Kamis, Oktober 29, 2026
Google search engine

Polisi Ungkap Bengkel Motor di Cirebon Dijadikan Tempat Penjualan ‘Pil Setan’

CIREBON – MAB (31), seorang pemilik bengkel motor di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, terpaksa diamankan Satres Narkoba Polresta Cirebon, setelah diduga menjadi pengedar dan kedapatan menyimpan ribuan ‘pil setan’.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengungkapkan, tersangka menjalankan aksinya dengan sistem cash on delivery (COD).

Para pembeli datang langsung ke bengkel untuk mengambil barang pesanan, sehingga aktivitas transaksi tampak seperti pelanggan biasa yang sedang memperbaiki motor.

Modus yang dilakukan tersangka cukup rapi. Karena pelaku menyamarkan transaksi dengan aktivitas bengkel, sehingga tidak mudah dicurigai petugas.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sekitar 6.000 butir obat keras jenis tramadol dan trihexphenidyl yang disimpan untuk diedarkan.

Berita Lainnya  Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

Petugas juga menemukan bahwa MAB bukan kali pertama terlibat kasus serupa. Ia diketahui merupakan residivis dalam perkara peredaran obat keras.

Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari operasi pemberantasan narkotika dan Obat Keras Terbatas (OKT) yang dilakukan Polresta Cirebon selama April hingga Mei 2026. Dalam periode itu, aparat berhasil mengungkap 33 kasus dengan total 34 tersangka.

Barang bukti yang diamankan tidak sedikit. Polisi menyita sebanyak 17.931 butir obat keras berbagai jenis, di antaranya tramadol, trihexphenidyl, dan heximer. Selain itu, diamankan pula narkotika jenis sabu seberat 14,31 gram dan tembakau sintetis sebanyak 21,12 gram.

Berita Lainnya  Dana Penanganan Bencana Saja Dikorupsi, KPK Amankan 14 Orang, Termasuk Sekretaris BNPB

Imara menegaskan, pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika dan obat keras terbatas di wilayah hukum Polresta Cirebon.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkotika maupun obat keras ilegal. Masyarakat harus dilindungi dari dampak penyalahgunaan obat-obatan ini,” tegasnya, dilansir dari Detik.com, Selasa (25/52026).

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 435 junto Pasal 436 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Berita Lainnya  Pimpinan Pesantren di Bekasi Ditetapkan Tersangka Pencabulan 10 Santriwati, Aksi Bejat Pelaku Dilakukan Berulang Kali Sejak 2024

Dalam aturan tersebut, setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi tanpa memenuhi standar keamanan dan mutu dapat dipidana penjara hingga 12 tahun atau denda maksimal Rp5 miliar.

Sementara pelaku yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan tetapi melakukan praktik kefarmasian berupa peredaran obat keras terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda hingga Rp500 juta.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

JAKARTA - Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat gabungan TNI-Polri terjadi di depan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28...

Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

DELI SERDANG - MJH (36), seorang guru honorer mata pelajaran Agama di SD Negeri 107407 Rimo Mungkur, Desa Bekukul, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang,...

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan