Rabu, September 16, 2026
spot_img

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim ini mewarnai demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Topi Jerami, yang datang membawa rapor merah terkait isu lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi di wilayah berjuluk Kota Mangga tersebut, Kamis (7/5/2026).

Bukan sekadar mencari sensasi, aksi melemparkan reptil tersebut diklaim sebagai metafora tajam atas kekecewaan masyarakat. Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menegaskan bahwa simbol ular merupakan kritik balik terhadap gaya kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dinilai lebih mengedepankan seremoni daripada eksekusi solusi nyata.

“Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar gaya-gayaan di depan kamera,” ujar Rakhmat di sela-sela aksi.

Berita Lainnya  Pimpinan DPR RI Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember 2026

Sentilan untuk Bupati dan Persoalan Sampah

Rakhmat secara spesifik menyinggung aksi Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang beberapa waktu lalu sempat terekam kamera melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Bagi Aliansi Topi Jerami, langkah tersebut kontras dengan realitas lapangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan hidup yang masih carut-marut.

Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah. Meskipun sejumlah tempat pembuangan sampah telah dinyatakan legal dan memiliki fasilitas pendukung, massa menilai operasionalnya jauh dari kata optimal. Penumpukan sampah yang tidak rutin diangkut telah menciptakan aroma busuk dan potensi penyakit, yang justru membebani warga di sekitar lokasi.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Penyaluran KPR, Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Baru

Selain itu, mereka menilai data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah tidak sinkron dengan fakta di lapangan. “Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah,” tambah Rakhmat.

Jenis Ular dan Respon Kepolisian

Di tengah ketegangan akibat lemparan ular tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan. Diketahui, ular-ular yang dilepaskan merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau yang akrab disebut warga lokal sebagai “ular kisik”, serta jenis ular sawah Hypsiscopus plumbea. Meski tergolong tidak berbisa, tindakan tersebut sempat memicu reaksi petugas melalui pengeras suara guna memastikan ketertiban.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengonfirmasi bahwa seluruh ular yang dilepaskan telah diamankan oleh petugas gabungan. Ia juga memastikan bahwa secara keseluruhan, jalannya penyampaian aspirasi tersebut berakhir tanpa insiden kekerasan.

Berita Lainnya  Polda Metro Jaya Pastikan Penangkapan Prajurit TNI Saat Demo Akibat Kesalahpahaman

“Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai. Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas,” jelas AKP Tarno saat dikonfirmasi.

Meski aksi berakhir tertib, Aliansi Topi Jerami mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka terkait perbaikan akses pendidikan dan pemerataan ekonomi tidak segera mendapat respons konkret dari pihak eksekutif maupun legislatif. (rif/dbs)

Sumber : jabarpublisher.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan