Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Pihak Pesantren Bantah Adanya Pencabulan Santriwati oleh Oknum Ustaz

KARAWANG – Pihak keluarga pondok pesantren (ponpes) di Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, membantah terkait adanya kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oknum ustaz terhadap beberapa santriwati hingga mengalami kehamilan.

Perwakilan keluarga pesantren, Siti Aisyah memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan oleh sekelompok orang yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut berlangsung selama dua malam berturut-turut dengan eskalasi kerusakan yang semakin parah.

Menurutnya, pada malam pertama, massa hanya merusak pagar serta plang nama pesantren. Namun situasi memburuk pada malam kedua, ketika jumlah massa meningkat hingga sekitar 100 orang atau lebih.

Berita Lainnya  Aksi Pengejaran Mobil CR-V Pelaku Tabrak Lari Berlangsung Dramatis, Warga Temukan Plastik Diduga Narkotika

“Penyerangan malam kedua jauh lebih parah. Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, massa merusak gerbang utama, pagar, hingga merobohkan dua gazebo dan dua saung,” ujar Siti Aisyah, dilansir dari postingan instagram @informasi_karawang.

Tak hanya itu, massa juga melempari rumah yang menjadi sasaran serta kantor pesantren menggunakan batu hingga menyebabkan kaca-kaca pecah. Bahkan, disebutkan sebagian massa membawa senjata tajam seperti parang.

Siti Aisyah menuturkan, aksi penyerangan tersebut diduga dipicu oleh provokasi dengan dalih balas dendam.

Berita Lainnya  Bawa 243 Orang, Kapal Feri Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa

Isu yang beredar di masyarakat menyebut adanya dugaan pencabulan yang dilakukan pengurus yayasan terhadap santri di bawah umur. Namun, pihak pesantren menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Akibat situasi yang mencekam serta adanya ancaman, para santri dilaporkan mengalami ketakutan. Sebagian besar memilih pulang ke rumah masing-masing, sehingga aktivitas pesantren terhenti total.

“Awalnya ada sekitar 40 santri laki-laki dan 40 santri perempuan. Sekarang yang tersisa hanya sekitar 10 santri laki-laki, lainnya sudah pulang karena takut,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Saat ini, kondisi pesantren dilaporkan dalam keadaan kosong dan tidak beroperasi. Pihak keluarga berharap situasi segera kondusif, serta meminta perlindungan bagi lingkungan pesantren dari potensi aksi lanjutan.

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan penyelidikan, guna mengantisipasi kejadian serupa serta memastikan situasi tetap terkendali.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Kamar Kos Aktivis Mahasiswa di Bekasi Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamar kos milik Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, diduga dibakar oleh orang tak...

Viral Karyawan Minimarket Menangis Emosional Saat Memergoki 2 Emak-emak Mengambil Barang Tanpa Membayar

Pegawai Indomaret di OKU Selatan menangis emosional karena sering harus menombok atau mengganti barang yang hilang akibat pencurian saat memergoki dua emak-emak atau ibu-ibu...

Akibat Kepsek Tampar Siswa, Sejumlah Wali Murid dan Siswa Gelar Protes di SMPN 18 Kota Malang

Aksi protes oleh ratusan siswa dan wali murid terjadi di SMPN 18 Kota Malang pada Jumat, 25 September 2026 pagi. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh...

Hukum

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan