Senin, Juni 15, 2026
spot_img

Pemkot Bekasi akan Tanggung Biaya Pendidikan Anak Korban Tewas Kecelakaan Mobil MBG

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan menanggung biaya pendidikan anak korban tewas kecelakaan mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bekasi Timur.

Kepastian itu diucapkan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (14/5/2026).

“Anak korban juga akan menjadi perhatian kami (Pemkot Bekasi), kami siap membantu pembiayaan pendidikannya,” kata Tri dikutip dalam keterangannya, Kamis (14/5/2025).

Selain itu, Tri juga memastikan seluruh kebutuhan pengobatan dua korban yang selamat ditangani secara maksimal dan mendapat jaminan pembiayaan, baik melalui program BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

“Saya ingin mengucapkan belasungkawa karena kecelakaan kemarin itu, satu orang meninggal tukang tahu crispy, tentu saya merasa empati, prihatin. Tetap semangat buat keluarga, harus sabar, ikhlas, dan dua orang korban lainnya luka kini,” jelasnya.

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

Tri menuturkan, terkait dua korban selamat, yakni seorang kenek, dan pedagang ayam goreng. Terkhusus pedagang ayam goreng, akan menjalani tindakan medis lebih lanjut.

“Dua korban lainnya yaitu kenek dan pedagang chicken, yakni ibu-ibu, dia ada bagian tubuh yang patah. Hari ini saya memastikan korban yang dirawat itu semua tercover. Pemerintah hadir baik yang BPJS ketenagakerjaan maupun yang menggunakan kesehatan,” tuturnya.

Tri menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pihak Rumah Sakit (RS) Siloam Sentosa Bekasi Timur agar pelayanan medis kepada korban dapat diberikan secara optimal hingga pulih.

Berita Lainnya  Dugaan Sementara, Polisi Sebut Kebakaran di Pabrik BYD karena Puntung Rokok

“Saya sudah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang terbaik supaya korban pulih kembali,” ucapnya.

Tri menegaskan, peristiwa kecelakaan tersebut disebut menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperluas perlindungan sosial bagi para pekerja informal.

Terkhusus mereka yang memiliki risiko tinggi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, pekerja sektor informal seperti pedagang kaki lima memiliki kerentanan terhadap berbagai risiko kecelakaan, namun belum semuanya terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Saya kira ini jadi satu motivasi buat Pemerintah Kota Bekasi untuk bisa memberikan lebih banyak lagi asuransi pekerja informal yang memiliki kerentanan dengan keselamatan,” tegasnya.

Sebagai informasi, kecelakaan mobil SPPG terjadi di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Rabu (13/5/2026).

Berita Lainnya  Tersengat Kabel Aliran Listrik, Arak-arakan Sisingaan di Cikarang Utara Tewaskan 3 Kru Kesenian Asal Subang

Akibat kejadian itu, tiga orang menjadi korban, dan satu meninggal dunia.

Satu orang meninggal dunia bernama Sanoeri (41) yang merupakan pedagang tahu crispy dan otak-otak.

Sementara inisial dua korban selamat namun luka-luka adalah seorang perempuan pedagang ayam goreng, NA (33) dan kenet mobil, PDW (53). (M37)

Sumber : TribunNews
Ket foto : Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menjenguk korban kecelakaan mobil berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rumah Sakit Siloam Sentosa Bekasi Timur. Rabu (13/5/2026).

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pimpin Langsung Sidak, Bupati Aep Temukan THM hingga Minol Tak Berizin

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh memimpin langsung agenda inspeksi mendadak (sidak) terhadap beberapa Tempat Hiburan Malam (THM), pada Sabtu (13/6/2026) malam. Didampingi Wakil...

Polemik Theatre Night Mart, Toto : “Ada Indikasi Sarat Kepentingan Persaingan Bisnis THM”

KARAWANG - Sejak awal kali pertama beroperasi, dugaan 'aksi kucing-kucingan' dengan Pemkab Karawang dilakukan Theatre Night Mart - tempat hiburan malam (THM) di Jalan...

Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

KOTA BEKASI - Sebanyak enam orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota, karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan remaja berinisial SRR...

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan