Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Miliki Peran Vital di Masyarakat, Fauzi Ridwan Minta Honor RT/RW Dibayarkan Tepat Waktu

SUBANG – Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PKB, A. Fauzi Ridwan, menyoroti ketimpangan dalam sistem pembayaran honor di tingkat desa, khususnya antara RT/RW dan perangkat desa.

Menurut Fauzi, selama ini honor RT dan RW belum dibayarkan secara rutin setiap bulan, bahkan di sejumlah wilayah masih terjadi keterlambatan.

Sementara itu, perangkat desa sudah menerima penghasilan secara tetap dan dibayarkan setiap bulan.

“Kita harus jujur melihat kondisi di lapangan. RT dan RW ini bekerja setiap hari, tapi honornya belum tentu dibayar tiap bulan. Sementara perangkat desa sudah jelas sistem penghasilannya,” ujar Fauzi, Minggu (26/4/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan ketimpangan, padahal RT dan RW memiliki peran yang sangat vital sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Berita Lainnya  Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-393, Karawang Terus Berbenah dan Bangun Infrastruktur

“RT/RW ini yang langsung berhadapan dengan warga, dari urusan administrasi, konflik sosial, sampai kondisi darurat. Tapi dari sisi kesejahteraan, mereka justru belum mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Atas dasar itu, Fauzi mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan sistem dengan memastikan honor RT dan RW dibayarkan secara rutin setiap bulan, sehingga ada kepastian bagi mereka dalam menjalankan tugas.

“Kalau tugasnya tidak pernah berhenti, maka haknya juga harus jelas. Minimal dibayar setiap bulan, jangan menunggu atau dirapel,” katanya.

Selain soal honor, Fauzi juga mengusulkan agar seluruh RT dan RW mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Setujui Perubahan KUA - PPAS 2026 dan Bahas Raperda APBD 2027

Berdasarkan perhitungan, iuran BPJS Kesehatan kelas 3 sekitar Rp35.000 per orang per bulan, sementara BPJS Ketenagakerjaan untuk skema dasar sekitar Rp20.000 per bulan. Total kebutuhan premi per orang sekitar Rp55.000 per bulan.

Dengan jumlah sekitar 7.000 RT di Kabupaten Subang, maka total anggaran yang dibutuhkan: Rp55.000 x 7.000 = Rp385.000.000 per bulan Atau sekitar Rp4,6 miliar per tahun.

Fauzi menegaskan, angka tersebut masih sangat rasional jika dibandingkan dengan peran besar RT dan RW dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

“Dengan anggaran sekitar Rp385 juta per bulan, kita bisa memberikan perlindungan kesehatan dan jaminan kerja bagi ribuan RT. Ini bentuk kehadiran negara yang nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik di tingkat paling bawah.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

“Kalau RT dan RW merasa diperhatikan, mereka akan bekerja lebih maksimal. Dan yang paling merasakan manfaatnya adalah masyarakat,” katanya.

Fauzi berharap pemerintah daerah segera merespons usulan ini secara serius agar tidak ada lagi ketimpangan dalam sistem penghargaan terhadap aparatur di tingkat desa.

“Jangan sampai yang paling dekat dengan masyarakat justru paling tidak mendapatkan kepastian. Ini harus kita perbaiki bersama,” pungkasnya. (rls)

Sumber : lampuhijau.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan