Selasa, September 15, 2026
spot_img

Tegur Jangan Berisik, Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Malah Dianiaya Keluarga Pasien

Polisi menyelidiki kasus petugas satpam di RS Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) yang dianiaya pihak keluarga pasien. Polisi mencari pelaku penganiayaan.

“Pelaku sudah kita identifikasi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, Sabtu (5/4/2025).

Kompol Binsar sudah mendatangi pihak korban di RS. Polisi masih melengkapi alat bukti dengan meminta keterangan kepada saksi-saksi hingga rekaman CCTV terkait kasus tersebut.

stri korban, BD, mengatakan sudah membuat laporan ke polisi terkait kasus penganiayaan ini. Dia sudah dimintai keterangan untuk berita acara pemeriksaan (BAP).

Berita Lainnya  5 Jurnalis Dilaporkan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

“Iya, kemarin datang. Sudah masuk BAP,” kata BD saat dimintai konfirmasi terpisah.

BD mengatakan penganiayaan terhadap suaminya dilakukan oleh keluarga pasien. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (29/3).

“(Pelakunya) satu orang, cucu keluarga pasien,” kata BD.

Penganiayaan terjadi saat anggota sekuriti itu memberikan edukasi kepada pihak keluarga pasien untuk tidak berisik di area RS.

Namun pihak pasien justru menyalakan motor yang menggunakan knalpot di dekat area IGD dan memarkirkan kendaraan dalam posisi menghalangi jalur ambulans.

Berita Lainnya  Diduga Alami Kelelahan Ekstrem, Peserta Karnaval di Pekalongan Meninggal Dunia

“(Saat itu) pelaku mau menjenguk kakeknya di ICU,” imbuhnya.

Sekuriti kemudian kembali menegur pihak pasien. Namun pihak pasien marah dan melakukan penganiayaan hingga korban kehilangan kesadaran diri.

Korban berinisial S lalu dibanting dan kepalanya terbentur aspal hingga mengalami kejang dan kehilangan kesadaran. Pelaku juga sempat menjatuhkan badan hingga meniban korban.

Pihak manajemen RS Mitra Keluarga mengecam kekerasan terhadap anggota sekuriti mereka.

Pihak RS Mitra Keluarga menyerahkan kepada pihak penegak hukum untuk memproses kasus tersebut.

Kami tidak menoleransi segala jenis kekerasan yang terjadi di lingkungan Mitra Keluarga,” kata pihak manajemen RS Mitra Keluarga saat diminta konfirmasi, Jumat (4/4).

Berita Lainnya  Pelajar ini juga Jadi Korban Pengeroyokan Sejumlah Orang Tak Dikenal Pascademo

“Terkait langkah selanjutnya, kami menghormati dan mendukung proses hukum yang saat ini sedang berjalan,” tambahnya.

Pihak RS Mitra Keluarga juga menyampaikan bahwa sekuriti mereka masih dalam perawatan di Mitra Keluarga. Korban dikabarkan dalam kondisi stabil.

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan