Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG – Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum Kepala Puskesmas (Kapus) Kalangsari, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., angkat bicara.

Asep Agustian (Askun) mengatakan, persoalan ini akan menjadi pintu masuk atau mengawali terbongkarnya persoalan bobroknya rekrutmen Nakes di setiap rumah sakit di bawah naungan Pemkab Karawang. Karena patut diduga persoalan ini bukan hanya terjadi di RSUD Rengasdengklok. Tetapi juga diduga terjadi di rumah sakit lain di bawah naungan Pemkab Karawang.

Kendati dikabarkan sudah ada pengembalian sebagian uang atas dugaan duit sogokan rekrutmen Nakes di RSUD Rengasdengklok, Askun menegaskan bahwa hal tersebut tidak serta merta dapat menghilangkan tindak pidana yang dilakukan.

Berita Lainnya  KDM atau H. Jenal Aripin yang 'Cuci Tangan', Askun : "Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?"

Di dalam fondasi hukum pidana, kata Askun, ada istilah ‘mens rea’ atau niat jahat dan ‘actus reus’ atau unsur fisik atau perbuatan nyata yang melanggar hukum yang mencakup tindakan aktif, kelalaian atau keadaan yang dilarang.

“Artinya saya tegaskan, meski duitnya sudah dikembalikan, tetapi bukan berarti menghilangkan dugaan tindak pidana,” terang Askun, Kamis (7/5/2026).

Atas persoalan ini, Askun meminta Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang mengevaluasi soal rekrutmen tenaga Nakes di semua rumah sakit di bawah naungan Pemkab Karawang.

“Saya minta Kepegawaian Dinkes mengecek semua sistem rekrutmen Nakes, orang mana saja dan anak siapa saja yang masuk. Karena persoalan ini menjadi bukti bobroknya rekrutmen Kepegawaian di Dinkes,” tegasnya.

Berita Lainnya  Evakuasi Penumpang dan Kru Kapal Virgo Transport, 108 Selamat, 6 Meninggal Dunia, 129 dalam Pencarian

Askun juga meminta Bupati lewat Sekda (Baperjakat, red) untuk mengevaluasi total atas persoalan ini. Terlebih dikabarkan jika oknum Kapus Kapangsari merupakan ‘pemain lama’ sejak menjabat di Dinkes Karawang.

“Oknum ASN seperti ini harus diberikan sanksi tegas, mutasi dan bersihkan. Karena Karawang Maju harus bersih dari oknum-oknum biadab seperti ini,” katanya.

“Apalagi saya juga mendapat kabar ada salah satu kepala puskesmas lain yang memasukan anaknya jadi honorer Nakes. Sementara ketika orang lain ingin masuk susahnya minta ampun,” timpal Askun.

Minta Para Korban Lain ‘Bernyanyi’

Menyikapi persoalan ini, Askun juga meminta kepada para Nakes lain yang pernah menjadi korban untuk ‘bernyanyi’ dan membongkar praktik suap rekrutmen Nakes ini. Bukan hanya untuk di RSUD Rengasdengklok, tetapi juga semua rumah sakit yang ada di Karawang.

Berita Lainnya  Ustaz Das'ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : "Penjilat Luar Biasa itu"

Askun meminta para korban mengadukan persoalannya ke Kantor Hukum Asep Agustian & Rekan di Komplek Ruko Galuh Mas – Karawang. Dan ia menjamin identitas para korban untuk dirahasiakan.

“Saya berharap orang-orang yang pernah menjadi korban untum mengadukan persoalannya ke saya, identitas saya zamin dirahasiakan. Saya akan proses semua itu, untuk Karawang hang lebih baik, agar Karawang bersih dari oknum-oknum biadab seperti ini,” tutup Askun.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan