BANDUNG – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB resmi menunjuk eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai komisaris utama independen. Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB.
Keputusan itu menjadi salah satu agenda utama dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar secara hybrid di Bale Pakuan, Bandung, Selasa (28/4). Selain perombakan pengurus, rapat juga memutuskan pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham kepada pemegang saham.
Sosok ikonik yang dikenal dengan ketegasannya ini akhirnya resmi melebarkan sayap ke sektor perbankan.
Langkah ini bukan sekadar pengisian jabatan. Susi membawa misi besar yang langsung memicu perbincangan hangat: “Menenggelamkan” dominasi pinjaman online (pinjol) di Jawa Barat yang selama ini mencekik masyarakat kecil dengan bunga selangit.
Susi menyoroti data mencengangkan terkait perputaran uang di industri pinjol di wilayah Jawa Barat yang menembus angka Rp19,5 triliun. Baginya, nilai fantastis ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Bank BJB untuk hadir sebagai penyelamat ekonomi warga.
“Mimpi saya, pinjol di Jawa Barat ini kalau bisa di-take over oleh BJB. Pasar ini besar sekali. Kita harus membantu orang kecil dengan menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol,” tegas Susi di Bale Pakuan, dilansir dari fajar.co.id.
Meski optimis, Susi menyadari ambisinya memerlukan dukungan regulasi yang kuat. Ia pun mendorong Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk merumuskan mekanisme pembatasan aktivitas pinjol di wilayah tersebut agar Bank BJB memiliki ruang lebih luas dalam menyalurkan kredit produktif yang lebih manusiawi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaku pemegang saham pengendali, mengungkapkan bahwa pemilihan Susi Pudjiastuti didasari oleh aspek integritas yang tak perlu diragukan lagi.
“Saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai Komisaris Utama. Dengan postur baru ini, kita ingin melahirkan bank yang kredibel, bukan hanya eksis sebagai bank daerah, tapi digemari di seluruh Indonesia,” ujar Dedi Mulyadi.
Meskipun ini adalah debutnya di industri perbankan, Susi yang memiliki latar belakang pengusaha sukses meyakini pengalaman manajerialnya akan memberikan nilai tambah bagi bank BPD terbesar di Indonesia tersebut.
Struktur Baru dan Kekuatan Finansial Bank BJB
Penyegaran manajemen ini dilakukan di tengah performa positif perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Bank BJB berhasil membukukan total aset sebesar Rp221,3 triliun, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin bank pembangunan daerah di tanah air.
Berikut adalah susunan pengurus baru Bank BJB pasca-RUPST 2026 (menunggu proses fit and proper test OJK):
Dewan Komisaris:
● Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti
● Komisaris Independen: Novian Herodwijanto & Eydu Oktain Panjaitan
● Komisaris: Rudie Kusmayadi, Herman Suryatman, Tomsi Tohir
Direksi Utama:
● Direktur Utama: Ayi Subarna
● Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
● Direktur Korporasi & UMKM: Mulyana
Masuknya Susi Pudjiastuti diprediksi akan mempercepat transformasi digital Bank BJB. Fokus pada pengalihan beban pinjol ke kredit resmi daerah bukan hanya soal bisnis, melainkan misi sosial untuk memperkuat daya beli masyarakat Jawa Barat. Publik kini menanti, apakah “Jaring Maut” ala Susi sanggup membersihkan gurita pinjol di Tanah Pasundan.***
Sumber : fajar.co.id










