Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Mobil : “Semakin Ditekan Semakin Melawan”

JAKARTA – Dugaan teror terhadap aktivis yang kritis terhadap pemerintah, kembali terjadi. Kali ini menimpa Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Aktivis mahasiswa yang dikenal sangat kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo itu mengaku menemukan alat pelacak yang diduga dipasang secara misterius di mobil yang digunakannya setelah mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Gejayan, Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Temuan tersebut bermula ketika Tiyo menerima notifikasi pada perangkat elektronik yang digunakannya. Peringatan itu menginformasikan adanya perangkat pelacak yang terdeteksi bergerak mengikuti perjalanannya.

Merasa ada hal yang tidak biasa, Tiyo kemudian memeriksa kendaraan yang sedang dipakainya. Dari hasil pemeriksaan, ia menemukan sebuah benda yang diduga sebagai alat pelacak terpasang di bagian bawah rangka mobil.

Mobil yang digunakan Tiyo diketahui bukan kendaraan pribadinya, melainkan milik saudaranya yang dipinjam untuk aktivitas sehari-hari. Ia mengaku sengaja menggunakan kendaraan tersebut karena belakangan merasa kondisi keamanannya kurang nyaman.

Berita Lainnya  Raker Ghazali Center Indonesia Hasilkan 5 Rekomendasi Eksternal untuk Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Tiyo mengaku memahami betul alat pelacat tersebut. “Alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini, karena muncul di notifikasi ponsel saya bahwa ada perangkat yang mengikuti pergerakan saya. Setelah dicek, ternyata ada alat yang menempel di bawah mobil,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu, 14 Juni 2026.

Tiyo mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang perangkat tersebut maupun sejak kapan alat itu berada di kendaraan yang digunakannya. Setelah menemukan benda tersebut, ia berdiskusi dengan sejumlah rekannya untuk memastikan langkah yang harus dilakukan.

Menurut dia, beberapa rekannya menyarankan agar perangkat tersebut segera dinonaktifkan guna mencegah kemungkinan pelacakan lebih lanjut.

Temuan itu kemudian memunculkan dugaan adanya penguntitan terhadap dirinya. Tiyo menilai pemasangan alat pelacak tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Berita Lainnya  Iming-iming Kerja di Pemerintahan, Perawat ASN di Cianjur Diduga Lakukan Asusila Sesama Jenis

Selain mengungkap temuan alat pelacak, Tiyo juga mengaku menerima informasi mengenai adanya mahasiswa dan pengurus BEM yang mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal.

Ia menyebut laporan tersebut mulai bermunculan sejak Sabtu, 13 Juni 2026. Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah mahasiswa yang mengalami hal serupa diduga mencapai puluhan orang.

Namun hingga kini belum ada data resmi maupun verifikasi independen terkait jumlah penerima pesan tersebut. Informasi tersebut masih berdasarkan laporan yang diterima dari jaringan mahasiswa.

Tiyo berharap tidak ada pihak yang menggunakan cara-cara intimidatif terhadap warga negara yang menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurutnya, kritik dan aspirasi merupakan bentuk kecintaan terhadap negeri, yang seharusnya tidak dibalas dengan cara-cara represi.

“Ini adalah kejadian yang menjijikkan yang juga menunjukkan betapa menjijikkanya rezim yang hari ini berkuasa. Mari rekan-rekan kita pastikan, semakin ditekan, semakin melawan. Semakin diteror, semakin gacor. Semakin diintimidasi dan direpresi, maka semakin cepat revolusi. Terima kasih pak Prabowo,” tegas mahasiswa Fakultas Filsafat UGM ini.

Berita Lainnya  Viral Video Oknum Anggota Polisi Tampar Siswa

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun instansi terkait mengenai temuan alat pelacak tersebut. Belum diketahui pula jenis perangkat yang ditemukan, siapa pihak yang memasangnya, serta apakah terdapat kaitan dengan aktivitas demonstrasi yang diikuti Tiyo.

Tiyo Ardianto selama ini dikenal sebagai salah satu pihak yang cukup keras mengkritik berbagai kebijakan Presiden Prabowo. Seperti Makan Bergizi Gratis yang ia pelesetkan menjadi “Maling Berkedok Gizi”.***

Artikel ini telah tayang di jatimnet.com : https://jatimnet.com/diduga-dibuntuti-alat-pelacak-eks-ketua-bem-ugm-tiyo-ardianto-semakin-ditekan-semakin-melawan

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan