Kamis, Juni 25, 2026
spot_img

Diapresiasi KDM, Polres Karawang Berhasil Amankan 5 Pelaku Perburuan Macan Tutul Jawa di Sanggabuana

KARAWANG – Polres Karawang akhirnya berhasil mengamankan 5 pelaku perburuan liar macan tutul jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan hutan wilayah Pegunungan Sanggabuana Kabupaten Karawang – Jawa Barat.

Kelima pelaku diketahui berinisial J, AM, M, A, dan UM, yang berdomisili di sekitar Kabupaten Purwakarta. Para pelaku merupakan kelompok yang biasa berburu di rangkaian Gunung Karadak, Lesang, Haur, dan berakhir di Gunung Opat yang merupakan bagian dari Kawasan Hutan Negara Gunung Sanggabuana.

Dibantu Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dengan bukti kamera tersebunyi (kamera trap), akhirnya identitas pelaku diketahui dan langsung diamankan.

Berita Lainnya  Ayah Bejat di Karawang, Cabuli Anak Kandung, KDRT Istri hingga Tularkan Penyakit Sifilis

Dalam menjalankan perburuannya, para pelaku terlihat membawa senjata api jenis dorlok dan membawa anjing pemburu untuk mengetahui keberadaan atau titik sembunyi buruannya.

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (28/1/2026), Kapolres AKBP, Fiki N. Ardiansyah melalui Kasat Reskrim, AKP M. Nazal Fawwas menyampaikan, setelah dilakukan gelar perkara, justru TKP utama berada di wilayah hukum Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari. Sehingga ditegaskannya, penanganan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Purwakarta untuk penyidikan lebih lanjut.

Namun secara hukum, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut mengancam setiap orang yang tanpa izin berburu atau membawa senjata api ke dalam hutan negara. Penyidik menyimpulkan bukti permulaan yang terkumpul sudah cukup untuk menduga terjadinya tindak pidana tersebut.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Larang ASN 'Ngonten' Pakai Seragam dan Atribut Dinas

Dedi Mulyadi Sampaikan Apresiasi Kinerja Kepolisian

Sementara diketahui, kasus perburuan macan tutul jawa ini sempat menggundang perhatian Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Melalui akun instagram @dedimulyadi71, orang nomor satu di Jawa Barat ini mengungkapkan rasa kekecewaanya.

Namun demikian, KDM menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah berhasil mengungkap kasus perburuan macan tutul jawa di kawasan Hutan Pegunungan Sanggabuana ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda Jabar, Kapolres Karawang, Satuan Reskrim Karawang yang telah mengamankan orang-orang yang diduga melakukan perburuan dan penembakan terhadap hewan yang dilindungi,” tutur KDM.

Berita Lainnya  Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

KDM juga menegaskan bahwa gunung itu merupakan ‘panageuhan’. Artinya, gunung merupakan wilayah penyangga yang harus dijaga.

“Bukan hanya gunungnya, tetapi pengisinya juga harus dijaga. Karena kita mendapat manfaat yang ada di hilirnya,” tandas KDM.***

Ket foto : Edit foto karikatur KDM dan AKBP Fiki N. Ardiansyah.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD, Kejati Jabar Periksa Wakil Bupati Indramayu

INDRAMAYU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat memeriksa Wakil Bupati Indramayu Syaefudin sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan dan transportasi...

Demo Emak-emak di Karawang: “Jangan Hentikan MBG, Anak-anak Kami Butuh Makan Bergizi”

KARAWANG - Massa aksi yang didominasi kalangan emak-emak melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Pemkab Karawang, Rabu (24/6/2026). Massa aksi menyampaikan tuntutan menolak penghentian...

Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

PURWAKARTA - Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta mengaku masih kebingungan menjalankan Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi...

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan