Minggu, September 20, 2026
spot_img

Kesaksian Mahasiswa UBP Karawang: KRL yang Ditumpangi Tabrak Taksi, KRL di Stasiun Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek

KARAWANG – Simpang siur mengenai kronologis peristiwa kecelakaan maut kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, sekitar pukul 20.52 WIB, akhirnya mulai terungkap.

Cecep Kurniawan, salah seorang saksi di TKP yang merupakan mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Fakultas Teknik Industri mengungkapkan, awalnya KRL Commuter Line yang ia tumpangi menabrak taksi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Saat itu lampu penerangan KRL sempat mati dan sempat membuat panik penumpang.

Tetapi tidak jauh di belakang KRL yang ia tumpangi juga terdapat KRL Commuter Line yang juga sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk menaikan/menurunkan penumpang. Sampai akhirnya KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur tersebut ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.

Berita Lainnya  5 Jurnalis Dilaporkan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

“Kalau saya ada di KRL yang nabrak taksi. Tapi sempat panik juga, karena lampu sempat mati dan setelahnya langsung dievakuasi,” tutur Cecep Kurniawan, yang merupakan adik dari Pimpinan Redaksi Opiniplus.com, Ade Kosasih SE (Mang Adeka).

Keterangan dari Cecep Kurniawan ini juga sesuai dengan keterangan dari Manajer Humas Daop 1 PT. Kereta Api Indonesia, Franoto Wibowo yang menjelaskan, bahwa kejadian bermula saat KRL terlebih dahulu menabrak sebuah taksi di area lintasan.

Akibat insiden awal tersebut, perjalanan kereta di lokasi sempat terganggu. Petugas kemudian menginstruksikan KA Argo Bromo Anggrek untuk melintas dengan kecepatan terbatas dan tetap waspada saat memasuki
stasiun.

Namun situasi di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. Di jalur yang sama, terdapat KRL lain yang sedang berhenti menunggu giliran melintas.

Berita Lainnya  Diduga Alami Kelelahan Ekstrem, Peserta Karnaval di Pekalongan Meninggal Dunia

KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang akhirnya menabrak bagian belakang rangkaian KRL tersebut.

71 Korban Dievakuasi, 4 Meninggal Dunia

KAI menyampaikan jumlah korban yang dievakuasi usai tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sampai saat ini ada 71 korban dibawa ke rumah sakit.

“Yang kita observasi di rumah sakit, ada 4 atau 5 rumah sakit, itu ada 71 orang,” ungkap Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dilansir dari Detik.com, Selasa (28/4/2026).

Sementara untuk data korban meninggal per pukul 01.00 WIB sebanyak empat orang. Korban meninggal merupakan penumpang KRL.

“Per jam 01.00 ini, itu korban meninggal dunia itu ada 4 orang,” jelas Bobby.

Berita Lainnya  Pamit Jadi Panitia Agustusan, Pemuda di Karawang Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Adapun untuk penumpang di KA Argo Bromo sudah dievakuasi seluruhnya. Bobby mengatakan ada korban KA jarak jauh yang mengalami luka akibat benturan.

“KA JJ juga ada beberapa penumpang dan terutama prami, penyelia, itu yang mengalami luka-luka juga karena benturan,” katanya.

Dia mengatakan sampai malam ini korban yang terjepit di KRL belum berhasil dievakuasi. Petugas masih melakukan pemotongan gerbong untuk proses evakuasi.

“Yang rangkaian dari kereta Anggrek telah kita lakukan pemotongan ya, sebagian dari rangkaian mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi,” ujarnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan