Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Ingin Sekolah Sambil Pesantren, Bupati Aep Undang Khusus Raras atau Akhmad ke Kantornya

Fenomena atau kasus langka perubahan alat kelamin secara alamiah seorang remaja mengudang perhatian khusus dari Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, Jumat (23/5/2025).

Raras Setia Murti (16) yang kini berubah nama menjadi Akhmad Prasetyo diundang khusus ke ruangan Bupati Aep, didampingi aparat Desa Dayeuhluhur, perwakilan Puskesmas dan Dinas Sosial.

Di depan Akhmad yang didampingi neneknya, Bupati Aep berjanji akan membantu persoalan yang dialami Raras atau Akhmad.

“Hari ini saya sengaja memanggil keluarganya. Dulu namanya Raras, sekarang Akhmad. Saya sudah tanya keinginan mereka, dan Akhmad ingin menjalani operasi,” kata Bupati Aep.

Bupati Aep menyatakan, Pemda Karawang siap membantu sepenuhnya proses operasi Akhmad, termasuk melalui BPJS.

Berita Lainnya  PT. PPJM Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Sumurkondang

Ia juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Karawang untuk segera menindaklanjuti proses rujukan agar tidak berlarut.

Rencananya, operasi akan dilaksanakan pada Selasa mendatang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. “Karena kondisi ini cukup spesial, maka harus dirujuk ke RSHS,” tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati Aep juga memberikan bantuan lain berupa biaya pendidikan untuk jenjang SMA dan pesantren, sepeda, telepon genggam, rumah layak huni, bantuan UMKM, dan uang tunai Rp5 juta dari dana pribadinya.

“Akhmad ingin sekolah sambil mondok, insya Allah akan kita fasilitasi. Renovasi rumah juga akan saya bantu pribadi, dan saya sudah minta Dinas Koperasi membantu lewat program UMKM,” tutur Bupati Aep.

Berita Lainnya  Demo Tak Ditanggapi, Dedi Mulyadi Malah Sebar Konten Framing Mahasiswa

Sementara itu, sang nenek, Jeneng, mengungkapkan bahwa perubahan kelamin cucunya mulai terlihat jelas saat remaja.

“Waktu lahir, kelaminnya seperti perempuan. Tapi makin besar, berubah jadi laki-laki,” ujarnya.

Menurut Jeneng, Akhmad sempat mengeluhkan rasa sakit, lalu dibawa ke Puskesmas Dayeuhluhur dan dirujuk ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Akhmad secara medis berjenis kelamin laki-laki. Sejak itu, identitasnya resmi berubah.

“Dia sekarang sudah ikut salat Jumat, sudah tidak pakai kerudung dan rok,” kata sang nenek.

Berita Lainnya  Posko Mudik Cikopo Didesain Nuansa Sunda

Jeneng menambahkan bahwa cucunya kini memiliki perawakan maskulin, tumbuh jakun, dan memiliki kekuatan fisik yang tinggi. “Dia suka bantu-bantu kerja, bahkan kuat angkat 50 kilogram gabah hasil panen,” ucapnya bangga.

Sementara itu Akhmad penuh rasa keharuannya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Bupati Karawang.

“Terima kasih pak Bupati atas bantuan kepada keluarga kami, senang banyak dikasih sama pak Bupati, dan nanti buat pesantren dan sekolah,” singkat Akhmad.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap Saat akan Melarikan Diri

JAKARTA - Polisi menangkap WNA Irak berinisial F yang merupakan pelaku pembunuhan cucu seniman senior Mpok Nori, DA (37) di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan