Selasa, Juni 23, 2026
spot_img

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI – Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap tingginya emisi gas metana dari kawasan TPST Bantargebang.

Data terbaru menunjukkan lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia itu melepas sekitar 6,3 ton metana per jam ke atmosfer.

Temuan tersebut membuat Bantar Gebang disebut sebagai salah satu titik emisi metana terbesar di dunia dari sektor pengelolaan sampah. Bahkan, dalam sejumlah pemantauan global, kawasan ini disebut menempati posisi kedua sumber emisi metana terbesar yang terdeteksi satelit.

Berita Lainnya  SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

Pantauan itu diperoleh melalui teknologi satelit canggih seperti Carbon Mapper, satelit Tanager-1 milik Planet Labs⁠, hingga instrumen EMIT milik NASA⁠. Teknologi tersebut mampu mendeteksi kebocoran gas metana dari permukaan bumi secara detail, termasuk dari area penumpukan sampah skala besar.

Besarnya emisi dari Bantar Gebang menjadi alarm serius bagi krisis lingkungan di kawasan perkotaan padat penduduk. Gunungan sampah yang terus bertambah setiap hari disebut menjadi faktor utama tingginya produksi gas metana akibat pembusukan limbah organik.

Berita Lainnya  Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

Metana sendiri dikenal jauh lebih berbahaya dibanding karbon dioksida dalam mempercepat pemanasan global. Dalam periode 20 tahun, daya pemanasan gas metana disebut puluhan kali lebih kuat dibanding CO2.

Selain memicu perubahan iklim, gas ini juga berkontribusi terhadap pembentukan ozon troposfer yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Sorotan dunia terhadap Bantar Gebang juga memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem pengelolaan sampah di kawasan metropolitan. Pasalnya, TPST tersebut selama ini menjadi lokasi penampungan utama sampah dari Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Berita Lainnya  Dua Aksi Unjuk Rasa Berbeda di Jakarta, Mahasiswa Kritik Prabowo-Gibran, Massa Orang Tua Dukung MBG Dilanjutkan

Sejumlah pengamat lingkungan menilai data satelit ini harus menjadi momentum perbaikan serius, mulai dari pengurangan sampah organik, peningkatan teknologi pengolahan, hingga pengendalian emisi gas rumah kaca secara lebih agresif.

Jika tidak segera ditangani, tingginya emisi metana dari Bantar Gebang dikhawatirkan akan terus memperburuk kualitas lingkungan dan memperbesar kontribusi Indonesia terhadap krisis iklim global.(*)

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Desak Usut Mafia Pembiayaan Kredit Perumahan, Arya Mandalika Demo Sendirian di Bank BTN Karawang

KARAWANG - Dugaan praktik bermasalah dalam pembiayaan kredit perumahan kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Presiden Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika, Hendra Supriatna, SH.,...

Kejari Jaksel Batal Tahan Roy Suryo dan Tifauziah

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa dalam kasus...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan