Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Kantor Dinas PUPR Karawang Digeruduk Koalisi Ormas dan LSM, Ada Apa?

KARAWANG – ​Koalisi Ormas dan LSM Kabupaten Karawang menggeruduk kantor Dinas PUPR Karawang. Kedatangan mereka untuk menyampaikan kritik terkait sulitnya akses informasi dan transfaransi penggunaan anggaran dan mekanisme pengadaan barang dan jasa di dinas tersebut.

Koalisi Ormas dan LSM menyinggung buruknya layanan informasi di Dinas PUPR Karawang yang dipandang bertolak belakang dengan semangat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Padahal UU tersebut secara tegas menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan informasi sebagai pilar demokrasi dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

​Persoalan ini bermula ketika Koalisi Ormas dan LSM yang terdiri dari DPC PPBN Karawang, Marcab Laskar Merah Putih Karawang, DPP LSM Kompak, hingga Ormas XTC Karawang, melayangkan surat permohonan audiensi pada 8 Mei 2026, guna mempertanyakan detail pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas PUPR. Namun, proses tersebut menemui jalan buntu.

Berita Lainnya  Kang AIS : "Sikap Haji Toha Rugikan Suku Madura yang Hidup Harmonis di Karawang"

Saat itu, Koalisi Ormas dan LSM hanya ditemui oleh Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Bangunan Dinas PUPR Karawang, Sdr Dani. Mereka kecewa karena keterwakilan Sdr. Dani dinilai tidak memenuhi unsur pimpinan dari pihak Dinas PUPR.

Kekecewaan bertambah ketika pihak Dinas PUPR mengaku tidak mengetahui keberadaan surat permohonan audiensi dari Koalisi Ormas dan LSM.

Sehingga pada Selasa (12/5/2026), Koalisi Ormas dan LSM kembali melayangkan surat audiensi dan mendatangi kantor Dinas PUPR. Meski telah dijadwalkan untuk bertemu kepala dinas, tetapi mereka kembali tidak ditemui dengan alasan kepala dinas banyak kegiatan.

Berita Lainnya  Forum Kutatandingan Minta Semua Pihak Menahan Diri, Desak APH Proses Hukum Haji Toha

​Kondisi ini pun akhirnya memicu kekecewaan mendalam bagi rekan-rekan Koalisi Ormas dan LSM yang hadir, hingga pertemuan berakhir tanpa hasil (membubarkan diri), karena mereka merasa dipermainkan oleh birokrasi yang berbelit.

​Pernyataan Sikap

​Ketua Harian Satria Banten DPC Karawang, Lili Sibri, Sekretaris Marcab LMP Karawang Guruh Yanuar, serta Ketua harian XTC Karawang Edwardo Hotman dalam siaran persnya menyatakan, bahwa Dinas PUPR Karawang telah gagal dalam menjalankan kewajiban pelayanan publik.

​”Kami menilai pelayanan Dinas PUPR bobrok. Mereka seolah menyepelekan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur dan transparan. Dengan ketidakterbukaan ini, kami menduga Dinas PUPR telah mengangkangi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik,” tegas Rekan-rekan Koalisi Ormas dan LSM Karawang.

Berita Lainnya  Aksi Women's March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

​Koalisi Ormas dan LSM menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap penyumbatan informasi ini. Jika dalam waktu dekat pihak Dinas PUPR tidak memberikan penjelasan resmi dan data yang diminta, rekan-rekan Koalisi Ormas dan LSM berkomitmen untuk membawa persoalan ini ke ranah publik yang lebih luas.

​”Jika akses informasi tetap ditutup, kami pastikan akan turun ke jalan untuk melakukan orasi di depan Kantor Dinas PUPR. Keterbukaan informasi adalah hak yang dibenarkan secara hukum, dan kami akan memperjuangkan hak tersebut hingga tuntas,” tutup Fakhri Shibyan, perwakilan dari Koalisi Ormas dan LSM Karawang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan