Minggu, Juli 5, 2026
spot_img

Orangtua Enggan Lepas Anaknya di Asrama, Sekolah Rakyat Jenjang SD di Bekasi Minim Peminat

BEKASI – Sekolah Rakyat jenjang sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bekasi masih minim peminat. Keengganan orangtua melepas anak tinggal di asrama menjadi penyebabnya.

Diketahui, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum seperti sekolah pada umumnya. Kementerian Sosial menerapkan sistem jemput bola berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menjaring calon siswa.

Program itu diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem kategori desil 1 dan desil 2, terutama yang putus sekolah atau belum pernah bersekolah.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengatakan minat untuk jenjang SD masih rendah karena sebagian orangtua belum bersedia anaknya tinggal di asrama.

“Nah yang SD ini masih ada kendala karena ibunya kan belum mau ngasih anaknya di boarding (tinggal di asrama,red) sini,” kata Dudung.

Hal itu dikatakan Dudung saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (18/5/2026).

Berita Lainnya  Viral Video Anggota TNI Diduga Intimidasi Petani di Tasikmalaya

Progres pembangunan sarana program pendidikan inklusif berasrama gratis yang digagas pemerintah itu menunjukkan perkembangan signifikan sejak mulai dikerjakan awal Januari 2026.

“Capaian (progres pembangunan,red) saat ini sudah 65,2 persen,” kata Dudung.

Ia mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi berjalan selaras dengan target nasional. Hingga saat ini, pemerintah telah membangun 93 Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Menurut Dudung, Sekolah Rakyat dibangun dengan fasilitas yang cukup lengkap. Selain ruang belajar dan asrama, sekolah itu juga dilengkapi sarana olahraga serta area bermain bagi siswa.

Seluruh kebutuhan siswa akan ditanggung pemerintah, mulai dari pakaian, sepatu, makanan, hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya. Ia menegaskan pembangunan sekolah tersebut harus diawasi dengan baik.

“Menurut saya luar biasa. Pembangunan Rp200 sekian miliar ini dikontrol betul, sehingga banyak hal-hal yang harus kita kendalikan,” katanya.

Berita Lainnya  Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 agar bisa mulai beroperasi tahun ajaran 2026/2027 pada Juli. Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 5,4 hektare itu mampu menampung 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari wilayah Kabupaten Bekasi.

“Rencana siswanya ada 1080 yang terdiri dari SD, SMP, SMA,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan Kabupaten Bekasi mendapat kuota sebanyak 1.080 siswa untuk Sekolah Rakyat tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi sementara, jumlah pendaftar terdiri dari 10 calon siswa SD, 71 calon siswa SMP, dan 80 calon siswa SMA.

“Yang SD kenapa sedikit, karena orangtuanya belum benar-benar mau melepas. Tapi sekolah ini kan bukan hanya untuk pemula, ada juga yang putus sekolah. Ada usianya 13 tahun masuk ke SD, ada. Karena mereka putus sekolah, mau untuk melanjutkan,” tutur Asep.

Berita Lainnya  Bawa Isu Nasional hingga Soroti Kepemilikan SPPG oleh Anggota Dewan, Aliansi Mahasiswa Demo DPRD Kota Bekasi

Menurut Asep, pemerintah daerah saat ini masih melakukan verifikasi data calon siswa bersama Dinas Sosial dan Kementerian Sosial. Verifikasi dilakukan agar kuota yang tersedia benar-benar diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak jalanan dan anak putus sekolah.

“Jadi syaratnya ada desil 1, desil 2. Nanti itu Dinas Sosial bekerja. Mana aja yang masuk desil 1, desil 2, ya itu ditawarkan. Kita lihat yang putus sekolah. Nanti anak-anak jalanan yang mau putus sekolah. Langsung kita tarik untuk sekolah karena pembentukan karakter,” pungkas Asep. (ris)

Sumber : RadarBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

MUI Minta Koruptor Dihukum Mati

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar para pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia dijatuhi hukuman mati. Dampak destruktif dari korupsi dinilai telah berada...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan