KARAWANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan rumah untuk masyarakat yang terdampak abrasi dan banjir rob.
Hal ini disampaikan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat melakukan serah terima kunci rumah bagi 21 korban abrasi dan banjir rob, di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).
Bupati Aep menyampaikan, pada tahun 2024 pemda telah membangun 299 unit
rumah, tahun 2025 sebanyak 21 unit, dan tahun 2026 dilanjutkan 14 unit. Sementara untuk penyelesaian akhir direncanakan 38 unit pada 2027.
Selain memastikan percepatan pembangunan rumah, Bupati Aep menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung seperti masjid, pendopo, dan sarana pendidikan akan segera dilakukan oleh Pemkab Karawang.
“Bismillah bapak-ibu, pembangunan masjid untuk sarana prasarana ibadah segera selesai dan pembangunan fasilitas yang lain akan seger dibangun. Bertahap namun pasti, demi hunian yang lebih aman, nyaman, dan
layak bagi masyarakat terdampak abrasi dan rob,” tutur Bupati Aep.
“Alhamdulillah di 2026 kita anggarkan, mudah-mudahan ini selesai termasuk juga pendopo. Kenapa harus ada pendopo?, jadi kalau misalkan ada kegiatan masyarakat apa-apa jadi mudah,” timpalnya.
Bupati Aep juga menyampaikan terkait rencana jangka panjang pemerintah pusat terkait proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall untuk mengatasi masalah abrasi dan banjir rob di pesisir utara.
“Nanti insyaallah jadi tidak ada lagi yang namanya abrasi, tidak ada lagi mungkin nanti banjir rob. Insyaallah selesai semuanya. Ini yang diinginkan oleh Pak Presiden, tentunya ini menjadikan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang skala prioritas,” tandasnya.***










