Selasa, Mei 12, 2026
spot_img

Pemkab Bekasi dan BPS Canangkan Program Desa Cantik 2026

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 dengan menyasar 3 desa yakni Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan, Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat serta Desa Karangmekar Kecamatan Kedungwaringin.

Pencanangan tersebut berlangsung secara daring di Ruang Command Center Diskominfosantik, Komplek Pemda Bekasi, Cikarang Pusat pada Selasa, (12/05/2026) yang dihadiri perangkat daerah terkait, camat, serta perangkat desa terkait.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan Pemkab Bekasi mendukung adanya program Desa Cantik sebagai upaya penguatan data. Menurutnya, pentingnya ketersediaan data yang akurat sebagai modal dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan.

“Tentunya data itu sangat penting karena menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan. Misalnya, saat membangun ruas jalan, pemerintah harus mengetahui jumlah jalan yang rusak di Kabupaten Bekasi. Dari data tersebut, intervensi pembangunan kemudian disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia sehingga dapat menentukan skala prioritas,” ujarnya.

Berita Lainnya  Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik, Pemkab Bekasi Tandatangani MoU PSEL dengan Danantara

Endin mengapresiasi program Desa Cantik yang digagas BPS dan berharap sinergi antara Pemkab Bekasi dengan BPS semakin kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan data yang akurat dan tepat sasaran.

“Harapan kami Program Desa Cantik ini manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung. Tentunya dengan data yang akurat dan tepat sasaran, dapat mendukung Pemerintah Daerah dalam penentuan kebijakan yang lebih tepat,” tambahnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, menjelaskan berdasarkan Perpres No 39 terkait Satu Data Indonesia, BPS selaku pembina data memiliki kewajiban dalam memberikan literasi dan pemahaman tentang data kepada semua stakeholder yang berada di ruang lingkup pemerintah daerah, termasuk Desa melalui program Desa Cantik.

Berita Lainnya  Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: 'Sudah Melalui Prosedur...'

Menurutnya, program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola data secara sistematis, terstandarisasi, dan berkelanjutan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Hal ini juga sejalan dengan asta cita Presiden RI dalam membangun Indonesia dimulai dari desa.

“Melalui program Desa Cantik, kami membina desa-desa terpilih yang menjadi lokus 2026 agar nantinya aparatur desa mampu mengelola data yang terstandar, membuat website desa, menyusun monografi desa, hingga menggunakan data statistik sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran di level desa berdasarkan eviden tersebut,” jelasnya.

Krido menambahkan, program ini juga melibatkan pembentukan agen statistik di setiap desa yang dibina serta melibatkan Diskominfosantik dan DPMD agar dapat menyebarluaskan pemahaman pengelolaan data ke desa-desa lainnya.

Berita Lainnya  Tekan Angka Pengangguran, Para Pencaker Ikuti Pembekalan Magang ke Jepang

“Jadi dengan adanya para agen statistik desa, diharapkan dapat menyebarluaskan pemahaman pengelolaan data ke desa-desa. Contohnya seperti Desa Sukadanau yang nantinya dapat menjadi contoh dan bisa berbagi ilmunya kepada semua desa lainnya yang ada di Kecamatan Cikarang Barat,” tuturnya.

Kepala BPS berharap dukungan aparatur desa dalam kegiatan pengumpulan data Sensus Ekonomi maupun pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, pembinaan melalui Program Desa Cantik juga diarahkan untuk mendukung penguatan pengelolaan data dalam kedua program tersebut.***

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Saling Lempar Tanggungjawab di Sidang Ade Kunang, Hakim Minta Para Saksi Dikonfrontir

BANDUNG - Sidang kasus dugaan korupsi dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang alias Ade Kunang dan...

2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang. Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi...

Upaya Penyelundupan Narkotika ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

KARAWANG - Upaya penyelundupan narkotika oleh orang tak dikenal (OTK) ke dalam Lapas Karawang berhasil digagalkan petugas, Senin (11/5/2026). Pelaku melakukan modus pelemparan barang haram...

Buntut Bentrokan Suporter, Dedi Mulyadi Minta Bobotoh Tak Berlebihan Rayakan Kemenangan

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan imbauan tegas kepada para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh untuk tidak merayakan kemenangan atas Persija Jakarta...

Sidang Lanjutan Ade Kunang Ungkap Sopir Angkot Dijadikan Direktur Fiktif untuk Dapat Proyek

BANDUNG - Sidang lanjutan kasus korupsi proyek ijon dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara, dan ayahnya, HM Kunang, mengungkap fakta baru. Seorang pengusaha...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan