Minggu, Juni 21, 2026
spot_img

Masih Ada Barang Milik Penumpang yang Belum Diambil

KOTA BEKASI – Peristiwa kecelakaan maut antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan keprihatinan yang mendalam.

Dalam situasi ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh barang pelanggan yang tertinggal telah diamankan dan didata secara tertib untuk memudahkan proses pengembalian kepada pemiliknya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, bahwa sejak awal penanganan, petugas langsung melakukan pengamanan terhadap barang-barang pelanggan yang ditemukan di area stasiun maupun rangkaian kereta.

Berita Lainnya  ASN di Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

“Seluruh barang yang ditemukan telah kami amankan dan catat secara sistematis. Saat ini fokus kami adalah memastikan barang tersebut dapat kembali kepada pemiliknya melalui proses yang tertib dan terverifikasi,” ujar Anne, dilansir dari Antara.

Hingga 2 Mei 2026 pukul 21.24 WIB, tercatat sebanyak 115 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 60 barang telah berhasil diserahkan kepada pemilik, sementara 55 barang lainnya masih berada dalam pengelolaan petugas dan menunggu proses pengambilan.

KAI mengimbau kepada pelanggan atau keluarga yang merasa kehilangan barang saat kejadian untuk segera mendatangi layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. Petugas akan membantu proses pengecekan dan verifikasi agar barang dapat diserahkan kepada pihak yang berhak.

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

“Kami memahami bahwa setiap barang memiliki nilai penting bagi pemiliknya. Karena itu, kami memastikan proses pengembalian dilakukan dengan hati-hati agar tepat sasaran,” tutup Anne.

Layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur tetap disiagakan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mendapatkan kembali barang yang tertinggal.

KAI terus membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026 sebagai ruang pendampingan bagi pelanggan dan keluarga.

Berita Lainnya  Tersengat Kabel Aliran Listrik, Arak-arakan Sisingaan di Cikarang Utara Tewaskan 3 Kru Kesenian Asal Subang

Melalui posko ini, layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga trauma healing dilakukan secara bertahap agar setiap proses dapat dilalui dengan lebih terarah.***

Sumber : AntaraNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Total Sudah 6 Tersangka

JAKARTA - Kejagung kembali menetapkan tersangka baru di kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah...

Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

PURWAKARTA - Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bekerja secara sistematis, teliti, dan bertahap dalam menangani kasus misterius kematian Yogi Saleh (40), Kepala...

KPK Putuskan Tidak Lanjutkan Penyelidikan Korupsi MBG

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk sementara waktu tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan