Rabu, April 29, 2026
spot_img

Pihak Pesantren Bantah Adanya Pencabulan Santriwati oleh Oknum Ustaz

KARAWANG – Pihak keluarga pondok pesantren (ponpes) di Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, membantah terkait adanya kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oknum ustaz terhadap beberapa santriwati hingga mengalami kehamilan.

Perwakilan keluarga pesantren, Siti Aisyah memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan oleh sekelompok orang yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut berlangsung selama dua malam berturut-turut dengan eskalasi kerusakan yang semakin parah.

Menurutnya, pada malam pertama, massa hanya merusak pagar serta plang nama pesantren. Namun situasi memburuk pada malam kedua, ketika jumlah massa meningkat hingga sekitar 100 orang atau lebih.

Berita Lainnya  Kasus Pengrusakan SPPG Pancawati - Karawang Berujung Damai

“Penyerangan malam kedua jauh lebih parah. Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, massa merusak gerbang utama, pagar, hingga merobohkan dua gazebo dan dua saung,” ujar Siti Aisyah, dilansir dari postingan instagram @informasi_karawang.

Tak hanya itu, massa juga melempari rumah yang menjadi sasaran serta kantor pesantren menggunakan batu hingga menyebabkan kaca-kaca pecah. Bahkan, disebutkan sebagian massa membawa senjata tajam seperti parang.

Siti Aisyah menuturkan, aksi penyerangan tersebut diduga dipicu oleh provokasi dengan dalih balas dendam.

Berita Lainnya  Kebakaran di Lubang Buaya - Jaktim, 1 Perempuan Tewas

Isu yang beredar di masyarakat menyebut adanya dugaan pencabulan yang dilakukan pengurus yayasan terhadap santri di bawah umur. Namun, pihak pesantren menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Akibat situasi yang mencekam serta adanya ancaman, para santri dilaporkan mengalami ketakutan. Sebagian besar memilih pulang ke rumah masing-masing, sehingga aktivitas pesantren terhenti total.

“Awalnya ada sekitar 40 santri laki-laki dan 40 santri perempuan. Sekarang yang tersisa hanya sekitar 10 santri laki-laki, lainnya sudah pulang karena takut,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Kecelakaan Maut KA dengan KRL di Bekasi, 4 Orang Tewas

Saat ini, kondisi pesantren dilaporkan dalam keadaan kosong dan tidak beroperasi. Pihak keluarga berharap situasi segera kondusif, serta meminta perlindungan bagi lingkungan pesantren dari potensi aksi lanjutan.

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan penyelidikan, guna mengantisipasi kejadian serupa serta memastikan situasi tetap terkendali.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sidang Gugatan di MK, Akademisi Minta MBG Tak Masuk Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Sejumlah akademisi yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dimasukkan sebagai bagian...

Jadi Broker Proyek, Lippo Diperiksa Polda Metro Jaya

JAKARTA - Polda Metro Jaya memeriksa anggota kepolisian aktif Polsek Cimanggis, Polres Depok, Aiptu YS alias Lippo, terkait dugaan keterlibatan sebagai broker proyek pengadaan...

Soal Dana Koperasi, Puluhan Eks Karyawan PT. Pindo Deli ‘Ngadu’ ke Tim Jabar Istimewa

KARAWANG - Puluhan mantan karyawan PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills akhirnya buka suara, soal dugaan pengelolaan dana koperasi yang disebut belum sepenuhnya...

Jelang May Day, Kapolres Karawang: Awas! Provokasi di Medsos

KARAWANG - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang, Polres Karawang mulai memperketat pengamanan. Selain kesiapan fisik di lapangan,...

Oknum Ustaz Diduga Cabuli Santriwati hingga Hamil, Warga Demo Pondok Pesantren

KARAWANG - Puluhan warga Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menggelar aksi protes terhadap salah satu yayasan pondok pesantren (ponpes), Senin (27/4/2026) malam. Aksi...

Hukum

Sidang Gugatan di MK, Akademisi Minta MBG Tak Masuk Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Sejumlah akademisi yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dimasukkan sebagai bagian...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan