Selasa, September 22, 2026
Google search engine

DBH Dibelikan Motor Inventaris, Sebagian Kades Menolak dan Sindir Pemda

Situasi pemerintahan desa di Kabupaten Karawang Jawa Barat tengah dihangatkan dengan intruksi Pemda Karawang yang memotong anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) pajak desa yang dipaksakan untuk dibelikan inventaris sepeda motor Kades.

Dengan harga sepeda motor Rp 34 juta plus Rp 400 ribu untuk anggaran logo pemda dengan jenis Honda PCX, setiap Pemdes menyetorkan Rp 35 juta kepada dealer tertentu.

Bahkan kabar menyebutkan ada isu ‘cash back’ oleh oknum pejabat tertentu di dalam persoalan intruksi pemda yang memaksakan membeli inventaris sepesa motor Kades dari anggaran DBH ini.

Berita Lainnya  Kekeringan Lahan Sawah Semakin Meluas, Petani Bersiap Kepung Pemda, DPRD hingga Kantor ATR/BPN Karawang

Sebagian Kades menolak kebijakan pemda ini (DBH dibelikan sepeda motor inventaris Kades). Pasalnya, anggaran pembangunan desa ludes, lantaran dibelikan inventaris sepeda motor ini.

Salah seorang Kades yang menolak kebijakan Pemda ini adalah Endang Macan Kumbang, Kades Mulyajaya Kecamatan Kutawaluya.

Endang menilai, pembelian sepeda motor untuk inventaris kades ini tidak urgen. Karena DBH diangka Rp 30 jutaan tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk kepentingsn lain yang lebih manfaat untuk masyarakat. Yaitu seperti pembangunan SDM, pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan lain-lain.

Berita Lainnya  Ribuan Pelajar di Wamena Aksi Tolak MBG : "Kami Minta Sekolah Gratis"

“Kalau pemerintah mau ngasih invetaris untuk kades ya pakai APBD, jangan dari DBH.
Ulah hayang paminter hak desa dipotong (jangan nyari pujian tapi hak desa dipotong),” tuturnya, Sabtu (5/4/2025).

Endang juga menyindir, jika Bupati Karawang ingin memberikan support untuk kinerja Kades dengan membelikan kendaraan inventaris, maka seharusnya tidak memakai DBH yang sudah menjadi hak desa yang sudah diatur dalam Undang-undang.

“Kalau bupati mau memberikan invetaris untuk kinerja kades agar lebih baik dalam rangka memberikan support, ya harusnya pakai APBD,” katanya.

“Dulu waktu zaman Bupati Ade Swara bisa ngasih mobil pakai APD. Ini ngapain pakai DBH,” sindir Endang.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Disampaikannya, Kades memang butuh kendaraan operasional, tetapi bukan berarti anggarannya harus mengambil dari DBH. Karena DBH adalah sumber anggaran desa untuk kepentingan pembangunan masyarakat.

“Masih banyak kebutuhan desa yang belum terkaper. Dadi pada seorang kades gagah pakai motor dari hasil DBH, nya jeung naon,” sindir Endang lagi.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan