Jumat, Oktober 16, 2026
Google search engine

Protes Penutupan Tambang, Pendemo Dijanjikan Bertemu Sekda

BANDUNG – Upaya seratusan pekerja tambang usai menggeruduk Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 6 Februari 2026 akhirnya tidak sia-sia.

Usai beraudiensi dengan Asda 2 Setda Pemprov Jabar Bidang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sumasna, di tengah aksi unjuk rasa, akhirnya mereka mendapat kepastian terkait aspirasinya.

Di mana mereka dijanjikan akan bertemu Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman, untuk menyampaikan aspirasi mereka, yakni meminta penutupan tambang secara sementara di Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang, Kabupaten Bogor agar dibuka kembali.

Berita Lainnya  Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Gowa Melawan, Laporkan Penyidik ke Propam

Rencananya, mereka akan dipertemukan dengan Sekda Jabar pada Senin 9 Februari 2026, di Gedung Sate.

“Ayo, sekadang kita pulang, bubar. Senin, jam 9 pagi ketemu Sekda. Kita siapkan pengacara dan pengamat lingkungan,” kata salah satu koordinator aksi, usai berbincang dengan Sumasna.

Seiring adanya kepastian bertemu dengan petinggi di lingkungan Pemprov Jabar, para peserta aksi secara perlahan membubarkan diri.

Diberitakan sebelumnya, pekerja tambang Kabupaten Bogor dengan menggunakan truk mengepung Jalan Diponegoro, depan Gedung Sate.

Berita Lainnya  Selebgram Berlliana Lovell Alami Pelecahan Saat Sedang Live TikTok

Koordinator aksi sekaligus Ketua DPD Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SNBI) Jawa Barat, Yadi Suryadi mengatakan, kedatangan pihaknya tak lain untuk menuntut kepastian dari kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi terkait penutupan sementara tambang.

“Gubernur, wakil gubernur, minimal Sekda turun ke bawah. Kita hanya ingin berdiskusi,” teriak Yadi dalam aksi.

Dia mengatakan, pemberhentian aktivitas tambang sejak September 2025 silam berdampak pada ketidakpastian nasib pekerja tambang.

“Katanya sementara, tapi tidak ada kejelasan. Sementara itu sampai kapan? Itu yang menjadi pertanyaan masyarakat,” ucapnya.

Berita Lainnya  Tantang Hakim PN Soal Dugaan Pungli, Botok AMPB Lakukan 'Sumpah Pocong'

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada buruh tambang, tetapi juga pengusaha dan masyarakat sekitar. Bahkan yang diuntungkan justru pihak di luar Jawa Barat, akibat terhentinya aktivitas pertambangan lokal.***

Sumber : inilahkoran.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Produksi Capai 160 Ton per Hari, Menteri ESDM Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya

KARAWANG - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Bahlil Lahadalia, S.E., M.Si., meresmikan Kilang LPG Cilamaya...

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules, Terkait Korupsi Kementerian ATR/BPN – PT. Summarecon

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiya uang senilai Rp800 juta dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya Hercules...

Diduga Cabuli 2 Anak Kandung, Mantan Kepala KUA Ditangkap Polisi Setelah Selesai Jadi Imam Salat Berjamaah

SOLOK - Seorang pria berinisial AH (66 tahun) yang merupakan pensiunan PNS Kementerian Agama (mantan Kepala KUA) sekaligus imam masjid ditangkap oleh Satreskrim Polres...

Viral Video Pria Dicambuk Meringis Kesakitan di KPPG Bogor, Polisi Lakukan Penyelidikan

BOGOR - Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait rekaman video yang memperlihatkan pria dicambuk yang dinarasikan terjadi di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor. "Ya kita...

RDP Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Murni Konsleting atau Sabotase Data Tanah Rakyat

KARAWANG - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP) mengaku kaget atas insiden kebakaran kantor ATR/BPN Karawang yang terjadi pada Rabu (14/10/2026),...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan