Selasa, April 14, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi : Tanggul Jebol Jadi Penyebab Banjir di Karawang

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai persoalan utama banjir yang kerap melanda Kabupaten Karawang terletak pada kondisi tanggul sungai yang belum memadai.

Menurut Dedi, banyak tanggul sungai dalam kondisi jebol atau lemah. Padahal, sungai-sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Problem utamanya adalah sungai-sungainya itu tanggulnya jebol. Nah seharusnya itu segera ditangani oleh BBWS,” kata Dedi, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Ada tanggul yang hanya diperkuat dengan bambu. Ada juga yang ditahan dengan karung berisi pasir.

Berita Lainnya  Dugaan Pencemaran Kali Cigempol, LMP Desak KDM Tindak Tegas PT. Pindo Deli 4

Kondisi tersebut dinilai Dedi, tidak cukup kuat menahan debit air saat hujan deras turun. Akibatnya, air sungai mudah meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Nah saya lihat tanggul yang dipasang sementaranya ada yang dibuat dari bambu, ada yang hanya tumpukan pasir dikarungin,” tutur Dedi.

Dedi menduga perbaikan belum maksimal karena anggaran yang belum turun. Meski begitu, ia berharap masalah ini segera ditangani agar banjir tidak terus berulang.

Berita Lainnya  Kapolda Jabar Cek Kesiapan Arus Balik di Rest Area Tol Cipali

“Semoga bisa cepat diperbaiki, karena itu memang kewenangan BBWS,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pada hari kedua puasa Ramadhan 2026, warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026) kembali kebanjiran.

Akibat bencana itu, warga yang bersiap menyajikan makan sahur, terpaksa meninggalkan rumahnya masing-masing untuk mengungsi ke tempat aman, Jumat dini hari (20/2/2026).

“Dusun Pangasinan dan Kampek kembali disergap banjir dari luapan Sungai Cibeet dan Citarum pada pukul 02.00 WIB,” ujar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis, Jumat (20/2/2025) siang.

Berita Lainnya  Demo Mahasiswa di Bekasi Saling Dorong dan Nyaris Bentrok dengan Petugas

Kaming mengatakan, berdasarkan data pada Jumat (10/2/2026) siang, ada 218 rumah warga yang kebanjiran. Adapun warga terdampak mencapai 910 orang dari 306 keluarga.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasak-kusuk ke Kejati Jabar Soal Dugaan Ijon Pokir

KARAWANG - Kabar teranyar mengenai dugaan ijon pokir anggota DPRD Karawang mengerucut kepada informasi beberapa pihak yang sudah 'kasak-kusuk' berkomunikasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi...

Terima Uang Rp 2,94 Miliar, KPK Periksa Henri Lincoln

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln untuk mengonfirmasi penerimaan...

Pemborong Menjerit, Mau Nyari Untung Malah Buntung

KARAWANG - Mayoritas pengguna jasa (pemborong) yang mengerjakan proyek atau pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang mulai menjerit. Hal ini...

Meski Sudah Jerat 2 Tersangka, Korupsi Ambulans RSUD Subang Kembali Dilaporkan

SUBANG – Langkah hukum baru diambil oleh dua praktisi hukum, Taufik H. Nasution, SH. MH. M.Kes dan Hugo S. Tambunan, SH.Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri...

Wagub Krisantus Bakal Cium Lutut KDM, Jika Bisa Bangun Kalbar

SINTANG - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan menanggapi keinginan warga yang ingin “meminjam” Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memperbaiki jalan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan