Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Saat Publik Mengecam, HRD PT. FCC Indonesia Hingga Kadisnaker Malah Menghadap KDM

KARAWANG – Disaat mayoritas individu dan kelompok masyarakat intelektual Kota Pangkal Perjuangan mengecam pernyataan Manajer HRD PT. FCC Indonesia, Oktav Ardiansyah yang  dinilai merendahkan martabat ‘Urang Karawang’, oknum manajer HRD tersebut bersama Kades Wadas Telukjambe Timur H. Jujun Junaedi hingga Kadisnaker Karawang Rosmalia Dewi malah terpantau menghadap Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan – Subang.

Diketahui, pernyataan Oktav Ardiansyah yang menyatakan : ‘Aduh susah deh orang Karawang diajarinnya, orang Karawang gak pinter-pinter’, telah yang membuat gaduh dan memancing kemarahan warga Karawang.

Pernyataan yang dikecam ini bermula saat Kadisnaker Karawang meminta klarifikasi kepada Oktav Ardiansyah, mengenai kabar rekturmen tenaga kerja di PT. FCC Indonesia yang kedapatan malah lebih banyak mengambil tenaga kerja di luar Karawang. Sementara dari 100 lamaran kerja warga Desa Wadas, hanya diterima dua orang saja.

Berita Lainnya  Hendak Transaksi Senpi, TNI Ringkus Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo

Meskipun Oktav sudah menyampaikan permohonan maaf dan klatifikasi, tetapi pernyataanya di video viral yang tersebar di berbagai media sosial tersebut telah dipolisikan LBH Bumi Proklamasi pada Kamis (24/7/2025) kemarin.

Ditengah polemik yang semakin memanas, Oktav beserta Kades Wadas dan Kadisnaker malah terpantau menghadap KDM di Lembur Pakuan. Sementara Oktav sendiri tidak hadir di Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Karawang pada Jumat (25/7/2025) kemarin.

Padahal sebelumnya, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh telah mengintruksikan Disnaker Karawang untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Bahkan Bupati Aep kembali menegaskan, jika rekturmen tenaga kerja perusahaan/industri di Karawang harus memprioritaskan warga lokal.

Sontak, sikap dan langkah yang dilakukan Oktav, Kades Wadas dan Kasidnaker ini kembali mengundang reaksi publik. Salah satunya pernyataan tegas dari Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Karawang-Purwakarta, Pipik Taufik Ismail.

Berita Lainnya  Aksi Pengejaran Mobil CR-V Pelaku Tabrak Lari Berlangsung Dramatis, Warga Temukan Plastik Diduga Narkotika
Anggota DPRD Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail.

Kang Pipik (sapaan akrab) menyesalkan atas langkah-langkah yang dilakukan pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi. Seharusnya pihak-pihak terkait tersebut tidak langsung berkoordinasi dengan KDM. Melainkan membicarakannya terlebih dahulu dengan DPRD Karawang dan pemda yang dalam hal ini Bupati Karawang.

“Ada dokumentasinya nggak Kadisnaker, HRD dan Kades bertemu Bupati Karawang dulu sebelum ke Lembur Pakuan?. Emang harus semuanya diselesaikan Gubernur?. Kita kan punya Bupati, ada DPRD Karawang. Kenapa langsung bypass ke atas dan dipublikasikan seolah semua persoalannya sudah beres,” tutur Kang Pipik, dilansir dari jarakinfo.com, Sabtu (26/7/2025).

Kang Pipik mengaku sangat menyesalkan dengan cara penyelesaian masalah yang seolah-olah mengabaikan otoritas pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten punya kapasitas untuk menyelesaikan persoalan, apalagi bila menyangkut hal-hal yang terjadi di wilayah Karawang.

Berita Lainnya  Audiensi dengan BPJS Kesehatan, LSM Laskar NKRI Dorong Peningkatan Layanan dan Penguatan Aduan Masyarakat

“Saya sesalkan. Ini bukan cuma soal koordinasi, tapi soal etika birokrasi. Kadis kabupaten, kepala desa, harusnya berkoordinasi dulu dengan Bupati. Jangan karena kasusnya viral, semua langsung lari ke Gubernur,” tegas Kang Pipik.

Kang Pipik menilai cara penyelesaian persoalan tersebut (langsung menghadap KDM) berbahaya, karena bisa menciptakan preseden buruk bagi setiap kinerja pemerintahan daerah.

“Setiap ada masalah yang viral, pejabat langsung lompat ke pemerintah provinsi tanpa menghargai struktur pemerintahan daerah yang sah,”

“Kalau semua langsung dilempar ke Gubernur, buat apa ada Bupati, DPRD dan perangkat daerah lain?. Ini soal tanggung jawab dan penghargaan terhadap mekanisme yang ada,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan