Minggu, April 12, 2026
spot_img

Demo di Lembur Pakuan Dihadang Warga, Massa Tetap Tak Bisa Temui KDM

SUBANG – Aksi demonstrasi dilakukan LSM Pemuda dan Mahasiswa di kediaman Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Lembur Pakuan – Subang, Kamis (19/2/2026).

Meski tuntutan massa aksi berkaitan dengan tata kelola pemerintahan Pemprov Jabar, tetapi aksi demo dilakukan di Lembur Pakuan. Pasalnya, massa pendemo menganggap setiap aksi demonstrasi di Gedung Sate – Bandung tak pernah ditemui KDM.

Alih-alih bisa menyampaikan aspirasi langsung ke KDM, massa pendemo malah dihadang warga yang merasa khawatir, jika aksi demonstrasi bisa mengganggu ketertiban, kenyamanan dan kenyamanan Lembur Pakuan.

Alhasil, massa pendemo tetap tak bisa menemui KDM. Meski massa pendemo dan warga sudah saling berhadapan, tetapi aksi demonstrasi ini berlangsung kondusif karena dijaga ketat aparat kepolisian.

Berita Lainnya  KAHMI Desak APH Selidiki Dugaan Ijon Pokir Anggota DPRD Karawang

Namun demikian, massa pendemo tetap menyampaikan aspirasinya soal sejumlah proyek jalan Pemprov Jabar yang hanya memiliki umur layanan sangat pendek, karena baru selesai dibangun namun telah mengalami kerusakan. Pendemo menduga hal tersebut terjadi akibat spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan standar.

Pendemo juga menyoroti adanya isu mengenai individu berinisial DK, HU dan HD yang disebut-sebut mampu mengendalikan atau mengatur alokasi proyek di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Massa meminta agar dugaan tersebut ditelusuri secara transparan oleh aparat penegak hukum.

Berita Lainnya  Pengamat Apresiasi Langkah DLHK, Dorong Sanksi PT. Pindo Deli 4 Jika Terbukti Melanggar

Tak hanya itu, massa mengecam adanya dugaan oknum yang mencatut atau menjual nama Gubernur Dedi Mulyadi dalam praktik pengaturan proyek. Mereka meminta gubernur mengambil langkah tegas untuk membersihkan praktik-praktik yang dinilai merusak integritas pemerintahan daerah.

Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda, Andri, S.H., menyatakan bahwa aksi digelar di Lembur Pakuan karena upaya audiensi dan demonstrasi sebelumnya di kantor dinas terkait serta di Gedung Sate tidak membuahkan tanggapan serius.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi di kantor dinas dan Gedung Sate, namun tidak ada respons yang kami anggap substansial. Karena itu kami datang ke sini agar aspirasi ini benar-benar didengar,” ujar Andri dalam orasinya.

Berita Lainnya  Dalam Pengaruh Alkohol, Pelaku Minta 'Jatprem' untuk Beli Miras, Polisi Amankan Tersangka Lain

Sementara itu, di tengah aksi tersebut, agenda Gubernur Dedi Mulyadi terpantau tetap berjalan. Pada hari yang sama, ia melakukan kunjungan kerja ke Majalengka untuk meninjau bencana pergerakan tanah serta menyiapkan bantuan infrastruktur dan hunian bagi warga terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KDM maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait tuntutan yang disampaikan massa pendemo.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KDM Minta Samsat Tiru Perbankan, Bayar Pajak Jangan Dibuat Berbelit

BANDUNG - Layanan pembayaran pajak kendaraan di Samsat seluruh Jawa Barat, harus bisa seperti di Perbankan yang efektif dan efisien. Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar,...

KPK Sebut Uang Ratusan Juta Disita dari Kamar Pribadi Ono Surono

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan lokasi penemuan uang ratusan juta yang disita terkait penggeledahan rumah anggota DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Disebutkan, barang...

Bikin Heran dan Kesal! Setelah Motor Listrik, BGN Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Belanja Kaos Kaki

BANDUNG - Saat ini masyarakat Indonesia kembali dibuat heran dan kesal terkait pengadaan yang dibuat Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai terlalu mengada-ngada. Usai membeli...

Wakil Rakyat Karawang Tak Pernah Kritis karena Tersandera Pokir

ISU penyimpangan program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Karawang kembali ramai, pasca statement salah satu anggota dewan yang mengusulkan parkir gratis di RSUD Karawang. Perdebatan...

Awal Mula Pertemuan Sarjan dengan Ade Kunang hingga Berujung Kasus Suap Proyek

BANDUNG – Nama Yayat Sudrajat alias “Lippo” muncul dalam surat dakwaan kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang kini disidangkan di...

Hukum

Kejari Bekasi Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

BEKASI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti rampasan negara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan