Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Diapresiasi KDM, Polres Karawang Berhasil Amankan 5 Pelaku Perburuan Macan Tutul Jawa di Sanggabuana

KARAWANG – Polres Karawang akhirnya berhasil mengamankan 5 pelaku perburuan liar macan tutul jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan hutan wilayah Pegunungan Sanggabuana Kabupaten Karawang – Jawa Barat.

Kelima pelaku diketahui berinisial J, AM, M, A, dan UM, yang berdomisili di sekitar Kabupaten Purwakarta. Para pelaku merupakan kelompok yang biasa berburu di rangkaian Gunung Karadak, Lesang, Haur, dan berakhir di Gunung Opat yang merupakan bagian dari Kawasan Hutan Negara Gunung Sanggabuana.

Dibantu Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dengan bukti kamera tersebunyi (kamera trap), akhirnya identitas pelaku diketahui dan langsung diamankan.

Berita Lainnya  2 Anggota TNI Aniaya Warga di Depan Istri dan Anak Korban

Dalam menjalankan perburuannya, para pelaku terlihat membawa senjata api jenis dorlok dan membawa anjing pemburu untuk mengetahui keberadaan atau titik sembunyi buruannya.

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (28/1/2026), Kapolres AKBP, Fiki N. Ardiansyah melalui Kasat Reskrim, AKP M. Nazal Fawwas menyampaikan, setelah dilakukan gelar perkara, justru TKP utama berada di wilayah hukum Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari. Sehingga ditegaskannya, penanganan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Purwakarta untuk penyidikan lebih lanjut.

Namun secara hukum, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut mengancam setiap orang yang tanpa izin berburu atau membawa senjata api ke dalam hutan negara. Penyidik menyimpulkan bukti permulaan yang terkumpul sudah cukup untuk menduga terjadinya tindak pidana tersebut.

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Dedi Mulyadi Sampaikan Apresiasi Kinerja Kepolisian

Sementara diketahui, kasus perburuan macan tutul jawa ini sempat menggundang perhatian Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Melalui akun instagram @dedimulyadi71, orang nomor satu di Jawa Barat ini mengungkapkan rasa kekecewaanya.

Namun demikian, KDM menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah berhasil mengungkap kasus perburuan macan tutul jawa di kawasan Hutan Pegunungan Sanggabuana ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda Jabar, Kapolres Karawang, Satuan Reskrim Karawang yang telah mengamankan orang-orang yang diduga melakukan perburuan dan penembakan terhadap hewan yang dilindungi,” tutur KDM.

Berita Lainnya  Sudah 10 Hari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

KDM juga menegaskan bahwa gunung itu merupakan ‘panageuhan’. Artinya, gunung merupakan wilayah penyangga yang harus dijaga.

“Bukan hanya gunungnya, tetapi pengisinya juga harus dijaga. Karena kita mendapat manfaat yang ada di hilirnya,” tandas KDM.***

Ket foto : Edit foto karikatur KDM dan AKBP Fiki N. Ardiansyah.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan