Selasa, Juni 23, 2026
spot_img

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim ini mewarnai demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Topi Jerami, yang datang membawa rapor merah terkait isu lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi di wilayah berjuluk Kota Mangga tersebut, Kamis (7/5/2026).

Bukan sekadar mencari sensasi, aksi melemparkan reptil tersebut diklaim sebagai metafora tajam atas kekecewaan masyarakat. Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menegaskan bahwa simbol ular merupakan kritik balik terhadap gaya kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dinilai lebih mengedepankan seremoni daripada eksekusi solusi nyata.

“Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar gaya-gayaan di depan kamera,” ujar Rakhmat di sela-sela aksi.

Berita Lainnya  Jika Tuparev Mau Ditata Dedi Mulyadi, Maka Harus Bersih dari Aktivitas Kemaksiatan

Sentilan untuk Bupati dan Persoalan Sampah

Rakhmat secara spesifik menyinggung aksi Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang beberapa waktu lalu sempat terekam kamera melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Bagi Aliansi Topi Jerami, langkah tersebut kontras dengan realitas lapangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan hidup yang masih carut-marut.

Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah. Meskipun sejumlah tempat pembuangan sampah telah dinyatakan legal dan memiliki fasilitas pendukung, massa menilai operasionalnya jauh dari kata optimal. Penumpukan sampah yang tidak rutin diangkut telah menciptakan aroma busuk dan potensi penyakit, yang justru membebani warga di sekitar lokasi.

Berita Lainnya  Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : "Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan"

Selain itu, mereka menilai data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah tidak sinkron dengan fakta di lapangan. “Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah,” tambah Rakhmat.

Jenis Ular dan Respon Kepolisian

Di tengah ketegangan akibat lemparan ular tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan. Diketahui, ular-ular yang dilepaskan merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau yang akrab disebut warga lokal sebagai “ular kisik”, serta jenis ular sawah Hypsiscopus plumbea. Meski tergolong tidak berbisa, tindakan tersebut sempat memicu reaksi petugas melalui pengeras suara guna memastikan ketertiban.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengonfirmasi bahwa seluruh ular yang dilepaskan telah diamankan oleh petugas gabungan. Ia juga memastikan bahwa secara keseluruhan, jalannya penyampaian aspirasi tersebut berakhir tanpa insiden kekerasan.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Larang ASN 'Ngonten' Pakai Seragam dan Atribut Dinas

“Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai. Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas,” jelas AKP Tarno saat dikonfirmasi.

Meski aksi berakhir tertib, Aliansi Topi Jerami mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka terkait perbaikan akses pendidikan dan pemerataan ekonomi tidak segera mendapat respons konkret dari pihak eksekutif maupun legislatif. (rif/dbs)

Sumber : jabarpublisher.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Desak Usut Mafia Pembiayaan Kredit Perumahan, Arya Mandalika Demo Sendirian di Bank BTN Karawang

KARAWANG - Dugaan praktik bermasalah dalam pembiayaan kredit perumahan kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Presiden Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika, Hendra Supriatna, SH.,...

Kejari Jaksel Batal Tahan Roy Suryo dan Tifauziah

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa dalam kasus...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan