GARUT – Pernikahan antara Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar Mulyadi Putra dengan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karnila tengah menjadi sorotan publik, khususnya bagi warga Jawa Barat.
Prosesi penikahannya yang menggunakan pakaian dan adat sunda, tetapi ada hal menarik lainnya di pernikahan putra Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi dengan putri sulung Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. H. Karyoto tersebut.
Yaitu dimana mahar yang diserahkan, semuanya menggunakan simbol angka 9. Seperti 9 ekor sapi, 9 ekor domba, 9 ekor ayam pelung, 9 jenis ikan mas, 9 tanggungan ikan burame, 9 ayakan, 9 jenis padi lokal khas Sunda, serta 90 jenis pohon dan benih kayu.
Menurut KDM, mahar yang diberikan Maula Akbar kepada Putri Karlina adalah sederet simbol kehidupan seperti hewan ternak, bibit tanaman, hingga pohon lokal khas Nusantara.
“Perkawinan itu kan proses pembenihan,” ujar KDM, dilansir dari Kompas.com.
“Benih sapi, benih domba, benih ikan, benih padi, benih pohon, benih kayu — semua itu adalah simbol kehidupan yang berkelanjutan. Menikah itu bukan sekadar ritual, tapi membangun siklus kehidupan,” katanya.
KDM menjelaskan alasan angka sembilan menjadi unsur utama mahar tersebut. Menurutnya, angka 9 memiliki makna mendalam dalam filosofi Jawa dan Sunda.
“Angka sembilan itu angka puncak. Sepuluh itu bukan angka, Pak, karena sepuluh itu satu dengan nol. Dia kembali ke satu,” ucapnya.
Makna di balik mahar ini menggambarkan kesatuan nilai adat dan alam. Semua benda yang dijadikan mahar berasal dari bumi Pasundan, menunjukkan bahwa rumah tangga yang kokoh harus berpijak pada akar budaya dan hidup selaras dengan alam.
KDM berharap pernikahan anaknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai budaya lokal dan memaknai pernikahan sebagai langkah sakral menuju kehidupan yang berkelanjutan.
Diketahui, resepsi pernikahan pasangan ini digelar pada hari yang sama, Rabu (16/7/2025), mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB di kawasan Pendopo Garut.***










