Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Minta Maaf karena Kepemimpinannya Masih Banyak Kekurangan

KARAWANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

Dalam sambutannya, Dedi mengakui masih ada kekurangan dalam setahun memimpin Jawa Barat. Terlebih dalam mengelola anggaran belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan warga Jawa Barat.

“Di bidang infrastruktur, saya memahami bahwa kemampuan pemerintah dalam pengalokasian keuangan belum bisa memuaskan seluruh keluarga Jawa Barat. Sampai pelosok pedesaan, masih didapatkan jalan-jalan yang berlubang dan bergelombang. Masih didapatkan jaringan irigasi yang belum terbangun dengan baik. Masih ada rumah-rumah reyot yang bocor ketika hujan tiba,” katanya.

Berita Lainnya  Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Bekasi akan Berangkat ke Cina

Ia juga menyinggung masalah pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, masih ada anak-anak yang belum tertampung di sekolah, serta warga yang kesulitan berobat karena persoalan BPJS.

“Masyarakat yang mengalami kesulitan berobat karena BPJS-nya tidak terbayar atau tidak masuk dalam data penerima BPJS yang dibayar, disubsidi oleh pemerintah,” ucap Dedi.

Dedi menilai kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi jika anggaran dikelola dengan baik dan berpihak pada rakyat.

“Seluruh rangkaian itu semestinya tidak terjadi. Manakala kita secara sungguh-sungguh mengelola kemampuan keuangan pemerintah, baik pusat maupun daerah, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun,” tambahnya.

Berita Lainnya  Bupati Subang Takziah dan Beri Santunan kepada Korban Tewas Kru Kesenian yang Tersengat Listrik

Ia memastikan pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

Dalam kesempatan itu, mantan Bupati Purwakarta itu mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momen untuk memperbaiki diri setelah menjalani puasa Ramadhan.

“Kita memahami hidup adalah sebagai sebuah peristiwa yang memiliki dua momentum. Momentum pertama adalah kita bersama-sama sebagai pribadi melakukan evaluasi, pembersihan diri,” pungkasnya.***

Sumber : Kompas.com

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan