Kamis, Juni 11, 2026
spot_img

Miliki Peran Vital di Masyarakat, Fauzi Ridwan Minta Honor RT/RW Dibayarkan Tepat Waktu

SUBANG – Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PKB, A. Fauzi Ridwan, menyoroti ketimpangan dalam sistem pembayaran honor di tingkat desa, khususnya antara RT/RW dan perangkat desa.

Menurut Fauzi, selama ini honor RT dan RW belum dibayarkan secara rutin setiap bulan, bahkan di sejumlah wilayah masih terjadi keterlambatan.

Sementara itu, perangkat desa sudah menerima penghasilan secara tetap dan dibayarkan setiap bulan.

“Kita harus jujur melihat kondisi di lapangan. RT dan RW ini bekerja setiap hari, tapi honornya belum tentu dibayar tiap bulan. Sementara perangkat desa sudah jelas sistem penghasilannya,” ujar Fauzi, Minggu (26/4/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan ketimpangan, padahal RT dan RW memiliki peran yang sangat vital sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Berita Lainnya  Abi Azis Apresiasi Polres Karawang Kendalikan Cipkon Pasca Nobar Persib

“RT/RW ini yang langsung berhadapan dengan warga, dari urusan administrasi, konflik sosial, sampai kondisi darurat. Tapi dari sisi kesejahteraan, mereka justru belum mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Atas dasar itu, Fauzi mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan sistem dengan memastikan honor RT dan RW dibayarkan secara rutin setiap bulan, sehingga ada kepastian bagi mereka dalam menjalankan tugas.

“Kalau tugasnya tidak pernah berhenti, maka haknya juga harus jelas. Minimal dibayar setiap bulan, jangan menunggu atau dirapel,” katanya.

Selain soal honor, Fauzi juga mengusulkan agar seluruh RT dan RW mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis.

Berita Lainnya  Bakal Surati Prabowo, Fraksi Golkar Minta MBG Tak Ambil Anggaran Pendidikan

Berdasarkan perhitungan, iuran BPJS Kesehatan kelas 3 sekitar Rp35.000 per orang per bulan, sementara BPJS Ketenagakerjaan untuk skema dasar sekitar Rp20.000 per bulan. Total kebutuhan premi per orang sekitar Rp55.000 per bulan.

Dengan jumlah sekitar 7.000 RT di Kabupaten Subang, maka total anggaran yang dibutuhkan: Rp55.000 x 7.000 = Rp385.000.000 per bulan Atau sekitar Rp4,6 miliar per tahun.

Fauzi menegaskan, angka tersebut masih sangat rasional jika dibandingkan dengan peran besar RT dan RW dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

“Dengan anggaran sekitar Rp385 juta per bulan, kita bisa memberikan perlindungan kesehatan dan jaminan kerja bagi ribuan RT. Ini bentuk kehadiran negara yang nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik di tingkat paling bawah.

Berita Lainnya  H. Oma : Kurban Bukan Hanya Perkara Ibadah, Tetapi Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan Masyarakat

“Kalau RT dan RW merasa diperhatikan, mereka akan bekerja lebih maksimal. Dan yang paling merasakan manfaatnya adalah masyarakat,” katanya.

Fauzi berharap pemerintah daerah segera merespons usulan ini secara serius agar tidak ada lagi ketimpangan dalam sistem penghargaan terhadap aparatur di tingkat desa.

“Jangan sampai yang paling dekat dengan masyarakat justru paling tidak mendapatkan kepastian. Ini harus kita perbaiki bersama,” pungkasnya. (rls)

Sumber : lampuhijau.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Polres Karawang Amankan 5 Pemuda dalam ‘Video Viral Pesta Gay’ di Theatre Night Mart

KARAWANG - Pasca viral video diduga pesta gay sekelompok pemuda di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev Karawang - Jawa...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan