Kamis, Agustus 13, 2026
spot_img

2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang.

Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi mengucapkan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah seremoni khidmat di Aula Lapas Subang, Selasa (12/5/2026).

Momen emosional ini menjadi simbol kembalinya para warga binaan ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah menjalani serangkaian proses pembinaan kepribadian yang panjang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Subang dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan kunci.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Anti Teror, Kementerian Agama Kabupaten Subang, Badan Intelijen Negara (BIN), Bapas Subang, serta unsur Aparat Penegak Hukum lainnya.

Berita Lainnya  Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

Sinergi lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal proses reintegrasi sosial para warga binaan.

Lepaskan Paham Radikal Dalam naskah ikrar yang dibacakan, kedua narapidana tersebut menyatakan kesetiaan mereka kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Mereka berkomitmen penuh untuk meninggalkan paham radikalisme serta segala bentuk aktivitas terorisme.

Kepala Lapas Kelas IIA Subang menegaskan bahwa ikrar setia ini merupakan salah satu indikator keberhasilan program deradikalisasi yang dijalankan secara kolaboratif di dalam Lapas.

Berita Lainnya  Untuk Penuhi Gaya Hidup, Mahasiswa ini Berpura-pura Diculik, Minta Uang Tebusan Rp 90 Juta ke Orang Tua

“Ini bukan sekadar seremoni formalitas. Kami berharap ini menjadi lembaran baru bagi mereka. Tumbuhkan cinta tanah air, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, sadar hukum, serta produktif,” ujarnya di depan awak media.

Garda Depan Deradikalisasi Pelaksanaan ikrar yang berlangsung penuh rasa nasionalisme ini memperkuat peran Lapas tidak hanya sebagai tempat menjalani masa hukuman, tetapi juga sebagai garda depan dalam memutus rantai penyebaran paham radikal di lingkungan pemasyarakatan.

Berita Lainnya  MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

Melalui program pembinaan berkelanjutan, kedua warga binaan ini diharapkan dapat menjadi duta kedamaian saat kelak kembali ke tengah masyarakat, serta membuktikan bahwa jalan dialog dan cinta tanah air adalah solusi utama dalam berbangsa.

Hingga acara usai, kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, ditutup dengan penghormatan kepada bendera Merah Putih oleh kedua narapidana tersebut.***

Sumber : PikiranRakyat.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

BNN Gerebek Kampung Bahari, Warga Melawan Lempar Batu hingga Petasan

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara kembali menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis...

Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Gowa Ricuh, Husniah Talenrang Bawa Wanita Hamil

GOWA - Suasana rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sempat memanas hingga diwarnai kericuhan. Kericuhan ini dipicu oleh teriakan dari...

Kepala SPPG di Karanganyar Muntah Usai Cicipi Ayam Menu MBG

KARANGANYAR - Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 94 siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, batal dibagikan pada Rabu (12/8/2026). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)...

Proses Evakuasi Lansia dalam Sumur Berlangsung Dramatis, Jasad ‘Dijaga’ Ular Kobra

TASIKMALAYA - Proses evakuasi jasad Aam Amelia (45), seorang perempuan di Kabupaten Tasikmalaya, sempat terhenti berulang kali. Penyebabnya, di dalam sumur tua sedalam 12...

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

Hukum

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan