Rabu, Juni 10, 2026
spot_img

Pertama di Indonesia, Kabupaten Bekasi Bentuk Satgas Perlindungan Guru

BEKASI – Kabupaten Bekasi mencatatkan sejarah baru di dunia pendidikan tanah air. Daerah ini menjadi yang pertama di Indonesia yang menginisiasi pembentukan Satgas Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang kini tengah digodok.

Langkah berani ini diambil untuk memberikan payung hukum, rasa aman, dan kepastian bagi para pahlawan tanpa tanda jasa saat menjalankan tugas di lingkungan sekolah.

Anggota Pansus 12 DPRD Kabupaten Bekasi, H. Boby Agus Ramdan, mengungkapkan bahwa terobosan ini telah mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Kementerian Pendidikan.

“Satgas yang ada dalam Perda ini disebut oleh Kementerian Pendidikan sebagai yang pertama di Indonesia. Ini bukan hanya untuk Kabupaten Bekasi, tapi menjadi perhatian nasional,” ujar Boby, Jumat (24/4/2026).

Berita Lainnya  PDIP Dukung Moratorium Dapur dan Refocusing MBG

Saking visionernya langkah ini, Kementerian Pendidikan dikabarkan akan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia untuk membahas pembentukan Satgas serupa, merujuk pada Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026.

Selama ini, guru kerap merasa sendirian saat menghadapi persoalan hukum atau gesekan dengan wali murid. Kehadiran Satgas ini diharapkan menjadi wadah resmi yang menangani konflik tersebut secara profesional.

“Respon guru sangat bagus, bahkan ada yang sampai menangis. Mereka merasa akhirnya ada perlindungan nyata,” ungkap Boby menceritakan pengalamannya saat mengunjungi SMPN 3 Cikarang Utara dan SDN 11 Sukaresmi.

Berita Lainnya  Hampir Meneteskan Air Mata, Semringah Siswa Viral Sultan saat Mendapat Bantuan Sepeda dari Ketua MKGR

Perda ini dirancang inklusif. Boby menegaskan perlindungan akan mencakup seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi seperti Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Madrasah), tenaga pendidik Non-formal hingga koordinasi khusus dengan Provinsi untuk guru SMA/SMK/SLB.

Satgas Pendidikan ini nantinya akan dibentuk melalui SK Kepala Dinas Pendidikan. Isinya tidak hanya dari kalangan birokrat, tetapi juga melibatkan akademisi, praktisi hukum, tokoh pendidikan.

“Ketika ada kasus, rujukannya akan ke satgas ini. Jadi ada proses mediasi dan pendampingan hukum yang jelas,” tambah Boby.

Berita Lainnya  Polda Jabar akan Tindak Konten 'Teror Pocong' di Media Sosial

Pihak DPRD berharap Perda ini segera disahkan dalam waktu dekat. Targetnya sederhana namun mendalam: jika guru merasa aman dan terlindungi, kualitas pengajaran pun akan meningkat drastis demi masa depan anak-anak di Kabupaten Bekasi.***

Sumber : gobekasi.id
Foto : Pansus 12 DPRD Kabupaten Bekasi saat mengunjungi dua sekolahs serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemmendikdasmen) dalam pembahasan perda perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Polres Karawang Amankan 5 Pemuda dalam ‘Video Viral Pesta Gay’ di Theatre Night Mart

KARAWANG - Pasca viral video diduga pesta gay sekelompok pemuda di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev Karawang - Jawa...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan