Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Misi Susi Pudjiastuti ‘Tenggelamkan’ Pinjol di Jawa Barat

BANDUNG – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB resmi menunjuk eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai komisaris utama independen. Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB.

Keputusan itu menjadi salah satu agenda utama dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar secara hybrid di Bale Pakuan, Bandung, Selasa (28/4). Selain perombakan pengurus, rapat juga memutuskan pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham kepada pemegang saham.

Sosok ikonik yang dikenal dengan ketegasannya ini akhirnya resmi melebarkan sayap ke sektor perbankan.

Langkah ini bukan sekadar pengisian jabatan. Susi membawa misi besar yang langsung memicu perbincangan hangat: “Menenggelamkan” dominasi pinjaman online (pinjol) di Jawa Barat yang selama ini mencekik masyarakat kecil dengan bunga selangit.

Berita Lainnya  Bea Cukai Sita 20 Ribu Botol Miras Ilegal Senilai Rp 12,5 Miliar

Susi menyoroti data mencengangkan terkait perputaran uang di industri pinjol di wilayah Jawa Barat yang menembus angka Rp19,5 triliun. Baginya, nilai fantastis ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Bank BJB untuk hadir sebagai penyelamat ekonomi warga.

“Mimpi saya, pinjol di Jawa Barat ini kalau bisa di-take over oleh BJB. Pasar ini besar sekali. Kita harus membantu orang kecil dengan menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol,” tegas Susi di Bale Pakuan, dilansir dari fajar.co.id.

Meski optimis, Susi menyadari ambisinya memerlukan dukungan regulasi yang kuat. Ia pun mendorong Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk merumuskan mekanisme pembatasan aktivitas pinjol di wilayah tersebut agar Bank BJB memiliki ruang lebih luas dalam menyalurkan kredit produktif yang lebih manusiawi.

Berita Lainnya  Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaku pemegang saham pengendali, mengungkapkan bahwa pemilihan Susi Pudjiastuti didasari oleh aspek integritas yang tak perlu diragukan lagi.

“Saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai Komisaris Utama. Dengan postur baru ini, kita ingin melahirkan bank yang kredibel, bukan hanya eksis sebagai bank daerah, tapi digemari di seluruh Indonesia,” ujar Dedi Mulyadi.

Meskipun ini adalah debutnya di industri perbankan, Susi yang memiliki latar belakang pengusaha sukses meyakini pengalaman manajerialnya akan memberikan nilai tambah bagi bank BPD terbesar di Indonesia tersebut.

Struktur Baru dan Kekuatan Finansial Bank BJB

Penyegaran manajemen ini dilakukan di tengah performa positif perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Bank BJB berhasil membukukan total aset sebesar Rp221,3 triliun, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin bank pembangunan daerah di tanah air.

Berikut adalah susunan pengurus baru Bank BJB pasca-RUPST 2026 (menunggu proses fit and proper test OJK):

Berita Lainnya  Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

Dewan Komisaris:
● Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti
● Komisaris Independen: Novian Herodwijanto & Eydu Oktain Panjaitan
● Komisaris: Rudie Kusmayadi, Herman Suryatman, Tomsi Tohir

Direksi Utama:

● Direktur Utama: Ayi Subarna
● Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
● Direktur Korporasi & UMKM: Mulyana

Masuknya Susi Pudjiastuti diprediksi akan mempercepat transformasi digital Bank BJB. Fokus pada pengalihan beban pinjol ke kredit resmi daerah bukan hanya soal bisnis, melainkan misi sosial untuk memperkuat daya beli masyarakat Jawa Barat. Publik kini menanti, apakah “Jaring Maut” ala Susi sanggup membersihkan gurita pinjol di Tanah Pasundan.***

Sumber : fajar.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan