Minggu, April 26, 2026
spot_img

Miliki Peran Vital di Masyarakat, Fauzi Ridwan Minta Honor RT/RW Dibayarkan Tepat Waktu

SUBANG – Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PKB, A. Fauzi Ridwan, menyoroti ketimpangan dalam sistem pembayaran honor di tingkat desa, khususnya antara RT/RW dan perangkat desa.

Menurut Fauzi, selama ini honor RT dan RW belum dibayarkan secara rutin setiap bulan, bahkan di sejumlah wilayah masih terjadi keterlambatan.

Sementara itu, perangkat desa sudah menerima penghasilan secara tetap dan dibayarkan setiap bulan.

“Kita harus jujur melihat kondisi di lapangan. RT dan RW ini bekerja setiap hari, tapi honornya belum tentu dibayar tiap bulan. Sementara perangkat desa sudah jelas sistem penghasilannya,” ujar Fauzi, Minggu (26/4/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan ketimpangan, padahal RT dan RW memiliki peran yang sangat vital sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Berita Lainnya  Rp5,6 Miliar Anggaran Pulsa di DPPKB Karawang Disorot

“RT/RW ini yang langsung berhadapan dengan warga, dari urusan administrasi, konflik sosial, sampai kondisi darurat. Tapi dari sisi kesejahteraan, mereka justru belum mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Atas dasar itu, Fauzi mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan sistem dengan memastikan honor RT dan RW dibayarkan secara rutin setiap bulan, sehingga ada kepastian bagi mereka dalam menjalankan tugas.

“Kalau tugasnya tidak pernah berhenti, maka haknya juga harus jelas. Minimal dibayar setiap bulan, jangan menunggu atau dirapel,” katanya.

Selain soal honor, Fauzi juga mengusulkan agar seluruh RT dan RW mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis.

Berita Lainnya  Pimpinan DPRD Karawang 'Rapat Bahas Isu', Askun : Wakil Rakyat Kurang Kerjaan!

Berdasarkan perhitungan, iuran BPJS Kesehatan kelas 3 sekitar Rp35.000 per orang per bulan, sementara BPJS Ketenagakerjaan untuk skema dasar sekitar Rp20.000 per bulan. Total kebutuhan premi per orang sekitar Rp55.000 per bulan.

Dengan jumlah sekitar 7.000 RT di Kabupaten Subang, maka total anggaran yang dibutuhkan: Rp55.000 x 7.000 = Rp385.000.000 per bulan Atau sekitar Rp4,6 miliar per tahun.

Fauzi menegaskan, angka tersebut masih sangat rasional jika dibandingkan dengan peran besar RT dan RW dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

“Dengan anggaran sekitar Rp385 juta per bulan, kita bisa memberikan perlindungan kesehatan dan jaminan kerja bagi ribuan RT. Ini bentuk kehadiran negara yang nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik di tingkat paling bawah.

Berita Lainnya  Realisasikan Aspirasi Warga, DIS Resmikan Lapangan Voli di Perum CKM

“Kalau RT dan RW merasa diperhatikan, mereka akan bekerja lebih maksimal. Dan yang paling merasakan manfaatnya adalah masyarakat,” katanya.

Fauzi berharap pemerintah daerah segera merespons usulan ini secara serius agar tidak ada lagi ketimpangan dalam sistem penghargaan terhadap aparatur di tingkat desa.

“Jangan sampai yang paling dekat dengan masyarakat justru paling tidak mendapatkan kepastian. Ini harus kita perbaiki bersama,” pungkasnya. (rls)

Sumber : lampuhijau.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Chromebook, Penerima Gratifikasi Hanya Jadi Saksi

JAKARTA - Kreator konten sekaligus aktivis, Ferry Irwandi, melayangkan kritik keras terhadap Kejaksaan Republik Indonesia terkait pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Ferry...

Menkeu Purbaya Minta Program MBG Lebih Efisien

JAKARTA - Sejumlah pos anggaran di Badan Gizi Nasional (BGN) terus menuai sorotan publik. Yaitu dari mulai pengadaan 21.801 motor listrik untuk kepala SPPG,...

Intervensi Musorkablub KONI Subang, Pesan WhatsApp Elita Budiati Menuai Polemik

SUBANG — Polemik dugaan intervensi politik dalam tubuh olahraga dan birokrasi di Kabupaten Subang kian memanas menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI...

BGN Kembali Disorot, Kali ini Soal Rp 5,7 Miliar Anggaran Zoom Meeting

JAKARTA - Badan Gizi Nasional menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar untuk berlangganan lisensi Zoom Meeting selama April-Desember 2026. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan anggaran...

‘Shut Up KDM’, Kritik Keras Suporter untuk Dedi Mulyadi

BANDUNG - Suasana laga antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4) malam, tidak hanya diwarnai persaingan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan