Sabtu, Mei 9, 2026
spot_img

Mensos Bantah Ada Keterlambatan Penanganan di Kasus Balita Cacingan Akut Sukabumi

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara terkait kasus balita Raya, balita yang meninggal akibat cacingan akut di Sukabumi, Jawa Barat. Dia menampik ada keterlambatan perihal penanganan kasus tersebut.

“Sebenarnya tidak ada keterlambatan,” ujarnya ditemui usai acara temu Karang Taruna di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Minggu (24/8).

Saat ini, kata dia, justru tengah dilakukan pembenahan data yang menjadi bagian dari strategi presiden untuk konsolidasi data seluruh keluarga tidak mampu.

Konsolidasi data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ini menjadi sangat penting karena banyak sekali warga yang belum terdata baik itu lewat dukcapil maupun lainnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) untuk ikut terlibat di dalam pemutakhiran data. Karena usul sanggah ini berasal dari daerah ke pemerintah.

Berita Lainnya  GMPI Bersiap Kepung Gedung Wakil Rakyat Karawang

Yang mana nantinya, BPS akan melakukan pemutakhiran data warga miskin di lapangan tiga bulan sekali.

Diakuinya, pihaknya baru mengetahui belakangan ini terkait kondisi yang terjadi pada keluarga tersebut. Karenanya, Kemensos langsung turun untuk melakukan assessment.

“Orang tuanya ditangani (diobati dan rehabilitasi, red), kakaknya itu sedang dalam assessment yang insya Allah nanti akan dimasukkan ke sentra kita yang ada di Sukabumi,” paparnya.

Kasus almarhumah Raya ini juga diminta olehnya untuk dijadikan pembelajaran untuk semua pihak agar benar-benar memperhatikan dan menyisir warga-warga sekitarnya.

Jika memang memerlukan perlindungan dan jaminan sosial maka bisa diajukan ke Kemensos.

Berita Lainnya  Ade Kunang Terima Rp 11 Miliar dan Ayahnya Rp 1 Miliar

“Harus bersinergi, pemerintah daerah utamanya ya dengan desa-desa dan juga di RT-RW untuk benar-benar bisa memberikan suatu data yang tepat yang baik sehingga kita bisa berikan langkah-langkah atau intervensi yang tepat,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, balita asal Sukabumi, Jawa Barat, Raya (3) meninggal dunia akibat cacingan akut. Almarhumah menghembuskan nafas terakhir usai dirawat sembilan hari di rumah sakit.

Raya dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH pada Minggu malam (13/8). Begitu sampai di IGD, ada peristiwa mengejutkan. Dari video akun relawan Rumah Teduh, ada cacing gelang yang keluar dari hidung bocah malang tersebut. Sedihnya lagi, cacing tidak hanya keluar dari hidung tapi juga dari kemaluan dan anus Raya.

Berita Lainnya  Mayoritas IPAL Dapur SPPG Tak Sesuai Standar, Satgas MBG Jangan Tutup Mata

Menurut keterangan relawan, cacing yang keluar dari tubuh mungil bocah tersebut sampai 1 kilogram. Kondisi tersebut menegaskan betapa parahnya infeksi cacing yang dialami Raya.

Mirisnya lagi, menurut relawan Rumah Teduh Sukabumi, proses perawatan medis yang dijalani Raya sempat terkendala biaya. Sebab, anak dari pasangan Udin (32) dan Endah (38) tidak memiliki identitas resmi hingga kepesertaan BPJS Kesehatan.

Relawan pun berupaya mendaftarkan Raya menjadi PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sayangnya, mereka harus dilempar-lempar pihak dinas sosial (dinsos) setempat.***

Sumber : JawaPos.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan