Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Pemkab Bekasi Usulkan Flyover Telaga Asih dan Underpass Lemahabang

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan pembangunan dua perlintasan tidak sebidang berupa flyover Telaga Asih dan underpass Lemahabang kepada pemerintah pusat guna mengatasi kemacetan serta meningkatkan keselamatan di jalur perlintasan kereta api.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengatakan, kondisi sejumlah perlintasan kereta sebidang di Kabupaten Bekasi sudah lama menjadi keluhan masyarakat, terutama saat jam sibuk ketika antrean kendaraan mengular hingga menyebabkan kemacetan panjang.

“Dengan kondisi beberapa titik di Kabupaten Bekasi yang masih terdapat perlintasan kereta sebidang, ini sudah sejak lama dikeluhkan masyarakat, terutama di jam-jam sibuk seperti di perlintasan kereta Lemahabang. Makanya kami menyampaikan permohonan kepada pemerintah pusat untuk dapat membantu pemerintah daerah membangun fly over atau underpass,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, peningkatan frekuensi perjalanan kereta api di lintas Manggarai-Cikarang juga membuat kebutuhan pembangunan perlintasan tidak sebidang menjadi semakin mendesak.

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

“Frekuensi perjalanan kereta api sekarang semakin meningkat seiring operasional KRL dan pengembangan jalur kereta. Kondisi ini tentu harus diimbangi dengan penanganan perlintasan agar keselamatan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga,” katanya.

Pemkab Bekasi sendiri mengusulkan pembangunan fly over pada JPL 104 ruas Jalan Telaga Asih-Wanasari di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Metland Telaga Murni serta underpass di Jalan KH Ma’mun Nawawi pada lintas Stasiun Cikarang-Stasiun Lemahabang.

“Sebagai bentuk keseriusan, kami juga sudah menyiapkan dukungan teknis seperti Detail Engineering Design (DED) dan dokumen pendukung lainnya agar proses pembangunan bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono mengatakan dua titik tersebut menjadi prioritas karena tingkat kepadatan kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya.

Berita Lainnya  Rangkaian HUT ke-393 Tahun, Pemkab Karawang Gelar Mancing Gratis Serentak di 30 Kecamatan

“Kemarin kami sudah sampaikan kepada Bappenas bagaimana kondisi di Kabupaten Bekasi. Tingkat kemacetan di dua titik tersebut memang luar biasa,” ujar Agus di Cikarang, Kamis (7/5/2026).

Menurut Agus, usulan pembangunan fly over dan underpass itu juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk membenahi perlintasan sebidang di berbagai daerah.

“Maka dua itu yang kami usulkan, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi perlintasan sebidang di seluruh wilayah,” katanya.

Ia menyebut seluruh dokumen teknis kedua proyek telah dipersiapkan, termasuk Detail Engineering Design (DED) dan estimasi kebutuhan anggaran pembangunan.

“DED sudah ada, tetapi nanti kemudian dihitung ulang oleh Bappenas kebutuhannya seperti apa,” ucapnya.

Berdasarkan perhitungan sementara, pembangunan underpass Lemahabang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp99 miliar, sedangkan fly over Telaga Asih sekitar Rp85 miliar.

Berita Lainnya  Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

Agus menambahkan, rencana pembangunan underpass Lemahabang sebenarnya telah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek guna mendukung percepatan pembangunan.

“Perlintasan Lemahabang ini memang menjadi salah satu titik krusial karena menjadi penghubung jalan provinsi dan jalan nasional sehingga kepadatan kendaraan sangat tinggi, terutama saat kereta melintas,” tandasnya. (*)

Sumber : bekasikab.go.id

Ket foto : Perlintasan Kereta Api Lemahabang Kecamatan Cikarang Utara yang kerap menjadi titik kemacetan saat jam sibuk pada pagi dan sore hari.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan