Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

NHRI Dukung Program Bupati Karawang Siapkan Lulusan Sekolah Siap Kerja

KARAWANG – Nasional Human Resource Institute (NHRI) mengaku akan terus mendukung setiap program Pemkab Karawang yang dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk menyiapkan lulusan sekolah yang siap kerja di industri.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum NHRI, Arif Dianto, saat kesempatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Sabtu (2/5/2026).

Sesuai UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada Pasal 15, Arif menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan dan vokasi memang sudah menjadi tanggungjawab setiap pemerintah kabupaten/kota.

Oleh karenanya, ia mendorong Disnakertrans Karawang bisa lebih memperkuat koordinasi dengan semua unsur lembaga pendidikan dan industri, guna menyelenggarakan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri hari ini.

“Saya pikir pihak industri juga sangat siap untuk mendukung setiap program pendidikan vokasi. Tinggal bagaimana Kepala Disnaker Karawang Rosmalia lebih bisa memperkuat koordinasi dengan pihak industri maupun lembaga pendidikan,” tutur Arif Dianto.

Berita Lainnya  Viral Video Siswa Buang MBG ke Gerobak Pasir, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Karawang ini juga berpendapat, sampai sejauh ini Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh masih terlihat ‘concern’ di dalam mengurangi angka tingkat pengangguran. Hal ini terlihat ketika program website Loker Karawang mampu dikolaborasikan baik dengan pihak industri/perusahaan.

“Saya meyakini Bupati Aep memikirkan serius atas persoalan ini (pengangguran, red). Pertama, setiap program Disnaker selalu didukung penuh bupati. Kedua, komunikasi bupati dengan pihak industri/perusahaan masih terbangun sangat baik,” tuturnya.

“Tinggal kan bagaimana di sini pinter-pinternya Kadisnaker dalam meluncurkan inovasi program-program pendidikan vokasi yang sebetulnya sangat membantu para pencaker,” timpalnya.

Berita Lainnya  Anggaran Rp 6,6 Miliar, Jalan Butut Viral Kemiri - Jayamakmur Akhirnya Diperbaiki Pemkab Karawang

Solusi Investasi Tinggi Tapi Serapan Tenaga Kerja Rendah

Arif juga menyoroti persoalan tingginya investasi di Karawang yang tidak berbanding lurus dengan kondisi serapan tenaga kerja per tahunnya.

Karena berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, sepanjang 2024 investasi di Karawang mencapai Rp68 triliun, naik 61,52% dibanding tahun 2023 yang berada di angka Rp42,1 triliun.

Namun, angka investasi yang fantastis itu tidak berbanding lurus dengan jumlah tenaga kerja yang terserap.

Berdasarkan data BPS Karawang, proporsi jumlah angkatan kerja di Kabupaten Karawang pada tahun 2024 sebanyak 1.248.626 orang. Angka ini terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 1.148.236 orang atau 91,96% dari angkatan kerja. Lalu, 100.390 orang pengangguran terbuka atau 8,04% dibandingkan angkatan kerja.

Berita Lainnya  Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Pendemo Tumpahkan Bangkai Ayam

Menurut Arif, solusi atas persoalan tersebut, maka Pemkab Karawang melalui Disnakertrans tidak hanya berfokus pada pendidikan vokasi yang berkaitan dengan industri. Melainkan harus ada program lain seperti pelatihan kerja mandiri. Artinya, bentuk pelatihan kerja yang bisa mencetak lulusan sekolah menjadi wirausahawan.

“Persoalannya memang paradigma anak-anak sekolah kita yang memandang bahwa bekerja itu harus di industri atau perusahaan. Padahal bertani dan berwirausaha pun disebut bekerja. Inilah tugas Disnaker dan lembaga pendidikan yang harus memberikan pemahaman itu,” tutup Arif.***

Ket foto : Ketua Umum NHRI Arif Dianto, Bupati H. Aep Syaepuloh, Kadisnaker Rosmalia.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan