Rabu, Juni 17, 2026
spot_img

Guru SD Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta, KDM Jadikan Anak Almarhum Nurlaela sebagai Anak Angkat

BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mendukung investigasi mendalam oleh pihak berwenang terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.

Ia mengaharapkan investigasi dilakukan dengan baik agar menjadi evaluasi bersama kedepannya terhadap layanan transportasi massal.

“Investigasi harus dilakukan dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa,” kata KDM saat mendatangi rumah duka Nurlaela (40) guru SD korban meninggal kecelakaan kereta di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026).

KDM menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama. Salah satunya ialah jalur perlintasan kereta api yang masih banyak jalur lintasan tidak resmi. Sehingga tidak dilengkapi palang pintu otomatis resmi.

Berita Lainnya  ASN di Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

“Kita semua harus secara bersama-sama untuk menyelesaikan membebaskan problem kecelakaan termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api,” kata KDM.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mendatangi rumah duka korban meninggal kecelakaan kereta bernama Nurlaela (40) di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026) sore.

Kedatangannya bersama pejabat Pemprov Jabar langsung diterima keluarga korban. KDM langsung berbincang dengan ibu dan ayah korban yang telah menunggu di depan rumahnya.

Kemudian, KDM masuk ke dalam rumahnya. Di dalam ia bertemu dengan suami dan anak korban Nurlaela. Kurang lebih 20 menit KDM menayakan cerita dari keluarga mengenai kejadian yang menimpa Nurlaela.

Berita Lainnya  Viral Video Klarifikasi Ibu Santriwati di Pekalongan : 'Anak Saya Hamil karena Mimpi dan Karunia Allah'

Tak lama itu, KDM mengungkap akan menjadikan anak Nurlaela sebagai anak angkatnya dan menjamin biaya untuk sekolahnya sampai kuliah.

Pada kesempatan itu, KDM menyampaikan belasungkawa dan memberikan uang santunan sebesar Rp 50 juta.

Kepada awak media, Dedi Mulyadi mendorong investigatif yang dilakukan pihak berwenang untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut.

“Saya dan atas nama pemerintah provinsi mengucapkan rasa duka kami. Kepada keluarga almarhuman Nurlaela dan juga korban lainnya baik yang meninggal, luka-luka yang masih dirawat maupun sudah pulang,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan kembali semua hal terkait kecelakaan harus diinvestigasi dengan baik, sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa.

Berita Lainnya  Pohon Tumbang di Karawang Timpa Truk Kontainer Peti Kemas, Sopir dan Penumpang Perempuan Tewas

“Kita berkomitmen berikan bantuan alami luka-luka, masih dirawat maupun sudah meninggal dan ini bersama-sama karena ditangani BPJS, KAI, asuransi dan termasuk bapak presiden sudah turun,” kata dia.

Tangis haru menyelimuti pemakaman Nurlaela (30) warga Cikarang Timur Kabupaten Bekasi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Korban merupakan warga Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenazah dimakaman di pemakaman tak jauh dari rumah duka.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

BEM Bersatu Duga Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

JAKARTA - Aliansi mahasiswa yang menamakan diri BEM Bersatu menduga ada oknum mantan petinggi militer, yakni Jenderal TNI (Purnawirawan) SS di balik gerakan penolakan...

Lagi, Ayah di Karawang Perkosa Anak Kandung, Korban Sempat Melawan Tapi Tak Berdaya

KARAWANG - Belum juga reda rasa sedih dan amarah publik terhadap kasus pencabulan balita perempuan usia 3 tahun oleh ayah kandungnya J (39), warga...

Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

PURWAKARTA - Kasus kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemkab Purwakarta - Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik terkait pertanyaan apakah Kepala Bidang Pengelolaan Aset...

Detik-detik Mahasiswa Teriaki Budiman Sudjatmiko ‘Pengkhianat Reformasi’

JAKARTA - Kericuhan mewarnai jalannya diskusi publik yang digelar platform Total Politik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026)...

70 Ribu Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri akan Ditampung di Sekolah Swasta, KDM : Biaya Ditanggung Pemprov Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 444.000 siswa yang sudah terpetakan dalam...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan