Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Demo di Lembur Pakuan Dihadang Warga, Massa Tetap Tak Bisa Temui KDM

SUBANG – Aksi demonstrasi dilakukan LSM Pemuda dan Mahasiswa di kediaman Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Lembur Pakuan – Subang, Kamis (19/2/2026).

Meski tuntutan massa aksi berkaitan dengan tata kelola pemerintahan Pemprov Jabar, tetapi aksi demo dilakukan di Lembur Pakuan. Pasalnya, massa pendemo menganggap setiap aksi demonstrasi di Gedung Sate – Bandung tak pernah ditemui KDM.

Alih-alih bisa menyampaikan aspirasi langsung ke KDM, massa pendemo malah dihadang warga yang merasa khawatir, jika aksi demonstrasi bisa mengganggu ketertiban, kenyamanan dan kenyamanan Lembur Pakuan.

Alhasil, massa pendemo tetap tak bisa menemui KDM. Meski massa pendemo dan warga sudah saling berhadapan, tetapi aksi demonstrasi ini berlangsung kondusif karena dijaga ketat aparat kepolisian.

Berita Lainnya  Ghazali Center Minta Pemkab Karawang Tunda Tahapan Pengisian BPD

Namun demikian, massa pendemo tetap menyampaikan aspirasinya soal sejumlah proyek jalan Pemprov Jabar yang hanya memiliki umur layanan sangat pendek, karena baru selesai dibangun namun telah mengalami kerusakan. Pendemo menduga hal tersebut terjadi akibat spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan standar.

Pendemo juga menyoroti adanya isu mengenai individu berinisial DK, HU dan HD yang disebut-sebut mampu mengendalikan atau mengatur alokasi proyek di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Massa meminta agar dugaan tersebut ditelusuri secara transparan oleh aparat penegak hukum.

Berita Lainnya  Resmi Ditahan, Febrie: "Saya Merasa ini Kriminalisasi"

Tak hanya itu, massa mengecam adanya dugaan oknum yang mencatut atau menjual nama Gubernur Dedi Mulyadi dalam praktik pengaturan proyek. Mereka meminta gubernur mengambil langkah tegas untuk membersihkan praktik-praktik yang dinilai merusak integritas pemerintahan daerah.

Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda, Andri, S.H., menyatakan bahwa aksi digelar di Lembur Pakuan karena upaya audiensi dan demonstrasi sebelumnya di kantor dinas terkait serta di Gedung Sate tidak membuahkan tanggapan serius.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi di kantor dinas dan Gedung Sate, namun tidak ada respons yang kami anggap substansial. Karena itu kami datang ke sini agar aspirasi ini benar-benar didengar,” ujar Andri dalam orasinya.

Berita Lainnya  DPR RI Soroti Anggaran Fantastis Rp1,8 Triliun Pengadaan Kipas Angin

Sementara itu, di tengah aksi tersebut, agenda Gubernur Dedi Mulyadi terpantau tetap berjalan. Pada hari yang sama, ia melakukan kunjungan kerja ke Majalengka untuk meninjau bencana pergerakan tanah serta menyiapkan bantuan infrastruktur dan hunian bagi warga terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KDM maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait tuntutan yang disampaikan massa pendemo.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polisi Tetapkan 7 Tersangka dalam Kasus Bentrokan di Tambak – Jakpus

JAKARTA - Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dari peristiwa kericuhan maut di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Ketujuh tersangka ditetapkan atas perusakan gerobak...

Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

JAKARTA - Bareskrim Polri menyebut Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. Etomidate adalah obat bius medis kuat...

Sempat Sembunyi di Kasir Minimarket, Maling Motor di Morowali Tewas Setelah Dihakimi Massa

MOROWALI - Pria berinisial S (33) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok massa usai diduga mencuri motor di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulsel). Pengeroyokan...

Polisi Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Terduga Maling Ayam

TABANAN - Polres Tabanan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan berat, hingga mengakibatkan korban meninggal, yakni pria berinisial KD, warga Desa Sidetapa,...

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Hukum

Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

JAKARTA - Bareskrim Polri menyebut Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. Etomidate adalah obat bius medis kuat...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan