Selasa, September 15, 2026
spot_img

100 Hari Kerja, Askun Sarankan Bupati Aep Bikin Cell Center Khusus ‘Lapor Pak Bupati’

100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh – H. Maslani, banyak program pro rakyat yang sudah diluncurkan, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun lainnya.

Namun demikian, pemerhati pemerintahan Asep Agustian SH. MH menyoroti beberapa persoalan pembangunan yang masih sering dikeluhkan masyarakat, khsusunya mengenai persoalan infrastruktur, pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Menyambung pernyataan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi yang menyatakan bahwa mayoritas pelayan rumah sakit daerah ‘kurang senyum’, Asep Agustian mengamini pernyataan tersebut.

Sehingga Askun (sapaan akrab) meminta Bupati Aep memanggil semua stakeholder rumah sakit daerah seperti RSUD Karawang, RS Rengasdengklok dan RS Paru Jatisari, untuk kembali menegaskan komitmen pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Berita Lainnya  Kapolresta Karawang Ajak Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

“Mengingat masih banyaknya keluhan pelayanan kesehatan dari masyarakat, bangunan komitmen pelayanan ini kembali harus dipertegas, sebelum nanti Pak Bupati juga mengevaluasi pelayanan kesehatan di rumah sakit swasta,” tutur Askun, Jumat (23/5/2025).

Atas persoalan ini, Askun juga menyarankan Bupati Aep untuk membuat call center khusus ‘Lapor Pak Bupati’. Yaitu dimana call center ini dapat dijadikan masyarakat sebagai media aduan yang bisa diketahui langsung oleh Bupati Aep.

“Saya kira kalau ada call center khusus seperti ini, nanti setiap keluhan yang dialami masyarakat bisa cepat ditanggapi dan ditangani” kata Askun.

“Jangan sedikit-sedikit lapor gubernur. Padahal kan Karawang punya bupati dan wakil bupati yang bertanggungjawab atas 2 juta lebih masyarakatnya,” timpalnya.

Berita Lainnya  Komunitas Ojek Online Marah ke AMPB, Desak Minta Maaf 1x24 Jam

Menurut Askun, call center ‘Lapor Pak Bupati’ ini juga akan lebih mendekatkan Bupati dengan masyarakatnya, serta kembali mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

“Coba buatkan saja call center Lapor Pak Bupati ini. Saya yakin nanti pasti ada psikologis berbeda antara kepercayaan masyarakat dengan pemimpinnya,” katanya.

Menurut Askun, 100 hari kerja Aep-Maslani ini barulah seumur jagung. Dan Bupati Aep bukanlah Superman yang bisa bekerja sendiri. Sehingga harus didukung penuh oleh para pejabat OPD-nya.

“Jangan sampai bupati sibuk kerja, para pejabatnya malah ‘ngarit’ mencari keuntungan pribadi, memanfaatkan kesibukan bupati. Ayo dukung-lah program Pak Bupati, jangan sibuk ngarit terus,” satir Askun.

Apabila ditemukan oknum pejabat seperti itu, Askun meminta Bupati Aep bisa bertindak tegas. Sehingga jangan sampai program ‘Karawang Maju’ terhambat oleh ulah segelintir oknum pejabat yang tidak memiliki moral dan tanggungjawab.

Berita Lainnya  GRIB Jaya Akui Hercules Ada di Lokasi, Tapi Bantah Terlibat Kerusuhan

“Saya berharapa jargon Karawang Maju bisa dibuktikan atas kepemimpinan Bupati H. Aep ini,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus meninggalnya seorang bayi yang diduga akibat kurang sigapnya pelayanan RSUD Karawang sampai mengundang perhatian khusus Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi.

Orang tua si bayi yaitu Edwin Setiawan sampai dipanggil khusus KDM ke Lembur Pakuan. Sampai akhirnya KDM melakukan sidak ke RSUD Karawang.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan