Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Perang Dingin Abang Ijo dengan Om Zein

PURWAKARTA – Isu dugaan ‘perang dingin’ antara Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta belakangan ramai diperbincangkan publik. Namun, Wakil Bupati Purwakarta, Abang ljo Hapidin, secara tegas membantah adanya ketegangan tersebut dan memastikan kondisi pemerintahan daerah tetap berjalan harmonis.

Dalam keterangannya dikutip dari akun Facebook miliknya, Abang lịo menyebut tidak ada konflik atau perpecahan antara dirinya dengan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein).

la menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah tetap fokus bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak ada namanya perang dingin, semuanya aman-aman saja. Kami tetap berjalan bersama untuk melayani masyarakat Purwakarta,” ujar Abang ljo dalam pernyataannya dikutip Rabu 15
April 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons
berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait hubungan antara pimpinan daerah, terutama setelah muncul kebijakan berbeda dalam menyikapi penyelenggaraan kegiatan hajatan.

Sementara dilansir dari rmol.id, dalam beberapa isu strategis, Abang Ijo kerap menunjukkan posisi yang berbeda, bahkan terkesan mengambil jarak dari pendekatan politik Om Zein.

Berita Lainnya  KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules, Terkait Korupsi Kementerian ATR/BPN - PT. Summarecon

Mulai dari sorotan soal dugaan pungli di kawasan Cirata, polemik Program Indonesia Pintar di Sukasari, hingga isu terbaru soal kebijakan pengetatan izin keramaian hajatan yang menuai kritik luas.

Di tengah polemik tersebut, publik melihat adanya dua cara pandang yang berbeda dalam membaca persoalan warga.

Perbedaan itu penting, karena dalam politik lokal, persepsi sering kali lebih menentukan daripada penjelasan formal.

Saat kebijakan pemerintah menuai resistensi, publik cenderung mencari siapa sosok yang paling responsif terhadap keresahan mereka. Di titik ini, Abang Ijo memiliki ruang yang sangat strategis.

Ia bukan hanya pejabat yang memahami birokrasi dari dalam, tetapi juga figur yang sudah lama dikenal dekat dengan masyarakat bawah.

Nama Abang Ijo bukan sekadar panggilan populer, melainkan identitas politik yang tumbuh dari kedekatan sosial. Ia punya basis dukungan nyata di kalangan petani, pedagang kecil, komunitas desa, hingga anak muda.

Kekuatan seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Dalam kontestasi politik daerah, kedekatan emosional dengan warga sering jauh lebih menentukan daripada kekuatan formal jabatan.

Berita Lainnya  'Gercep' Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

Abang Ijo memiliki modal sosial yang tidak mudah dibangun hanya melalui panggung kekuasaan.

Situasi menjadi semakin menarik ketika Abang Ijo sempat ramai diperbincangkan usai curhat di media sosial soal dirinya yang merasa tidak dilibatkan dalam sejumlah proses strategis pemerintahan.

Meski tidak disampaikan secara frontal sebagai kritik politik, sinyal semacam itu cukup untuk memunculkan spekulasi soal kerenggangan di tubuh kekuasaan.

Bagi publik, peristiwa itu bukan sekadar curahan hati seorang wakil bupati. Itu dibaca sebagai tanda bahwa hubungan politik di pucuk pemerintahan Purwakarta tidak seharmonis yang terlihat di permukaan.

Dalam konteks Pilkada 2029, sinyal seperti ini sangat penting karena bisa menjadi embrio lahirnya poros politik baru.

Bagi Om Zein, posisi sebagai petahana memang memberi keuntungan besar. Ia memiliki panggung pemerintahan, akses program, dan legitimasi jabatan.

Namun, keunggulan itu juga datang bersama beban politik. Seluruh janji, capaian, kekurangan, hingga kebijakan yang menuai kritik akan menjadi bahan evaluasi publik.

Berita Lainnya  Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN, Desak Pemberantasan Mafia Tanah

Di sinilah Abang Ijo berpotensi menjadi ancaman nyata. Ia punya dua kekuatan sekaligus: tahu cara kerja kekuasaan dari dalam, tetapi tetap punya citra dekat dengan rakyat.

Kombinasi ini sangat berbahaya bagi petahana, karena Abang Ijo bisa tampil sebagai simbol koreksi tanpa harus kehilangan legitimasi pengalaman.

Jika dinamika ini terus berkembang, Pilkada Purwakarta 2029 berpotensi menjadi salah satu pertarungan politik paling sengit dalam sejarah daerah.

Ini bukan sekadar duel dua tokoh, melainkan benturan dua model kepemimpinan: kekuasaan yang bertumpu pada jabatan melawan pengaruh yang tumbuh dari kedekatan sosial.

Retak di kursi kekuasaan hari ini bisa saja menjadi panggung pertarungan besar esok hari. Dan sejauh ini, Abang Ijo sedang menunjukkan bahwa ia bukan lagi sekadar pendamping, melainkan ancaman politik paling nyata bagi Om Zein menuju 2029.***

Sumber : alexanews.id – rmol.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan