Minggu, Agustus 16, 2026
spot_img

Kelakar atau Emosional, Dedi Mulyadi Doakan Calo Tenaga Kerja Ketabrak Bus

KARAWANG – Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini soal pernyataanya yang mendoakan calo tenaga kerja di Kabupaten Karawang supaya ketabrak bus, saat kegiatan ‘Nganjang ka Warga’ di Kecamatan Klari, Jumat (13/6/2025) malam.

Sontak, pernyataan KDM ini banyak mengundang reaksi publik. Ada yang berpendapat pernyataan KDM tersebut hanya merupakan bentuk ‘kelakar’ sebagai ciri khas gaya bicara KDM sebagai orang Sunda yang selalu mengundang gelak tawa.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa pernyataan KDM ini sebagai bentuk ‘emosional’. Pasalnya, KDM sendiri sudah mengetahui sejak lama tentang persoalan praktek calo tenaga kerja di Karawang yang sampai saat ini masih menjamur.

Yaitu dimana setiap pelamar kerja harus membayar Rp 5 hingga 8 juta kepada calo, ketika ingin diterima menjadi buruh pabrik. Bahkan harus membayar Rp 10 hingga 15 juta, ketika ingin kontrak kerjanya diperpanjang.

Berita Lainnya  Siswa SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu - Tanggerang Selatan

“Bagi calo tenaga kerja, mudah-mudahan ketabrak bus!”, teriak KDM, di hadapan ribuan warga Klari yang hadir di kegiatan ‘Nganjang ka Warga’.

Pernyataan KDM ini disambut riuh tepung tangan warga yang hadir. Bahkan tak sedikit warga yang ketawa terbahak-bahak saat mendengar pernyataan KDM yang terlihat emosional ini.

Dilansir PojokSatu, KDM menyoroti praktik kotor calo tenaga kerja yang selama bertahun-tahun menghantui dunia ketenagakerjaan di Karawang ini. Terlebih Karawang dikenal sebagai kota industri, sebuah kabupaten yang memiliki kawasan industri terbesar di Indonesia.

Banyak warga terutama anak muda harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk mendapatkan janji palsu pekerjaan dari calo-calo yang berkeliaran di sekitar pabrik atau bahkan memiliki jaringan di dalam perusahaan.

Berita Lainnya  Guru Ngaji Diduga Cabuli Sejumlah Murid Laki-laki, Gak Mau Diusir dari Kampung Berakhir Rumah Dikepung

“Sudah susah cari kerja, masih diperas juga oleh calo. Ini jelas menyengsarakan rakyat kecil. Negara harus hadir,” tegas KDM.

Menurutnya, fenomena percaloan bukan hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga merusak moralitas dan menciptakan ketimpangan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Ia mendesak aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan untuk tidak tutup mata terhadap praktik ini.

Kemarahan KDM ini dianggap mewakili jeritan hati masyarakat Karawang yang selama ini merasa tak berdaya menghadapi calo tenaga kerja.

Banyak korban sudah melapor, namun belum ada penanganan yang dianggap signifikan. KDM menekankan, pemberantasan calo tenaga kerja harus dilakukan secara sistematis dan menyeluruh.

“Kita tidak bisa biarkan ini jadi budaya. Kalau tidak segera dibasmi, rakyat terus jadi korban,” ujarnya.

Berita Lainnya  Alami Muntah-muntah, Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang - Bogor Diduga Keracunan MBG

KDM juga mengingatkan perusahaan-perusahaan di kawasan industri Karawang agar memperbaiki sistem rekrutmen agar transparan dan adil.

Ia menyarankan agar rekrutmen dilakukan melalui kanal resmi dan diawasi oleh lembaga yang kredibel, bukan melalui orang per orang yang berpotensi menyalahgunakan kewenangan.

Diketahui, kegiatan ‘Nganjang ka Warga’ KDM di Kecamatan Klari ini dihadiri langsung unsur Forkopimda Karawang, yaitu dari mulai Bupati, Ketua DPRD, Kapolres hingga Dandim Karawang.

Bahkan terpantau semua Anggota DPRD Jawa Barat yang berasal dari Dapil Karawang turut hadir dalam kegiatan ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang, Polisi Tembakan Gas Air Mata

ACEH - Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh. Agenda doa tolak bala dan zikir akbar yang...

Bobby Nasution Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG yang Kondisinya Parah

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjenguk salah seorang siswa SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi...

Bukan Hanya 269 Siswa di Karo, 45 Siswa di Kota Dumai juga Keracunan MBG

RIAU - Bukan hanya 269 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dugaan keracunan menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi di Kota Dumai...

Banyak Kasus Keracunan MBG, DPD RI : Anggaran Bahan Makanan Perlu Ditambah Jadi Rp 15-20 Ribu

SEMARANG - Anggota DPD RI Abdul Kholik mengungkapkan, masih banyak aspek yang perlu ditinjau dan dievaluasi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal...

Kawal Program Presiden Prabowo, PKB Deklarasi ‘Satgas Prabowonomics’

JAKARTA - PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa. Satgas tersebut didirikan Panji Bangsa sebagai tindak lanjut dari...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan