Senin, Mei 18, 2026
spot_img

Kang Ais Laporkan Dugaan Ijon Pokir Dewan ke Kejati Jabar?

KARAWANG – Salah seorang tokoh pergerakan Asep Irawan Syafei M.Si dikabarkan telah melaporkan dugaan ijon pokir Anggota DPRD Karawang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Dikonfirmasi mengenai kabar ini, Kang Ais (sapaan akrab) mengaku telah bertemu dengan penyidik Kejati Jabar pada Jumat (17/4/2026).

Namun Kang Ais belum terlalu terbuka kepada wartawan, ketika disinggung pertemuannya dengan penyidik Kejati Jabar tersebut apakah berkaitan dengan dugaan ijon pokir Anggota DPRD Karawang atau bukan.

Berita Lainnya  Tidak Ada Kaitannya dengan Bentrok Suporter, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Pelajar di Batujaya

“Iya, saya hadir ke sana sebatas silaturrahmi dengan beberapa sahabat yang berdinas di sana. Sebatas ngobrol tentang dinamika yang terjadi saat ini,” tutur Kang Ais, saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/4/2026).

Kepada wartawan, Kang Ais hanya mengaku jika pertemuannya dengan penyidik Kejati Jabar hanya sebatas agenda silaturahmi biasa.

“Ini silaturrahmi biasa aja, kebetulan saat ini sudah ada pimpinan Kejati yang baru. Tentu sebagai warga Jawa Barat, kita memberikan saran dan dukungan kepada beliau yang merupakan salah seorang Jaksa berprestasi di negeri ini,” katanya.

Berita Lainnya  Jadi Broker Proyek, Lippo Diperiksa Polda Metro Jaya

“Apakah pertemuan tersebut berkaitan dengan dugaan ijon pokir Anggota DPRD Karawang,” tanya penegasan Redaksi Opiniplus.com.

“Udah, ya!,” singkat Kang Ais.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris LSM Kompak Reformasi, Pancajihadi Al Panji telah menyurati Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, terkait gaduhnya dugaan ijon pokir Anggota DPRD Karawang ini.

Melalui Surat Nomor : 14/LP-LSMKR/III/2026 tertanggal 6 April 2026 tersebut, Kompak Reformasi meminta agar Kejati Jabar segera melakukan penyelidikan atas dugaan praktik ijon pokir DPRD Karawang.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Suap Ade Kunang, Terdakwa Sarjan Divonis 3,3 Tahun Penjara

BANDUNG - Terdakwa penyuap Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kusawara Kunang dan ayahnya HM Kunang, Sarjan terlihat tidak menaiki mobil tahanan setelah menjalani sidang vonis...

MAKI Sentil Pembelaan Nadiem Via Opini Medsos

JAKARTA - Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku penasaran dengan strategi pembelaan hukum yang akan disampaikan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi

GARUT - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut - Jawa Barat, berinisial AN, dipolisikan setelah diduga mencabuli salah seorang santriwati. Saat ini, lelaki...

Jawa Barat Bakal Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, ini Penjelasan Pemprov

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah,...

Denda Kelebihan Izin Rp 224,7 Juta Dibayar, KDM Pastikan WNI Terlantar di Libya Bisa Pulang

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan empat warga negara Indonesia (WNI) yang terlantar di Libya akhirnya bisa dipulangkan ke Tanah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan