Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Pemkab Karawang Percepat Pembangunan Rumah bagi Warga Terdampak Abrasi dan Banjir Rob

KARAWANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan rumah untuk masyarakat yang terdampak abrasi dan banjir rob.

Hal ini disampaikan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat melakukan serah terima kunci rumah bagi 21 korban abrasi dan banjir rob, di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).

Bupati Aep menyampaikan, pada tahun 2024 pemda telah membangun 299 unit
rumah, tahun 2025 sebanyak 21 unit, dan tahun 2026 dilanjutkan 14 unit. Sementara untuk penyelesaian akhir direncanakan 38 unit pada 2027.

Berita Lainnya  Singgung Soal 'Ideologi Politik', Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang 'Ngeramein' Keracunan MBG

Selain memastikan percepatan pembangunan rumah, Bupati Aep menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung seperti masjid, pendopo, dan sarana pendidikan akan segera dilakukan oleh Pemkab Karawang.

“Bismillah bapak-ibu, pembangunan masjid untuk sarana prasarana ibadah segera selesai dan pembangunan fasilitas yang lain akan seger dibangun. Bertahap namun pasti, demi hunian yang lebih aman, nyaman, dan
layak bagi masyarakat terdampak abrasi dan rob,” tutur Bupati Aep.

“Alhamdulillah di 2026 kita anggarkan, mudah-mudahan ini selesai termasuk juga pendopo. Kenapa harus ada pendopo?, jadi kalau misalkan ada kegiatan masyarakat apa-apa jadi mudah,” timpalnya.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : "Ini Saya Mau Pulang"

Bupati Aep juga menyampaikan terkait rencana jangka panjang pemerintah pusat terkait proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall untuk mengatasi masalah abrasi dan banjir rob di pesisir utara.

“Nanti insyaallah jadi tidak ada lagi yang namanya abrasi, tidak ada lagi mungkin nanti banjir rob. Insyaallah selesai semuanya. Ini yang diinginkan oleh Pak Presiden, tentunya ini menjadikan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang skala prioritas,” tandasnya.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan