Jumat, Mei 22, 2026
spot_img

Dana Bantuan Provinsi Turun Drastis, Anggota DPRD Sukabumi Kritik Dedi Mulyadi

SUKABUMI – Transfer keseluruhan dana dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi turun drastis di periode Dedi Mulyadi.

Hal itu diungkap oleh anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet yang mengatakan bahwa total keseluruhan dana dari provinsi kini mengalami penurunan.

“Sekarang kita cuman menerima dana bantuan dari provinsi itu hanya Rp 1,5 miliar dari Rp 80 miliar di kepemimpinan Ridwan Kamil,” kata Henry, dilansir dari Kompas.

Berita Lainnya  Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

Henry memaparkan bahwa besaran transfer dana dari provinsi tersebut memang mengalami penurunan dari setiap periode Gubernur Jawa Barat.

Saat masa kepemimpinan Ahmad Heriawan Kota Sukabumi mendapatkan Rp 113 miliar, Masa Ridwan Kamil Rp 80 miliar, dan di masa Gubernur Dedi Mulyadi Rp 1,5 miliar.

“Kalau pun ada pengurangan jangan sampe Rp 1,5 Miliar banget, idealnya meski karena efesiensi minimal Rp 40 miliar atau Rp 50 miliar-lah, jangan dari Rp 80 miliar langsung turun ke Rp 1,5 miliar supaya kita ada dana tambahan sedikit untuk program program itu ada anggarannya,” kata Henry.

Berita Lainnya  Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

Selain dampak pengurangan transfer keuangan dari Pemprov Jabar, Henry menuturkan bahwa tahun ini Kota Sukabumi juga tak mendapat jatah kuota BPJS dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia kemudian mengkritik keras political will dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi agar bisa memprioritaskan program yang menyentuh masyarakat daripada kegiatan seremonial.

“BPJS bantuan provinsi untuk Kota Sukabumi tahun ini tidak ada, biasanya kita dapet bantuan 40 persen kini tidak ya, (padahal) kita lebih memerlukan bantuan untuk orang sakit dari pada ada program arak-arakan naik kuda seperti raja,” tutup Henry.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

2 Buruh Tani di Pantura Subang Tewas Tersambar Petir

SUBANG - Nasib nahas menimpa dua orang buruh tani asal Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Subang, yang kehilangan nyawa akibat tersambar petir saat bekerja memanen...

Isu Teror Pocong di Tanggerang, Polisi Imbau Warga Tenang dan Tingkatkan Kewaspadaan

TANGGERANG - Isu liar teror 'pocong' mencuat di bilangan Tangerang. Isu itu menyebutkan adanya pocong tipuan meneror warga di Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten. Heboh isu...

Mangkir dari Panggilan DPRD Karawang, Koperasi Pindo Deli Siap-siap Dipolisikan

KARAWANG - Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar Komisi II DPRD Karawang, Kamis (21/5/2026). RDP ini membahas persoalan aduan puluhan eks anggota Koperasi PT. Pindo...

GRIB Jaya Dukung Kejari Karawang Bongkar Korupsi, dari Mulai Pokir Dewan hingga Jual Beli Proyek Dinas

KARAWANG - Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) mendukung langkah penegakan hukum oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, khususnya dalam penanganan kasus dugaan ...

Ada Oknum Jual Nama KDM, Abang Ijo : “Bang Jo Khodam-nya Dedi Mulyadi”

PURWAKARTA - Terkait persoalan piutang pribadi yang sedang dipersoalkan Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, kabar teranyar menyebutkan ada oknum yang mengatasnamakan utusan Gubernur...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan