Selasa, September 15, 2026
spot_img

Diskominfo Siap-siap Dikepung LMP, Gegara Kontroversi Proyek Videotron Rp 1,8 Miliar

KARAWANG – Kontroversi pengadaan proyek videotron Rp 1,8 miliar Diskominfo Karawang terus menuai sorotan publik. Dalam hal ini, Ormas Laskar Merah Putih (LMP) mengaku sudah mencoba melakukan konfirmasi, meminta penjelasan kepada Diskominfo, tetapi sudah 3 hari tak kunjung ditanggapi.

Oleh karenanya, dalam waktu dekat Ormas LMP berencana akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor Diskominfo Karawang.

Wakil Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Mada Jawa Barat, Andi Kurniawan mengatakan, proyek pengadaan videotron Rp 1,8 miliar Diskominfo bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo mengenai efisiensi anggaran yang tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

LMP juga menilai kontroversi proyek videotron ini bertentangan dengan kebijakan efisiensi anggaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  Ribuan Masyarakat Ikuti 'Karawang Mengaji', Ada Ustaz Hanan Attaki

Menurut Andri, proyek pengadaan videotron ini tidak akan menjadi gaduh, jika saja Pemda Karawang yang dalam hal ini Diskominfo tidak menggunakan anggaran APBD. Melainkan memanfaatkan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Pasti akan menjadi gaduh, karena ini bertentangan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pak Prabowo dan Kang Dedi Mulyadi,” tutur Andri Kurniawan, Rabu (16/7/2025).

Menurut Andri, seharusnya Diskominfo lebih bisa memanfaatkan keberadaan media sosial untuk sosialisasi program dan kegiatan pemerintahan. Bukan ujug-ujug menganggarkan pengadaan videotron yang nilainya tidak masuk akal.

“Kami akan berkirim surat resmi ke Diskominfo untuk meminta penjelasan. Apakah Rp 1,8 miliar ini total untuk videotron atau untuk anggaran lainnya. Jelas ini pemborosan anggaran, apalagi nanti harus ada biaya perawatan rutin,” katanya.

Berita Lainnya  Mengecam Pernyataan Nusron Wahid, Petani Karawang Desak RUU Reforma Agraria Segera Disahkan

“Upaya konfirmasi via telpon sudah kita lakukan. Apabila nanti melalui surat resmi untuk meminta audiensi belum ada tanggapan juga, maka siap-siap Diskominfo akan kami kepung (demo, red),” timpal Andri.

Apakah Ada Indikasi Korupsi dalam Pengadaan Videotron?

Menjawab pertanyaan ini, Andri mengaku belum bisa berbicara terlalu jauh, sebelum nanti mendapatkan penjelasan langsung dari Diskominfo. Namun demikian, setiap pengadaan proyek pemerintah pasti ada keuntungan yang didapatkan.

“Ada cashback atau tidak dari pengusaha ke pejabat Diskominfo, itu yang sedang kita telusuri. Tapi yang pasti ada keuntungan yang didapat dalam setiap proyek pemerintahan,” katanya.

Berita Lainnya  GRIB Jaya Akui Hercules Ada di Lokasi, Tapi Bantah Terlibat Kerusuhan

Terakhir Andri menegaskan, karena alasan nilai proyeknya tidak rasional, LMP meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mulai melakukan penyelidikan atas gaduhnya proyek pengadaan videotron Rp 1,8 miliar Diskominfo ini.

“Ya, kalau kita tidak mendapatkan penjelasan yang rasional dari Kominfo, LMP akan mengirimkan surat Laporan Informasi (LI) ke pihak penegak hukum,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan