Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim ini mewarnai demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Topi Jerami, yang datang membawa rapor merah terkait isu lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi di wilayah berjuluk Kota Mangga tersebut, Kamis (7/5/2026).

Bukan sekadar mencari sensasi, aksi melemparkan reptil tersebut diklaim sebagai metafora tajam atas kekecewaan masyarakat. Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menegaskan bahwa simbol ular merupakan kritik balik terhadap gaya kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dinilai lebih mengedepankan seremoni daripada eksekusi solusi nyata.

“Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar gaya-gayaan di depan kamera,” ujar Rakhmat di sela-sela aksi.

Berita Lainnya  'Hareudang Fest', Ade Astrid Sukses Goyang Ribuan Warga Kota Pangkal Perjuangan

Sentilan untuk Bupati dan Persoalan Sampah

Rakhmat secara spesifik menyinggung aksi Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang beberapa waktu lalu sempat terekam kamera melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Bagi Aliansi Topi Jerami, langkah tersebut kontras dengan realitas lapangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan hidup yang masih carut-marut.

Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah. Meskipun sejumlah tempat pembuangan sampah telah dinyatakan legal dan memiliki fasilitas pendukung, massa menilai operasionalnya jauh dari kata optimal. Penumpukan sampah yang tidak rutin diangkut telah menciptakan aroma busuk dan potensi penyakit, yang justru membebani warga di sekitar lokasi.

Berita Lainnya  Sempat Mangkir, Tersangka HJ Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik, Langsung Dijebloskan ke Jeruji Besi

Selain itu, mereka menilai data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah tidak sinkron dengan fakta di lapangan. “Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah,” tambah Rakhmat.

Jenis Ular dan Respon Kepolisian

Di tengah ketegangan akibat lemparan ular tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan. Diketahui, ular-ular yang dilepaskan merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau yang akrab disebut warga lokal sebagai “ular kisik”, serta jenis ular sawah Hypsiscopus plumbea. Meski tergolong tidak berbisa, tindakan tersebut sempat memicu reaksi petugas melalui pengeras suara guna memastikan ketertiban.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengonfirmasi bahwa seluruh ular yang dilepaskan telah diamankan oleh petugas gabungan. Ia juga memastikan bahwa secara keseluruhan, jalannya penyampaian aspirasi tersebut berakhir tanpa insiden kekerasan.

Berita Lainnya  Sempat Didemo Siswa, 'Guru Cabul' di SMAN 1 Pamanukan Ditetapkan Tersangka

“Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai. Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas,” jelas AKP Tarno saat dikonfirmasi.

Meski aksi berakhir tertib, Aliansi Topi Jerami mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka terkait perbaikan akses pendidikan dan pemerataan ekonomi tidak segera mendapat respons konkret dari pihak eksekutif maupun legislatif. (rif/dbs)

Sumber : jabarpublisher.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan