Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Gapura Perumahan Dukuh Zamrud Mulai Disorot Kejaksaan

KOTA BEKASI – Dugaan ketidakberesan dalam proyek pembangunan gapura Perumahan Dukuh Zamrud senilai Rp 877.137.242, yang melibatkan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi serta CV. Adzra selaku pemenang tender, mulai mendapat respons dari Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

Diketahui, laporan yang dilayangkan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bekasi itu, kini sedang diproses dalam tahap pulbaket atau pengumpulan bahan keterangan, oleh tim intelijen kejaksaan.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ryan Anugrah, membenarkan bahwa laporan tersebut sedang ditangani. Pelapor pun dijanjikan akan menerima surat pemberitahuan resmi, seiring perkembangan perkara.

Berita Lainnya  Viral Video Siswa Buang MBG ke Gerobak Pasir, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

“Masih pulbaket, nanti ada surat juga yang ditujukan ke pelapor. Saat ini berproses di kejaksaan,” kata Ryan saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).

Meski laporan telah masuk, Ryan mengingatkan bahwa penanganan laporan pengaduan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Kejaksaan menangani berbagai perkara secara bersamaan, sehingga ritme penyelesaiannya menyesuaikan kapasitas dan prioritas yang ada.

“Waktunya menyesuaikan, karena penanganan lapdu (laporan pengaduan) juga bersamaan dengan yang lain,” ujar Ryan.

Pulbaket sendiri merupakan gerbang pertama sebelum sebuah laporan bisa ditingkatkan ke tahap penyelidikan. Pada fase ini, jaksa intelijen menilai apakah laporan mengandung unsur pidana yang cukup kuat.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

Bila indikasi itu ditemukan, barulah perkara naik kelas, dari laporan pengaduan menjadi perkara hukum yang sesungguhnya.

Perlu diketahui, hal tersebut merupakan kelanjutan dari langkah GMKI yang pada 10 Februari 2026 lalu, yang secara resmi menyerahkan hasil observasi lapangan mereka langsung ke Kejaksaan Negeri Bekasi.

Observasi itu dilakukan bersama Yayasan FKWZ, yang salah satu anggotanya merupakan kontraktor sipil berpengalaman.

Dalam hasil observasinya, GMKI dan tim FKWZ menemukan sejumlah hal yang dinilai tidak sesuai dengan besaran anggaran.

Berita Lainnya  Jurnalis Gelar Aksi Tolak Pelabelan 'Londo Ireng'

Menurut Ketua Cabang GMKI Bekasi, Firman, dengan nilai kontrak hampir Rp900 juta, seharusnya kontraktor mampu menggunakan material dan furnitur berkualitas premium.

Kini, bola ada di tangan kejaksaan. Apakah proyek gapura Rp877 juta itu akan berujung pada pengusutan serius, atau hanya tercatat sebagai satu dari sekian pengaduan yang menunggu giliran. Publik Kota Bekasi masih harus bersabar menunggu jawabannya.***

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Warga Depok Geger Penemuan Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi

DEPOK - Mayat tanpa kaki diduga korban mutilasi ditemukan di sebuah lahan kosong, Pancoran Mas, Depok. Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat...

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan