Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Makna ‘Angka 9’ di Mahar Pernikahan Maula Akbar dengan Putri Karlina

GARUT – Pernikahan antara Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar Mulyadi Putra dengan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karnila tengah menjadi sorotan publik, khususnya bagi warga Jawa Barat.

Prosesi penikahannya yang menggunakan pakaian dan adat sunda, tetapi ada hal menarik lainnya di pernikahan putra Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi dengan putri sulung Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. H. Karyoto tersebut.

Yaitu dimana mahar yang diserahkan, semuanya menggunakan simbol angka 9. Seperti 9 ekor sapi, 9 ekor domba, 9 ekor ayam pelung, 9 jenis ikan mas, 9 tanggungan ikan burame, 9 ayakan, 9 jenis padi lokal khas Sunda, serta 90 jenis pohon dan benih kayu.

Berita Lainnya  Kekeringan Lahan Sawah Semakin Meluas, Petani Bersiap Kepung Pemda, DPRD hingga Kantor ATR/BPN Karawang

Menurut KDM, mahar yang diberikan Maula Akbar kepada Putri Karlina adalah sederet simbol kehidupan seperti hewan ternak, bibit tanaman, hingga pohon lokal khas Nusantara.

“Perkawinan itu kan proses pembenihan,” ujar KDM, dilansir dari Kompas.com.

“Benih sapi, benih domba, benih ikan, benih padi, benih pohon, benih kayu — semua itu adalah simbol kehidupan yang berkelanjutan. Menikah itu bukan sekadar ritual, tapi membangun siklus kehidupan,” katanya.

KDM menjelaskan alasan angka sembilan menjadi unsur utama mahar tersebut. Menurutnya, angka 9 memiliki makna mendalam dalam filosofi Jawa dan Sunda.

Berita Lainnya  Ribuan Masyarakat Ikuti 'Karawang Mengaji', Ada Ustaz Hanan Attaki

“Angka sembilan itu angka puncak. Sepuluh itu bukan angka, Pak, karena sepuluh itu satu dengan nol. Dia kembali ke satu,” ucapnya.

Makna di balik mahar ini menggambarkan kesatuan nilai adat dan alam. Semua benda yang dijadikan mahar berasal dari bumi Pasundan, menunjukkan bahwa rumah tangga yang kokoh harus berpijak pada akar budaya dan hidup selaras dengan alam.

KDM berharap pernikahan anaknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai budaya lokal dan memaknai pernikahan sebagai langkah sakral menuju kehidupan yang berkelanjutan.

Berita Lainnya  Dorong Digitalisasi Usaha, GOKAR dan Mentorship 360 Perkuat Database UMKM Karawang

Diketahui, resepsi pernikahan pasangan ini digelar pada hari yang sama, Rabu (16/7/2025), mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB di kawasan Pendopo Garut.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : “Ini Saya Mau Pulang”

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menghadiri rapat di DPR RI pada Senin, 21 September 2026. Kehadiran mendadaknya dalam rapat pleno pengambilan keputusan RUU Pengaturan Reforma...

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan