Rabu, Agustus 12, 2026
spot_img

LMP Jabar Bantah Insiden di Kantor Dinkes Bekasi Ada Kaitan Minta-minta THR

Laskar Merah Putih (LMP) Jawa Barat membantah bahwa insiden kericuhan di kantor Dinkes Bekasi yang dilakukan anggotanya tidak ada kaitannya dengan hal Ormas minta-minta THR.

Ketua Mada Laskar Merah Putih Jabar, H. Awandi Siroj Suwandi sendiri menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh beberapa anggotanya yang dinilai kurang pantas dan tidak sesuai dengan etika organisasi.

Menurutnya, perbuatan tersebut telah mencoreng nama baik Laskar Merah Putih yang tidak dibenarkan dalam aturan organisasi.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi atas kejadian ini,” ujar H. Awandi Siroj Suwandi, Jum’at (21/3/2025).

Lebih jauh pria yang akrab disapa Bah Wandi ini menegaskan, bahwa kejadian tersebut sama sekali tidak terkait dengan permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) seperti yang disampaikan oleh beberapa pihak.

“Hal ini merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Kejadian tersebut terjadi karena adanya kekecewaan anggota Laskar Merah Putih akibat kurangnya respons dari pihak terkait terhadap beberapa hal yang telah diajukan secara resmi melalui audensi,” tuturnya.

Berita Lainnya  Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Pendemo Tumpahkan Bangkai Ayam

Sementara, Ketua LMP Marcab Kabupaten Bekasi, Eko Triyanto W, ST membantah keras bahwa apa yang diberitakan sebelumnya oleh media tentang kedatangan LMP ke Dinkes Bekasi terkait Tunjangan Hari Raya (THR) dan melakukan anarkis.

“Itu tidak benar, bahkan hari itu juga tanggal 18 Maret 2025 kami klarisifikasi dan permintaan maaf,” katanya.

Dikatakannya, permintaan maaf sudah disampaikan, bahkan video permintaan maaf pun berdebar. Namun keesokan harinya masih muncul berita yang memojokan Laskar Merah Putih, bahkan terkesan dibesar-besarkan terkait kejadian tersebut.

“Berita terkait insiden tersebut dibesar-besarkan, dan Laskar Merah Putih dipojokkan,” katanya.

Menurutnya, Ormas berperan sebagai sosial kontrol dalam masyarakat dan pemerintahan. Ormas sangat penting sebagai salah satu agen perubahan sosial, guna melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

Berita Lainnya  HMI Soroti Klaim Tunggakan BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit

“Jadi Ormas dengan gerakan sosialnya dapat melakukan kontrol, khususnya pada kebijakan yang tidak memihak kepada masyarakat kalangan bawah,” kata Eko.

Eko menjelaskan, kedatangan LMP Marcab Kabupaten Bekasi ke Dinkes untuk melakukan audensi terkai temuan dugaan korupsi Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Dimana LMP Kabupaten Bekasi menyoroti tiga program utama Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang dinilai memerlukan perhatian lebih, yaitu:

1. Pengelolaan Kesehatan Gizi Masyarakat dengan nilai realisasi sebesar Rp 4.805.642.400.
2. Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat dengan nilai realisasi sebesar Rp 238.030.750.
3. Program Pemberdayaan Masyarakat dengan nilai realisasi sebesar Rp 2.012.726.320.

“Sayangnya, upaya audensi yang telah dilakukan berkali-kali oleh anggota Laskar Merah Putih tidak mendapatkan respons yang memadai, sehingga memicu ketidakpuasan dan tindakan yang kurang pantas,” tegas Eko Triyanto.

Berita Lainnya  Raker Ghazali Center Indonesia Hasilkan 5 Rekomendasi Eksternal untuk Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Eko meyayangkan terkait pemberitaan yang memojokan Laskar Merah Putih, apalagi dikaitkan dengan Tunjangan Hari Raya. Karena LMP dididik untuk tidak jadi pengemis.

“Adapun kejadian tersebut merupakan ekspresi kekecewaan terhadap pejabat Dinkes Kabupaten Bekasi yang tidak koperatif terkait permintaan audensi,” ujarnya.

Untuk itu kepada Gubenur Jawa Barat khususnya dan masyarakat Jabar umumnya, atas nama Pengurus Markas Besar Laskar Merah Putih Marcab Kabupaten Bekasi, pihaknya memohon maaf sebesar-besarnya atas insiden tersebut.

“Kami berharap ke depan dapat terus berkarya dan mengabdi dengan semangat yang lebih baik, demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya. ***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siswa SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu – Tanggerang Selatan

TANGGERANG - Terjadi kecelakaan di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026), setelah seorang pelajar SMA tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL). Peristiwa yang terjadi sekitar...

Dugaan Korupsi KPR BTN, Manajemen PT. BAS Janji Koperatif dan Selesaikan Sengketa Konsumen

KARAWANG - Terkait dugaan korupsi KPR Bank BTN yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Karawang, Manajemen PT. Bumi Artha Sedayu (BAS) akhirnya angkat bicara. Plt. Direktur...

Bentuk Protes Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Yogyakarta Bagikan Ribuan Ekor Ayam

JOGJA - Ratusan peternak di DIY mendatangi kantor DPRD DIY, Senin (10/08/2026). Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat tersebut, mereka terlebih dahulu membagi-bagikan ayam...

3 Kali Mangkir Panggilan, Kejari Bekasi Tahan Mantan Dirus Perumda Tirta Bhagasasi

BEKASI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menahan mantan Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi berinisial AEZ (35) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemasangan...

2 Tahun Misteri Hilangnya Paramitha Titania Akhirnya Terungkap, Tulang Belulang Korban Ditemukan di Jurang

MOROWALI - Tulang belulang Paramitha Titania Anggelica (28), yang hilang sejak Juli 2024, ditemukan di dalam jurang Desa Kalono, Kecamatan Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan