Selasa, Agustus 11, 2026
spot_img

Kapan Flyover Bulak Kapal Dibangun, Pemkot Bekasi Masih Tunggu Skema Bantuan Presiden

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih menunggu kejelasan terkait bentuk bantuan dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan, pembahasan bantuan tersebut sampai saat ini masih berada pada tahap koordinasi di tingkat pusat dan belum ada arahan resmi yang diterima pemerintah daerah.

“Saat ini masih menunggu skema bantuan Presiden seperti apa, apakah lewat Kementerian Perhubungan, Kementerian PU (Pekerjaan Umum), atau langsung ke daerah. Masih menunggu tindak lanjut dari Kemenko Infrastruktur dan Setneg (Sekretariat Negara),” ujar Idi saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (11/5/2026).

Menurut Idi, Pemkot Bekasi sudah dua kali mengikuti rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan usai adanya pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan flyover di wilayah tersebut.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

Namun, sampai saat ini pemerintah daerah belum mendapatkan kepastian terkait mekanisme bantuan maupun pelaksanaan proyek tersebut.

“Karena kami pemerintah daerah, fungsinya hanya menanyakan. Terakhir hari Kamis kemarin rapat dari Kemenkeu dan Kemenko Infrastruktur. Sudah naik level, tapi belum ada arahan resmi,” kata dia.

Idi berharap dalam satu hingga dua pekan ke depan sudah ada keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait kelanjutan proyek Flyover Bulak Kapal.

“Mudah-mudahan satu dua minggu ada kabar, nanti baru kami bisa pastikan,” ujarnya.

Idi menjelaskan, sebelumnya pembangunan Flyover Bulak Kapal telah masuk dalam rencana pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anggaran awal sebesar Rp 20 miliar pada tahun ini.

Berita Lainnya  Viral Video 'Celetukan' Lurah Paya Pasir : "Cie Curhat Dia Bah..."

Proyek tersebut semula direncanakan menggunakan skema multiyears hingga rampung pada akhir 2027.

Namun, setelah muncul pernyataan pemerintah pusat mengenai percepatan pembangunan pascakecelakaan kereta di Bekasi, Pemkot Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih menunggu kepastian bantuan pusat sebelum melanjutkan tahapan proyek.

“Tapi karena ada statement dari pemerintah pusat mengenai percepatan, provinsi sama Pemkot nunggu dulu kepastian bantuan Presiden seperti apa. Kalau memang itu jadi, anggaran Bulak Kapal kita geser ke proyek bulan-bulan,” kata Idi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya pelintasan sebidang yang belum memiliki sistem pengamanan memadai sehingga rawan menimbulkan kecelakaan.

Hal itu disampaikan Prabowo usai meninjau korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuter Line di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Berita Lainnya  Menakar Nilai Ekologi Sunda Kuno, Refleksi Historis untuk Mengurai Sengkarut Tata Ruang Karawang

“Secara garis besar memang kita perhatikan di lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga. Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat dan keperluan kereta api sangat mendesak,” ujar Prabowo.

Pemerintah pusat juga disebut menyiapkan anggaran hingga Rp 4 triliun untuk meningkatkan pengamanan pelintasan sebidang, termasuk pembangunan flyover di titik-titik rawan.***

Ket foto : Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto.
Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siswa SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu – Tanggerang Selatan

TANGGERANG - Terjadi kecelakaan di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026), setelah seorang pelajar SMA tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL). Peristiwa yang terjadi sekitar...

Dugaan Korupsi KPR BTN, Manajemen PT. BAS Janji Koperatif dan Selesaikan Sengketa Konsumen

KARAWANG - Terkait dugaan korupsi KPR Bank BTN yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Karawang, Manajemen PT. Bumi Artha Sedayu (BAS) akhirnya angkat bicara. Plt. Direktur...

Bentuk Protes Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Yogyakarta Bagikan Ribuan Ekor Ayam

JOGJA - Ratusan peternak di DIY mendatangi kantor DPRD DIY, Senin (10/08/2026). Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat tersebut, mereka terlebih dahulu membagi-bagikan ayam...

3 Kali Mangkir Panggilan, Kejari Bekasi Tahan Mantan Dirus Perumda Tirta Bhagasasi

BEKASI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menahan mantan Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi berinisial AEZ (35) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemasangan...

2 Tahun Misteri Hilangnya Paramitha Titania Akhirnya Terungkap, Tulang Belulang Korban Ditemukan di Jurang

MOROWALI - Tulang belulang Paramitha Titania Anggelica (28), yang hilang sejak Juli 2024, ditemukan di dalam jurang Desa Kalono, Kecamatan Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan