Minggu, Juni 28, 2026
spot_img

Kelakar atau Emosional, Dedi Mulyadi Doakan Calo Tenaga Kerja Ketabrak Bus

KARAWANG – Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini soal pernyataanya yang mendoakan calo tenaga kerja di Kabupaten Karawang supaya ketabrak bus, saat kegiatan ‘Nganjang ka Warga’ di Kecamatan Klari, Jumat (13/6/2025) malam.

Sontak, pernyataan KDM ini banyak mengundang reaksi publik. Ada yang berpendapat pernyataan KDM tersebut hanya merupakan bentuk ‘kelakar’ sebagai ciri khas gaya bicara KDM sebagai orang Sunda yang selalu mengundang gelak tawa.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa pernyataan KDM ini sebagai bentuk ‘emosional’. Pasalnya, KDM sendiri sudah mengetahui sejak lama tentang persoalan praktek calo tenaga kerja di Karawang yang sampai saat ini masih menjamur.

Yaitu dimana setiap pelamar kerja harus membayar Rp 5 hingga 8 juta kepada calo, ketika ingin diterima menjadi buruh pabrik. Bahkan harus membayar Rp 10 hingga 15 juta, ketika ingin kontrak kerjanya diperpanjang.

Berita Lainnya  Kejari Jaksel Batal Tahan Roy Suryo dan Tifauziah

“Bagi calo tenaga kerja, mudah-mudahan ketabrak bus!”, teriak KDM, di hadapan ribuan warga Klari yang hadir di kegiatan ‘Nganjang ka Warga’.

Pernyataan KDM ini disambut riuh tepung tangan warga yang hadir. Bahkan tak sedikit warga yang ketawa terbahak-bahak saat mendengar pernyataan KDM yang terlihat emosional ini.

Dilansir PojokSatu, KDM menyoroti praktik kotor calo tenaga kerja yang selama bertahun-tahun menghantui dunia ketenagakerjaan di Karawang ini. Terlebih Karawang dikenal sebagai kota industri, sebuah kabupaten yang memiliki kawasan industri terbesar di Indonesia.

Banyak warga terutama anak muda harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk mendapatkan janji palsu pekerjaan dari calo-calo yang berkeliaran di sekitar pabrik atau bahkan memiliki jaringan di dalam perusahaan.

Berita Lainnya  Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD, Kejati Jabar Periksa Wakil Bupati Indramayu

“Sudah susah cari kerja, masih diperas juga oleh calo. Ini jelas menyengsarakan rakyat kecil. Negara harus hadir,” tegas KDM.

Menurutnya, fenomena percaloan bukan hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga merusak moralitas dan menciptakan ketimpangan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Ia mendesak aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan untuk tidak tutup mata terhadap praktik ini.

Kemarahan KDM ini dianggap mewakili jeritan hati masyarakat Karawang yang selama ini merasa tak berdaya menghadapi calo tenaga kerja.

Banyak korban sudah melapor, namun belum ada penanganan yang dianggap signifikan. KDM menekankan, pemberantasan calo tenaga kerja harus dilakukan secara sistematis dan menyeluruh.

“Kita tidak bisa biarkan ini jadi budaya. Kalau tidak segera dibasmi, rakyat terus jadi korban,” ujarnya.

Berita Lainnya  'Nyanyian' Sony Sonjaya Setorkan 41 Nama Tokoh yang Diduga Terlibat Korupsi MBG

KDM juga mengingatkan perusahaan-perusahaan di kawasan industri Karawang agar memperbaiki sistem rekrutmen agar transparan dan adil.

Ia menyarankan agar rekrutmen dilakukan melalui kanal resmi dan diawasi oleh lembaga yang kredibel, bukan melalui orang per orang yang berpotensi menyalahgunakan kewenangan.

Diketahui, kegiatan ‘Nganjang ka Warga’ KDM di Kecamatan Klari ini dihadiri langsung unsur Forkopimda Karawang, yaitu dari mulai Bupati, Ketua DPRD, Kapolres hingga Dandim Karawang.

Bahkan terpantau semua Anggota DPRD Jawa Barat yang berasal dari Dapil Karawang turut hadir dalam kegiatan ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sudah 5 Orang Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, BPSDM Kemhan Sampaikan Duka Cita

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap identitas lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah...

Gegara Program MBG, Sudah 2 Kali Prabowo-Gibran Disantet Mahasiswa

GEGARA program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang banyak dikecam mahasiswa, Presiden dan Wakik Presiden, Prabowo - Gibran sudah dua kali disantet mahasiswa. Ini bukanlah ritual...

Komnas Perempuan: Kasus YTR, Penyekapan Perempuan di Bandung Belum Bisa Disebut Penyiksaan Standar PBB

JAKARTA -  Komnas Perempuan menyatakan kasus penganiayaan berat terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat, belum dapat dikategorikan sebagai penyiksaan berdasarkan definisi...

Dari Dedi Mulyadi hingga Prabowo, Semua Orang Marah pada Kekejaman Taufik Hidayat

BANDUNG - Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan tersangka Taufik Hidayat (30), terhadap kekasihnya YTR di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat masih menjadi perbincangan...

Taufik Hidayat Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

BANDUNG - Suasana di salah satu ruangan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, begitu riuh pada Jumat (26/6/2026). Sebab, di lokasi digelar konferensi pers...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan