Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

Pihak Pesantren Bantah Adanya Pencabulan Santriwati oleh Oknum Ustaz

KARAWANG – Pihak keluarga pondok pesantren (ponpes) di Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, membantah terkait adanya kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oknum ustaz terhadap beberapa santriwati hingga mengalami kehamilan.

Perwakilan keluarga pesantren, Siti Aisyah memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan oleh sekelompok orang yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut berlangsung selama dua malam berturut-turut dengan eskalasi kerusakan yang semakin parah.

Menurutnya, pada malam pertama, massa hanya merusak pagar serta plang nama pesantren. Namun situasi memburuk pada malam kedua, ketika jumlah massa meningkat hingga sekitar 100 orang atau lebih.

Berita Lainnya  Siswa SMPN 3 Wates Dua Kali Keracunan MBG, Orang Tua Minta Program Dihentikan

“Penyerangan malam kedua jauh lebih parah. Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, massa merusak gerbang utama, pagar, hingga merobohkan dua gazebo dan dua saung,” ujar Siti Aisyah, dilansir dari postingan instagram @informasi_karawang.

Tak hanya itu, massa juga melempari rumah yang menjadi sasaran serta kantor pesantren menggunakan batu hingga menyebabkan kaca-kaca pecah. Bahkan, disebutkan sebagian massa membawa senjata tajam seperti parang.

Siti Aisyah menuturkan, aksi penyerangan tersebut diduga dipicu oleh provokasi dengan dalih balas dendam.

Berita Lainnya  Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

Isu yang beredar di masyarakat menyebut adanya dugaan pencabulan yang dilakukan pengurus yayasan terhadap santri di bawah umur. Namun, pihak pesantren menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Akibat situasi yang mencekam serta adanya ancaman, para santri dilaporkan mengalami ketakutan. Sebagian besar memilih pulang ke rumah masing-masing, sehingga aktivitas pesantren terhenti total.

“Awalnya ada sekitar 40 santri laki-laki dan 40 santri perempuan. Sekarang yang tersisa hanya sekitar 10 santri laki-laki, lainnya sudah pulang karena takut,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Liga Tarkam di Purbalingga Ricuh, Wasit Bonyok Dikeroyok Suporter

Saat ini, kondisi pesantren dilaporkan dalam keadaan kosong dan tidak beroperasi. Pihak keluarga berharap situasi segera kondusif, serta meminta perlindungan bagi lingkungan pesantren dari potensi aksi lanjutan.

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan penyelidikan, guna mengantisipasi kejadian serupa serta memastikan situasi tetap terkendali.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan