Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG – Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum Kepala Puskesmas (Kapus) Kalangsari, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., angkat bicara.

Asep Agustian (Askun) mengatakan, persoalan ini akan menjadi pintu masuk atau mengawali terbongkarnya persoalan bobroknya rekrutmen Nakes di setiap rumah sakit di bawah naungan Pemkab Karawang. Karena patut diduga persoalan ini bukan hanya terjadi di RSUD Rengasdengklok. Tetapi juga diduga terjadi di rumah sakit lain di bawah naungan Pemkab Karawang.

Kendati dikabarkan sudah ada pengembalian sebagian uang atas dugaan duit sogokan rekrutmen Nakes di RSUD Rengasdengklok, Askun menegaskan bahwa hal tersebut tidak serta merta dapat menghilangkan tindak pidana yang dilakukan.

Berita Lainnya  Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi Mulai Disidang, JPU Sebut Kerugian Negara Capai Rp 21,7 Miliar

Di dalam fondasi hukum pidana, kata Askun, ada istilah ‘mens rea’ atau niat jahat dan ‘actus reus’ atau unsur fisik atau perbuatan nyata yang melanggar hukum yang mencakup tindakan aktif, kelalaian atau keadaan yang dilarang.

“Artinya saya tegaskan, meski duitnya sudah dikembalikan, tetapi bukan berarti menghilangkan dugaan tindak pidana,” terang Askun, Kamis (7/5/2026).

Atas persoalan ini, Askun meminta Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang mengevaluasi soal rekrutmen tenaga Nakes di semua rumah sakit di bawah naungan Pemkab Karawang.

“Saya minta Kepegawaian Dinkes mengecek semua sistem rekrutmen Nakes, orang mana saja dan anak siapa saja yang masuk. Karena persoalan ini menjadi bukti bobroknya rekrutmen Kepegawaian di Dinkes,” tegasnya.

Berita Lainnya  Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

Askun juga meminta Bupati lewat Sekda (Baperjakat, red) untuk mengevaluasi total atas persoalan ini. Terlebih dikabarkan jika oknum Kapus Kapangsari merupakan ‘pemain lama’ sejak menjabat di Dinkes Karawang.

“Oknum ASN seperti ini harus diberikan sanksi tegas, mutasi dan bersihkan. Karena Karawang Maju harus bersih dari oknum-oknum biadab seperti ini,” katanya.

“Apalagi saya juga mendapat kabar ada salah satu kepala puskesmas lain yang memasukan anaknya jadi honorer Nakes. Sementara ketika orang lain ingin masuk susahnya minta ampun,” timpal Askun.

Minta Para Korban Lain ‘Bernyanyi’

Menyikapi persoalan ini, Askun juga meminta kepada para Nakes lain yang pernah menjadi korban untuk ‘bernyanyi’ dan membongkar praktik suap rekrutmen Nakes ini. Bukan hanya untuk di RSUD Rengasdengklok, tetapi juga semua rumah sakit yang ada di Karawang.

Berita Lainnya  Jika Tuparev Mau Ditata Dedi Mulyadi, Maka Harus Bersih dari Aktivitas Kemaksiatan

Askun meminta para korban mengadukan persoalannya ke Kantor Hukum Asep Agustian & Rekan di Komplek Ruko Galuh Mas – Karawang. Dan ia menjamin identitas para korban untuk dirahasiakan.

“Saya berharap orang-orang yang pernah menjadi korban untum mengadukan persoalannya ke saya, identitas saya zamin dirahasiakan. Saya akan proses semua itu, untuk Karawang hang lebih baik, agar Karawang bersih dari oknum-oknum biadab seperti ini,” tutup Askun.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan