Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Mensos Bantah Ada Keterlambatan Penanganan di Kasus Balita Cacingan Akut Sukabumi

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara terkait kasus balita Raya, balita yang meninggal akibat cacingan akut di Sukabumi, Jawa Barat. Dia menampik ada keterlambatan perihal penanganan kasus tersebut.

“Sebenarnya tidak ada keterlambatan,” ujarnya ditemui usai acara temu Karang Taruna di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Minggu (24/8).

Saat ini, kata dia, justru tengah dilakukan pembenahan data yang menjadi bagian dari strategi presiden untuk konsolidasi data seluruh keluarga tidak mampu.

Konsolidasi data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ini menjadi sangat penting karena banyak sekali warga yang belum terdata baik itu lewat dukcapil maupun lainnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) untuk ikut terlibat di dalam pemutakhiran data. Karena usul sanggah ini berasal dari daerah ke pemerintah.

Berita Lainnya  Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : "Banyak juga Presiden yang Goblok"

Yang mana nantinya, BPS akan melakukan pemutakhiran data warga miskin di lapangan tiga bulan sekali.

Diakuinya, pihaknya baru mengetahui belakangan ini terkait kondisi yang terjadi pada keluarga tersebut. Karenanya, Kemensos langsung turun untuk melakukan assessment.

“Orang tuanya ditangani (diobati dan rehabilitasi, red), kakaknya itu sedang dalam assessment yang insya Allah nanti akan dimasukkan ke sentra kita yang ada di Sukabumi,” paparnya.

Kasus almarhumah Raya ini juga diminta olehnya untuk dijadikan pembelajaran untuk semua pihak agar benar-benar memperhatikan dan menyisir warga-warga sekitarnya.

Jika memang memerlukan perlindungan dan jaminan sosial maka bisa diajukan ke Kemensos.

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

“Harus bersinergi, pemerintah daerah utamanya ya dengan desa-desa dan juga di RT-RW untuk benar-benar bisa memberikan suatu data yang tepat yang baik sehingga kita bisa berikan langkah-langkah atau intervensi yang tepat,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, balita asal Sukabumi, Jawa Barat, Raya (3) meninggal dunia akibat cacingan akut. Almarhumah menghembuskan nafas terakhir usai dirawat sembilan hari di rumah sakit.

Raya dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH pada Minggu malam (13/8). Begitu sampai di IGD, ada peristiwa mengejutkan. Dari video akun relawan Rumah Teduh, ada cacing gelang yang keluar dari hidung bocah malang tersebut. Sedihnya lagi, cacing tidak hanya keluar dari hidung tapi juga dari kemaluan dan anus Raya.

Berita Lainnya  Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah 'Mensrea'

Menurut keterangan relawan, cacing yang keluar dari tubuh mungil bocah tersebut sampai 1 kilogram. Kondisi tersebut menegaskan betapa parahnya infeksi cacing yang dialami Raya.

Mirisnya lagi, menurut relawan Rumah Teduh Sukabumi, proses perawatan medis yang dijalani Raya sempat terkendala biaya. Sebab, anak dari pasangan Udin (32) dan Endah (38) tidak memiliki identitas resmi hingga kepesertaan BPJS Kesehatan.

Relawan pun berupaya mendaftarkan Raya menjadi PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sayangnya, mereka harus dilempar-lempar pihak dinas sosial (dinsos) setempat.***

Sumber : JawaPos.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan