Sabtu, Juni 13, 2026
spot_img

Diancam Hukuman Mati di Arab Saudi, Keluarga Berharap Pemerintah Bisa Selamatkan Susanti

Keluarga Susanti (29) pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karawang yang terancam hukum mati di Arab Saudi meminta pemerintah Indonesia bisa menyelamatkannya.

Ayah Susanti, Mahfud, meyakini anaknya itu bukan seorang pembunuh. Dia menilai jika itu merupakan tudahan yang keji.

Mahfud mengungkapkan, Susanti berangkat sebagai PMI di Arab Saudi 2012. Saat itu usianya baru menginjak 16 tahun.

Namun tak berselang lama, keluarga mendapatkan kabar yang mengejutkan, Susanti tersangkut hukum kasus pembunuhan.

Berita Lainnya  Jika Tuparev Mau Ditata Dedi Mulyadi, Maka Harus Bersih dari Aktivitas Kemaksiatan

Dia dituding telah melakukan pembunuhan terhadap anak majikan.

Kemudian, Mahfud tidak mendengar kabar lagi soal kasus anaknya tersebut karena jarak dan sulitnya komunikasi.

“Tiba-tiba saya mendengar jika anak saya akan dihukum mati,” kata dia.

Dia berharap pemerintah bisa menyelamatkan anaknya dari hukuman mati.

Apalagi ada peluang anaknya bisa bebas adalah membayar diyat (denda) sebesar Rp 120 miliar kepada keluarga majikannya.

“Saya hanya ingin anak saya kembali pulang,” kata dia.(Tribun)

Berita Lainnya  FORDAS Cilamaya Berbunga Ajak MUI dan Ormas Islam 'Dakwahkan' Kampanye Lingkungan Hidup Lewat Khutbah Jumat
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : “Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan”

KARAWANG - Pasca 'viral video pesta gay' di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, hingga berujung aksi demonstrasi tokoh agama,...

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan