Minggu, Mei 17, 2026
spot_img

Sering Disebut Melakukan Pemujaan dan Kelenik, ini Jawaban Dedi Mulyadi

BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengubah total cara pandang terhadap peninggalan sejarah Sunda.

Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa situs dan benda purbakala harus dipahami melalui pendekatan akademik dan peradaban, bukan sekadar dikaitkan dengan hal-hal mistis atau klenik.

Pesan kuat itu disampaikan KDM saat menghadiri diskusi kecagarbudayaan bertajuk “Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake” di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).

“Kegiatan ini adalah kita ingin mengubah cara pandang yang klenik menjadi cara pandang yang teknokratis. Sehingga ketika memahami benda-benda kepurbakalaan, maka kita harus melihat dari sudut peradaban,” ujar Dedi Mulyadi tegas.

Berita Lainnya  2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Menurut KDM, benda bersejarah seperti Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih merupakan bukti nyata dari kecerdasan berpikir serta kemajuan peradaban leluhur Sunda pada masanya.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya kajian ilmiah yang komprehensif, mulai dari pencatatan tanggal pembuatan, material yang digunakan, hingga makna filosofis di balik tulisan kuno tersebut.

Lebih lanjut, KDM menggarisbawahi bahwa hasil kajian sejarah ini nantinya harus dibukukan sebagai naskah akademik yang bisa menjadi fondasi pembangunan daerah, termasuk dalam konsep tata ruang dan identitas kawasan.

“Situs sejarah harus kembali jadi situs sejarah. Bukan untuk pemujaan, tetapi untuk konservasi, akademik, dan juga kenyamanan lingkungan,” tambahnya.

Berita Lainnya  Diduga Masih Pekerjakan THL, Pejabat PUPR 'Kangkangi' Kebijakan Bupati

Komitmen Pemprov Jabar dalam melestarikan budaya Sunda tidak main-main. Langkah nyata ini dibuktikan lewat rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertema “Nitis Wanci Batu Tulis” yang digelar di Kota Bogor pada Jumat (8/5/2026) malam lalu.

Dalam momen tersebut, KDM mengumumkan penggelontoran anggaran sebesar Rp9 miliiar untuk memperbaiki Museum Pajajaran. Selain itu, perbaikan infrastruktur secara masif seperti penataan jalan, trotoar, lampu, hingga taman akan dilakukan di sepanjang rute kirab untuk disulap menjadi kawasan terpadu yang estetik.

“Kami akan melakukan penataan jalan, trotoar, lampu serta tamannya, agar Pak Wali Kota fokus penataan kelurahan-kelurahan. Nanti, namanya Palataran Binokasih,” ungkap KDM.

Berita Lainnya  Cawe-cawe Pengelolaan Limbah Industri, Kades Sumurkondang Dilaporkan ke Kejaksaan

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KDM yang dinilai sukses membawa kembali keagungan budaya Sunda ke tengah masyarakat, termasuk mengarak Mahkota Binokasih dari Sumedang hingga ke Kota Bogor.

Dedie menilai, rangkaian kirab budaya dan diskusi ilmiah ini merupakan momentum penting untuk menghargai warisan leluhur.

“Termasuk menyampaikan nilai-nilai luhur untuk dijadikan pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya kepada generasi muda,” pungkas Dedie.***

Sumber : tvonenews.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diperkirakan Telan Anggaran Rp 2,7 Miliar untuk 4 Kabupaten, Kirab Milangkala Tatar Sunda Dinilai Tak Sesuai Sejarah

BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Erwinsyah mengkritik perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di...

Berpotensi Timbulkan Aneka Tafsir, Yusril Minta Pembuat Film Pesta Babi Jelaskan Makna Judul

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai judul film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman...

Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bicara soal nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Prabowo menilai, kondisi Indonesia masih kuat terutama...

2 Wisatawan Perempuan asal Karawang Tertimbun Longsor di Curug Cileat – Subang

SUBANG - Dua wisatawan yang merupakan warga asal Kabupaten Karawang dikabarkan tertimbun longsor di kawasan wisata Curug Cileat, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (15/5/2026). Kepastian...

KDM Usul 70% Pajak Pertambangan Dikembalikan ke Desa

BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi alias KDM mengusulkan 70% pajak dari aktivitas pertambangan dikembalikan kepada desa tempat tambang beroperasi. KDM mengatakan skema...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan