Jumat, Juni 12, 2026
spot_img

Kesaksian Mahasiswa UBP Karawang: KRL yang Ditumpangi Tabrak Taksi, KRL di Stasiun Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek

KARAWANG – Simpang siur mengenai kronologis peristiwa kecelakaan maut kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, sekitar pukul 20.52 WIB, akhirnya mulai terungkap.

Cecep Kurniawan, salah seorang saksi di TKP yang merupakan mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Fakultas Teknik Industri mengungkapkan, awalnya KRL Commuter Line yang ia tumpangi menabrak taksi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Saat itu lampu penerangan KRL sempat mati dan sempat membuat panik penumpang.

Tetapi tidak jauh di belakang KRL yang ia tumpangi juga terdapat KRL Commuter Line yang juga sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk menaikan/menurunkan penumpang. Sampai akhirnya KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur tersebut ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.

Berita Lainnya  Karawang Gaduh Video Diduga Pasangan Muda-mudi LBGT yang Asik Berjoged

“Kalau saya ada di KRL yang nabrak taksi. Tapi sempat panik juga, karena lampu sempat mati dan setelahnya langsung dievakuasi,” tutur Cecep Kurniawan, yang merupakan adik dari Pimpinan Redaksi Opiniplus.com, Ade Kosasih SE (Mang Adeka).

Keterangan dari Cecep Kurniawan ini juga sesuai dengan keterangan dari Manajer Humas Daop 1 PT. Kereta Api Indonesia, Franoto Wibowo yang menjelaskan, bahwa kejadian bermula saat KRL terlebih dahulu menabrak sebuah taksi di area lintasan.

Akibat insiden awal tersebut, perjalanan kereta di lokasi sempat terganggu. Petugas kemudian menginstruksikan KA Argo Bromo Anggrek untuk melintas dengan kecepatan terbatas dan tetap waspada saat memasuki
stasiun.

Namun situasi di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. Di jalur yang sama, terdapat KRL lain yang sedang berhenti menunggu giliran melintas.

Berita Lainnya  Dugaan Sementara, Polisi Sebut Kebakaran di Pabrik BYD karena Puntung Rokok

KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang akhirnya menabrak bagian belakang rangkaian KRL tersebut.

71 Korban Dievakuasi, 4 Meninggal Dunia

KAI menyampaikan jumlah korban yang dievakuasi usai tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sampai saat ini ada 71 korban dibawa ke rumah sakit.

“Yang kita observasi di rumah sakit, ada 4 atau 5 rumah sakit, itu ada 71 orang,” ungkap Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dilansir dari Detik.com, Selasa (28/4/2026).

Sementara untuk data korban meninggal per pukul 01.00 WIB sebanyak empat orang. Korban meninggal merupakan penumpang KRL.

“Per jam 01.00 ini, itu korban meninggal dunia itu ada 4 orang,” jelas Bobby.

Berita Lainnya  Hoaks Teror Pocong, Polisi Ungkap Hanya Cosplay Pengamen

Adapun untuk penumpang di KA Argo Bromo sudah dievakuasi seluruhnya. Bobby mengatakan ada korban KA jarak jauh yang mengalami luka akibat benturan.

“KA JJ juga ada beberapa penumpang dan terutama prami, penyelia, itu yang mengalami luka-luka juga karena benturan,” katanya.

Dia mengatakan sampai malam ini korban yang terjepit di KRL belum berhasil dievakuasi. Petugas masih melakukan pemotongan gerbong untuk proses evakuasi.

“Yang rangkaian dari kereta Anggrek telah kita lakukan pemotongan ya, sebagian dari rangkaian mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi,” ujarnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : “Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan”

KARAWANG - Pasca 'viral video pesta gay' di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, hingga berujung aksi demonstrasi tokoh agama,...

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan