Rabu, Mei 6, 2026
spot_img

Diapresiasi KDM, Polres Karawang Berhasil Amankan 5 Pelaku Perburuan Macan Tutul Jawa di Sanggabuana

KARAWANG – Polres Karawang akhirnya berhasil mengamankan 5 pelaku perburuan liar macan tutul jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan hutan wilayah Pegunungan Sanggabuana Kabupaten Karawang – Jawa Barat.

Kelima pelaku diketahui berinisial J, AM, M, A, dan UM, yang berdomisili di sekitar Kabupaten Purwakarta. Para pelaku merupakan kelompok yang biasa berburu di rangkaian Gunung Karadak, Lesang, Haur, dan berakhir di Gunung Opat yang merupakan bagian dari Kawasan Hutan Negara Gunung Sanggabuana.

Dibantu Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dengan bukti kamera tersebunyi (kamera trap), akhirnya identitas pelaku diketahui dan langsung diamankan.

Berita Lainnya  Jelang May Day, Kapolres Karawang: Awas! Provokasi di Medsos

Dalam menjalankan perburuannya, para pelaku terlihat membawa senjata api jenis dorlok dan membawa anjing pemburu untuk mengetahui keberadaan atau titik sembunyi buruannya.

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (28/1/2026), Kapolres AKBP, Fiki N. Ardiansyah melalui Kasat Reskrim, AKP M. Nazal Fawwas menyampaikan, setelah dilakukan gelar perkara, justru TKP utama berada di wilayah hukum Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari. Sehingga ditegaskannya, penanganan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Purwakarta untuk penyidikan lebih lanjut.

Namun secara hukum, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut mengancam setiap orang yang tanpa izin berburu atau membawa senjata api ke dalam hutan negara. Penyidik menyimpulkan bukti permulaan yang terkumpul sudah cukup untuk menduga terjadinya tindak pidana tersebut.

Berita Lainnya  Oknum Ustaz Diduga Cabuli Santriwati hingga Hamil, Warga Demo Pondok Pesantren

Dedi Mulyadi Sampaikan Apresiasi Kinerja Kepolisian

Sementara diketahui, kasus perburuan macan tutul jawa ini sempat menggundang perhatian Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Melalui akun instagram @dedimulyadi71, orang nomor satu di Jawa Barat ini mengungkapkan rasa kekecewaanya.

Namun demikian, KDM menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah berhasil mengungkap kasus perburuan macan tutul jawa di kawasan Hutan Pegunungan Sanggabuana ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda Jabar, Kapolres Karawang, Satuan Reskrim Karawang yang telah mengamankan orang-orang yang diduga melakukan perburuan dan penembakan terhadap hewan yang dilindungi,” tutur KDM.

Berita Lainnya  Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Tewasnya Bayi 1,5 Tahun

KDM juga menegaskan bahwa gunung itu merupakan ‘panageuhan’. Artinya, gunung merupakan wilayah penyangga yang harus dijaga.

“Bukan hanya gunungnya, tetapi pengisinya juga harus dijaga. Karena kita mendapat manfaat yang ada di hilirnya,” tandas KDM.***

Ket foto : Edit foto karikatur KDM dan AKBP Fiki N. Ardiansyah.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan