiun.

Ia sengaja membawa bunga tersebut untuk menyampaikan duka cita dan doa untuk para korban.

“Alasan bawa bunga ke sini karena saya sudah hampir setahun jadi pengguna KRL. Jadi benar-benar kerasa kesedihan dan duka yang ada di Stasiun Bekasi Timur ini,” ujar Sabrina saat ditemui Kompas.com, Kamis (30/4/2026).

Berita Lainnya  Audiensi dengan BPJS Kesehatan, LSM Laskar NKRI Dorong Peningkatan Layanan dan Penguatan Aduan Masyarakat
Seorang warga terlihat menangis saat mengenang para korban tabrakan kereta api.

Sebagai pengguna rutin KRL, ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan para korban yang sehari-hari menjalani aktivitas serupa.

“Bagaimanapun juga saya merasakan bagaimana rasanya desak-desakan di stasiun, pulang-pergi naik KRL itu seperti apa. Jadi benar-benar merasa sedih walaupun tidak terdampak secara langsung,” kata dia.

Di hari ulang tahunnya, Sabrina memilih merayakan dengan cara yang berbeda. Ia membawa bunga dan memanjatkan doa dengan harapan tidak ada tragedi serupa terulang.

“Sudah meniatkan dari awal, karena hari ini tepat hari ulang tahun saya, jadi saya ingin memberi bunga juga untuk ditaruh di sini,” ucapnya.

Ia berharap doa yang dipanjatkan dapat memberi ketenangan bagi para korban dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Di hari ini saya berdoa khusus untuk para korban, semoga mereka tenang di sana. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya.

Berita Lainnya  Heboh 'Mata Air Keramat' di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Hal serupa juga dilakukan Amanda Devina (27), yang datang dengan membawa bunga sebagai bentuk penghormatan, khususnya bagi para perempuan yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Ia menyebut, bunga yang ia letakkan merupakan simbol penghargaan bagi para perempuan yang setiap hari berjuang menggunakan transportasi publik.

Kalian semua wanita hebat. Wanita pejuang, wanita yang rela berdesak-desakan demi mencari nafkah, meraih pendidikan, dan berjuang demi kehidupan,” ungkap Amanda.

Ia berharap bunga yang diletakkan di sudut stasiun tak sekadar menjadi penghias, tetapi juga membawa makna yang lebih dalam.

“Saya harap bunga ini tidak hanya memberikan harum di sudut Stasiun Bekasi Timur, tapi juga memberikan cinta kasih yang tulus, disertai dengan harapan dan doa bahwa korban bisa ditempatkan di sisi terbaik Sang Pencipta,” kata dia.

Berita Lainnya  KDM atau H. Jenal Aripin yang 'Cuci Tangan', Askun : "Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?"

Di tengah rutinitas yang kembali berjalan, kehadiran bunga-bunga dan pesan duka itu menjadi pengingat bahwa tragedi yang terjadi tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menggugah empati banyak orang yang merasakannya dari dekat. Baik sebagai sesama pengguna KRL, maupun sebagai sesama manusia.

Sebagai informasi, kecelakaan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB. Secara keseluruhan, jumlah korban dalam peristiwa tersebut mencapai 106 orang.

Sebanyak 16 orang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.  Sementara seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.***

Sumber : Kompas.com
Foto : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Kamar Kos Aktivis Mahasiswa di Bekasi Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamar kos milik Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, diduga dibakar oleh orang tak...

Viral Karyawan Minimarket Menangis Emosional Saat Memergoki 2 Emak-emak Mengambil Barang Tanpa Membayar

Pegawai Indomaret di OKU Selatan menangis emosional karena sering harus menombok atau mengganti barang yang hilang akibat pencurian saat memergoki dua emak-emak atau ibu-ibu...

Akibat Kepsek Tampar Siswa, Sejumlah Wali Murid dan Siswa Gelar Protes di SMPN 18 Kota Malang

Aksi protes oleh ratusan siswa dan wali murid terjadi di SMPN 18 Kota Malang pada Jumat, 25 September 2026 pagi. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh...

Hukum

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan