Jumat, Mei 8, 2026
spot_img

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim ini mewarnai demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Topi Jerami, yang datang membawa rapor merah terkait isu lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi di wilayah berjuluk Kota Mangga tersebut, Kamis (7/5/2026).

Bukan sekadar mencari sensasi, aksi melemparkan reptil tersebut diklaim sebagai metafora tajam atas kekecewaan masyarakat. Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menegaskan bahwa simbol ular merupakan kritik balik terhadap gaya kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dinilai lebih mengedepankan seremoni daripada eksekusi solusi nyata.

“Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar gaya-gayaan di depan kamera,” ujar Rakhmat di sela-sela aksi.

Berita Lainnya  Program 'Nikah Hemat Tanpa Biaya', Sasar Pasangan Nikah yang Miliki Keterbatasan Ekonomi

Sentilan untuk Bupati dan Persoalan Sampah

Rakhmat secara spesifik menyinggung aksi Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang beberapa waktu lalu sempat terekam kamera melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Bagi Aliansi Topi Jerami, langkah tersebut kontras dengan realitas lapangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan hidup yang masih carut-marut.

Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah. Meskipun sejumlah tempat pembuangan sampah telah dinyatakan legal dan memiliki fasilitas pendukung, massa menilai operasionalnya jauh dari kata optimal. Penumpukan sampah yang tidak rutin diangkut telah menciptakan aroma busuk dan potensi penyakit, yang justru membebani warga di sekitar lokasi.

Berita Lainnya  Pendukung Kecewa, Arif Dianto Berharap Semuanya Tetap Dukung Kepemimpinan Kadin Rafiudin Firdaus

Selain itu, mereka menilai data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah tidak sinkron dengan fakta di lapangan. “Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah,” tambah Rakhmat.

Jenis Ular dan Respon Kepolisian

Di tengah ketegangan akibat lemparan ular tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan. Diketahui, ular-ular yang dilepaskan merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau yang akrab disebut warga lokal sebagai “ular kisik”, serta jenis ular sawah Hypsiscopus plumbea. Meski tergolong tidak berbisa, tindakan tersebut sempat memicu reaksi petugas melalui pengeras suara guna memastikan ketertiban.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengonfirmasi bahwa seluruh ular yang dilepaskan telah diamankan oleh petugas gabungan. Ia juga memastikan bahwa secara keseluruhan, jalannya penyampaian aspirasi tersebut berakhir tanpa insiden kekerasan.

Berita Lainnya  Misi Susi Pudjiastuti 'Tenggelamkan' Pinjol di Jawa Barat

“Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai. Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas,” jelas AKP Tarno saat dikonfirmasi.

Meski aksi berakhir tertib, Aliansi Topi Jerami mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka terkait perbaikan akses pendidikan dan pemerataan ekonomi tidak segera mendapat respons konkret dari pihak eksekutif maupun legislatif. (rif/dbs)

Sumber : jabarpublisher.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan