Sabtu, Mei 9, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Minta Maaf karena Kepemimpinannya Masih Banyak Kekurangan

KARAWANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

Dalam sambutannya, Dedi mengakui masih ada kekurangan dalam setahun memimpin Jawa Barat. Terlebih dalam mengelola anggaran belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan warga Jawa Barat.

“Di bidang infrastruktur, saya memahami bahwa kemampuan pemerintah dalam pengalokasian keuangan belum bisa memuaskan seluruh keluarga Jawa Barat. Sampai pelosok pedesaan, masih didapatkan jalan-jalan yang berlubang dan bergelombang. Masih didapatkan jaringan irigasi yang belum terbangun dengan baik. Masih ada rumah-rumah reyot yang bocor ketika hujan tiba,” katanya.

Berita Lainnya  Wakil Wali Kota Bekasi Desak SPBE Segera Ganti Rugi Korban Terdampak Kebakaran

Ia juga menyinggung masalah pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, masih ada anak-anak yang belum tertampung di sekolah, serta warga yang kesulitan berobat karena persoalan BPJS.

“Masyarakat yang mengalami kesulitan berobat karena BPJS-nya tidak terbayar atau tidak masuk dalam data penerima BPJS yang dibayar, disubsidi oleh pemerintah,” ucap Dedi.

Dedi menilai kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi jika anggaran dikelola dengan baik dan berpihak pada rakyat.

“Seluruh rangkaian itu semestinya tidak terjadi. Manakala kita secara sungguh-sungguh mengelola kemampuan keuangan pemerintah, baik pusat maupun daerah, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun,” tambahnya.

Berita Lainnya  Pasca Tabrakan Maut Kereta Api, Pemkot Bekasi Percepat Pembangunan Flyover

Ia memastikan pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

Dalam kesempatan itu, mantan Bupati Purwakarta itu mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momen untuk memperbaiki diri setelah menjalani puasa Ramadhan.

“Kita memahami hidup adalah sebagai sebuah peristiwa yang memiliki dua momentum. Momentum pertama adalah kita bersama-sama sebagai pribadi melakukan evaluasi, pembersihan diri,” pungkasnya.***

Sumber : Kompas.com

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan