Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Dedi Mulyadi : Tanggul Jebol Jadi Penyebab Banjir di Karawang

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai persoalan utama banjir yang kerap melanda Kabupaten Karawang terletak pada kondisi tanggul sungai yang belum memadai.

Menurut Dedi, banyak tanggul sungai dalam kondisi jebol atau lemah. Padahal, sungai-sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Problem utamanya adalah sungai-sungainya itu tanggulnya jebol. Nah seharusnya itu segera ditangani oleh BBWS,” kata Dedi, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Ada tanggul yang hanya diperkuat dengan bambu. Ada juga yang ditahan dengan karung berisi pasir.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Kondisi tersebut dinilai Dedi, tidak cukup kuat menahan debit air saat hujan deras turun. Akibatnya, air sungai mudah meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Nah saya lihat tanggul yang dipasang sementaranya ada yang dibuat dari bambu, ada yang hanya tumpukan pasir dikarungin,” tutur Dedi.

Dedi menduga perbaikan belum maksimal karena anggaran yang belum turun. Meski begitu, ia berharap masalah ini segera ditangani agar banjir tidak terus berulang.

Berita Lainnya  Sempat Viral Diduga Ketahuan Selingkuh dengan Polisi di Dalam Mobil, Jaksa Cantik Franca Moniqa Dilantik Naik Jabatan

“Semoga bisa cepat diperbaiki, karena itu memang kewenangan BBWS,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pada hari kedua puasa Ramadhan 2026, warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026) kembali kebanjiran.

Akibat bencana itu, warga yang bersiap menyajikan makan sahur, terpaksa meninggalkan rumahnya masing-masing untuk mengungsi ke tempat aman, Jumat dini hari (20/2/2026).

“Dusun Pangasinan dan Kampek kembali disergap banjir dari luapan Sungai Cibeet dan Citarum pada pukul 02.00 WIB,” ujar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis, Jumat (20/2/2025) siang.

Berita Lainnya  KDM atau H. Jenal Aripin yang 'Cuci Tangan', Askun : "Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?"

Kaming mengatakan, berdasarkan data pada Jumat (10/2/2026) siang, ada 218 rumah warga yang kebanjiran. Adapun warga terdampak mencapai 910 orang dari 306 keluarga.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : “Ini Saya Mau Pulang”

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menghadiri rapat di DPR RI pada Senin, 21 September 2026. Kehadiran mendadaknya dalam rapat pleno pengambilan keputusan RUU Pengaturan Reforma...

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan