Selasa, September 15, 2026
spot_img

Konfercab PA GMNI Bekasi Ricuh Saat Wali Kota Tri Sampaikan Sambutan

KOTA BEKASI – Konferensi Cabang dan Diskusi Publik Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kota Bekasi, di warnai kericuhan pada saat Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono memberikan sambutan.

Berdasarkan informasi yang diterima Pojokbekasi, bahwa agenda tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Merapi Merbabu, Kecamatan Rawalumbu, pada Sabtu 11 Oktober 2025.

Kericuhan tersebut bermula sekitar pukul 13.58 WIB, saat itu sekelompok massa yang mengklaim bagian dari GMNI masuk ke ruangan.

Salah seorang yang terlibat kericuhan, menungkapkan, bahwa Konfercab PA GMNI tersebut ilegal, karena tidak melibatkan kadernya.

“Ini ilegal, karena tidak melibatkan kader GMNI,” tetas seorang pemuda yang mengklaim sebagai kader GMNI.

Melihat hal itu, sejumlah panitia langsung menghampiri kelompok tersebut dan meminta untuk tenang. Selanjutnya beberapa panitia juga meminta untuk mereka keluar Ballroom dan memohon untuk mengajak berdisuksi.

Berita Lainnya  Habib Bahar bin Smith Tantang Ormas yang Tewaskan Bambang Setiawan dan Lukai Faturrohman

Hanya saja mereka justru tetap bersikukuh ingin acara tersebut untuk dihentikan karena satu lain hal yang belum diketahui secara pasti. Lebih kurang tiga menit saling beradu argumen antara panitia dengan kelompok itu, aksi saling dorong pun terjadi.

Bahkan terlihat ada seseorang yang sampai melempar gelas kaca hingga menghantam atap pintu bagian atas. Gelas tersebut pun pecah dan membuat pecahan itu menghujani sejumlah orang yang berada di dekat pintu.

Wali Kota Bekasi saat menyampaikan sambutan di pembukaan Konfercab PA GMNI.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Kota Bekasi, Heri Purnomo, menerangkan, dinamika yang terjadi merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi.

Berita Lainnya  PMI Icih Dipulangkan ke Karawang, JABIS Dorong Pengusutan Sponsor Ilegal

“Menurut saya ini dinamika biasa, itu adik-adik kita juga semua, teman-teman kita juga semua. Jadi mungkin miskomunikasi aja,” tutur Heri Purnomo, Minggu 12 Oktober 2025.

Dirinya menegaskan, bahwa forum tersebut sebetulnya untuk para alumni GMNI. Namun, undangan juga telah disebarkan kepada kader aktif GMNI.

“Ini kegiatan alumni. Bukan kegiatan GMNI aktif, jadi memang, kita ya mengundang, sudah diundang,” tegas Heri.

Heri pun mengaku bingung, sebab ia mendapat informasi kericuhan itu dipicu lantaran undangan acara per lima tahun itu tidak diberikan secara merata kepada anggota GMNI.

Namun ia memastikan kalau undangan sudah disebarluaskan secara merata kepada anggota GMNI.

Berita Lainnya  Gus Kikin Resmi Terpilih sebagai Ketum PBNU 2026-2031

“Mereka tadi ada yang bilang mereka merasa tidak diundang, dan saya selalu bilang undang, kan lebih banyak hadir kan lebih bergairah, tidak ada pilih kasih juga semua adik-adik kami semua,” jelas dia.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak agar ruang diskusi dapat dimanfaatkan dengan baik tanpa adanya konflik atau kepentingan tertentu yang merugikan.

“Itu ada juga teman-teman GMNI pada hadir. Ya silahkan aja hadir, kalau memang ada permasalahan apa-apa ya kita melakukan dialog,” tutup Heri.***

Sumber : PojokSatu.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan